Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Perempuan yang Bilang ‘Nggak Punya Baju’ Itu Ada Maksudnya, Jangan Dianggap Nggak Punya Baju Beneran!

Alhaditsatur Rofiqoh oleh Alhaditsatur Rofiqoh
6 Januari 2021
A A
Perempuan yang Bilang 'Gak Punya Baju' Itu Ada Maksudnya, Jangan Dianggap Nggak Punya Baju Beneran! Terminal Mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Saya sering mendengar ungkapan “nggak punya baju” dari para perempuan. Entah menjadi kebiasaan perempuan atau bukan, hal kecil namun meresahkan ini ternyata memang cukup menganggu. Bukan hanya di kalangan teman seumuran saja, di kalangan ibu-ibu pun saya sering mendengar ungkapan tersebut. Bahkan, salah seorang paman saya pernah curhat bercerita tentang istrinya yang kerap minta izin untuk membeli baju setiap kali ada acara.

Kata paman saya, dia sampai heran dengan kebiasaan istrinya yang suka bilang nggak punya baju, padahal lemari pakaian di rumahnya sudah hampir penuh. Sekarang mari beralih pada kasus di kalangan teman-teman sebaya. Setiap mengagendakan sebuah acara, pasti yang teman-teman perempuan saya pikirkan bukan acaranya, tetapi outfit of the day (OOTD) yang akan mereka gunakan. Sehingga nggak jarang, ketika diajak jalan secara dadakan mereka berpikir seribu kali.

Ujung-ujungnya, pada beberapa alasan yang membuat mereka tak bisa ikut serta adalah masalah baju. “Aduh, nggak ada baju nih, baru dicuci kemarin” atau “Aku keluar pakai baju apa? Nggak ada baju tauuu” atau “Pinjam baju deh, aku nggak ada baju buat keluar, nih” dan kalimat-kalimat serupa lainnya. Padahal ketika lemari pakaiannya dibuka, mau pakai baju berlapis-lapis pun bisa. Lemarinya nggak kosong, ada kok satu atau dua set baju yang bisa dipakai keluar.

Sayangnya, ungkapan para perempuan soal baju itu memang bukan maksud mereka gitu, Mylov. Mereka, dan kadang diri saya sendiri, mengatakan demikian lantaran punya maksud tertentu. Jadi, bukan berarti gembel benar-benar nggak punya baju, ya. Kira-kira ini maksud di balik kalimat tersebut.

#1 Tidak memiliki pakaian yang sesuai dengan situasi dan kondisi

Memang sih nggak semua perempuan punya prinsip ke mana-mana harus matching. Bukan hanya perihal pemilihan warna, namun juga dalam mencocokkan pakaian mereka dengan situasi dan kondisi yang akan mereka hadapi nantinya. Misalnya, saat hendak pergi ke pantai. Nggak mungkin kan kalau tiba-tiba pakai OOTD naik gunung. Salah kostum adalah sebuah hal yang paling dihindari para perempuan ketika hendak keluar.

Oleh karena itu, jika ada sebuah acara dan dihadiri banyak perempuan, harusnya diapresiasi. Di balik kehadiran mereka, ada drama panjang di mana perempuan harus mempersiapkan banyak hal termasuk baju dari jauh-jauh hari. Kalau persiapan itu gagal, jangan harap batang hidungnya bakal nongol. Catat!

#2 Tidak memiliki waktu untuk menyiapkan pakaian

Dulu saat masih tinggal di asrama kuliah, saya punya seorang teman satu kamar yang rapi banget. Saking rapinya, susunan baju di lemari pakaian teman saya itu sesuai urutan hari. Jadi, pas weekend dia merapikan lemarinya dan mulai memilih set pakaian yang akan digunakan untuk kuliah di hari Senin sampai Jumat. Baju yang paling atas bakal ia gunakan hari Senin, dan baju paling bawah bakal ia gunakan di hari Jumat.

Begini kesimpulan saya, waktu pemilihan baju yang sengaja teman saya khususkan di akhir pekan itu sangat penting. Meskipun tidak serinci demikian, rata-rata teman saya di asrama atau kampus memiliki kebiasaan serupa. Setidaknya beberapa menit sebelum keluar, mereka akan berdiri di depan tumpukan baju untuk memilih pakaian. Jadi, wajar dong semisal tiba-tiba mereka bilang, “Nggak ada baju” bisa saja itu karena mereka nggak sempat memilih baju yang sesuai~

Baca Juga:

4 Dosa Pemilik Jasa Laundry yang Merugikan Banyak Pihak

Menjahitkan Pakaian ke Penjahit Itu Merepotkan, Mending Beli Pakaian Jadi

#3 Bosan dengan gaya berpakaian yang begitu-begitu saja

Siapa yang nggak tahu kalau lemari pakaian itu sudah nggak muat kapasitasnya? Tapi, kenapa masih pada suka bilang nggak punya baju? Inilah maksudnya. Dari sekian banyak pakaian yang ada di lemari, sebenarnya semua masih layak pakai. Akan tetapi, gayanya mungkin sudah nggak sesuai dengan tren saat ini, sehingga membeli beberapa pakaian yang dianggap kekinian dianggap perlu. Kalau begitu, kenapa nggak coba dikombinasikan saja?

Masalahnya, nggak semua orang pandai mix and match pakaian, Bund! Dan nggak semua orang punya tingkat kepercayaan tinggi untuk keluar dengan pakaian yang menurut mereka sudah pas, walau nggak mengikuti tren kekinian.

“Masak pakai warna kuning lagi?”

“Kayaknya baju gue gini-gini mulu, nggak ada perubahan dari semester satu. Mirip maba, ih!”

Hmmm… Angel wes, angel.

#4 Baju yang tersisa sudah pernah dipakai dalam acara yang sama

Maksud dari ungkapan “nggak punya baju” yang terakhir adalah stok pakaian di lemari hanya tersisa pakaian yang sudah pernah digunakan dalam beberapa acara. Terlebih, sudah didokumentasikan alias sudah pernah difoto dan foto tersebut nangkring di feed Instagram atau medsos lainnya.

“Pokoknya jangan dipakai dulu dalam waktu dekat. Beri jarak sejauh mungkin.” penganut maksud seperti ini biasanya juga akan mengatakan hal yang sama ketika dihadapkan kembali dengan sebuah acara yang sama. Misalnya, “Duh, baju ini sudah aku pakai pas reuni tahun lalu. Masak pakai lagi? Kalau lihat foto-foto lama dikira aku nggak ganti baju, dong!” atau “Ih, baju ini lagi. Ini sudah kupakai pas pernikahannya A sebulan lalu. Nggak mungkin aku pakai buat lima bulan ke depan.” Buset, dah!

Nah, empat hal di atas setidaknya bisa mewakili beberapa maksud perempuan dibalik ungkapan “nggak punya baju” dan semoga nggak ada lagi yang gagal paham dengan ungkapan yang sudah lazim tersebut. Ungkapan tersebut juga terkadang keluar karena refleks kok, susah banget nge-rem. Ya tiba-tiba saja begitu, tiba-tiba saja merasa nggak punya baju, tiba-tiba saja langsung pengin beli baju lagi, dan beli baju terosss~

BACA JUGA Mengapa Emak-Emak Sebaiknya Tidak Belajar Nyetir Mobil kepada Suami dan tulisan Alhaditsatur Rofiqoh lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2021 oleh

Tags: bajubaju cewek
Alhaditsatur Rofiqoh

Alhaditsatur Rofiqoh

Seorang guru sekolah dasar dari Madura yang menyempatkan waktu untuk menulis di sela-sela mengajar

ArtikelTerkait

3 Tips Beli Baju Zara Second biar Tetap Nggaya Terminal Mojok

3 Tips Beli Baju Zara Second biar Tetap Nggaya

20 April 2022
Rahasia Baju Nggak Kucel walau Bertahun-tahun Nggak Pakai Setrika Terminal Mojok

Rahasia Baju Nggak Lecek meski Nggak Punya Setrika

13 Oktober 2022
Pakai Baju yang Motifnya Samaan dengan Orang Lain, Rasanya kok Malu, ya?

Pakai Baju yang Motifnya Samaan dengan Orang Lain, Rasanya kok Malu, ya?

11 Juni 2020
Alasan Daster Mudah Robek yang Perlu Kita Ketahui agar Lebih Teliti sebelum Membeli

Alasan Daster Mudah Robek yang Perlu Kita Ketahui agar Lebih Teliti sebelum Membeli

25 Agustus 2023
Thrift Shop yang Pasang Harga Setinggi Langit Itu Maunya Apa, sih_ terminal mojok

Thrift Shop yang Pasang Harga Setinggi Langit Itu Maunya Apa, sih?

4 Mei 2021
Nggak Apa-apa Beli Barang di Thrift Shop, Asal Nggak Beli Barang KW terminal mojok.co

Nggak Apa-apa Beli Barang di Thrift Shop, Asal Nggak Beli Barang KW

1 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Pasar Minggu Harus Ikuti Langkah Pasar Santa dan Blok M Square kalau Tidak Mau Mati!

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.