Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Perempatan Jetis Mojokerto, Jalan Utama Penghubung Antardesa yang Mengenaskan

Achmad Fauzan Syaikhoni oleh Achmad Fauzan Syaikhoni
26 Januari 2024
A A
Perempatan Jetis Mojokerto, Jalan Utama Penghubung Antardesa yang Mengenaskan

Perempatan Jetis Mojokerto, Jalan Utama Penghubung Antardesa yang Mengenaskan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saat membaca artikel soal Perempatan Jetis yang tayang di Terminal Mojok beberapa hari lalu, saya terkejut. Saya klik dan membacanya sampai habis sambil geleng-geleng heran dengan kebodohan saya. Kenapa? Karena ternyata, perempatan dengan nama “Jetis” ini tak hanya ada di kabupaten tempat saya lahir saja, yaitu Mojokerto.

Iya, Kabupaten Mojokerto punya perempatan yang namanya Jetis. Tepatnya di Jalan Raya Jetis, Desa Jetis, Kecamatan Jetis. Semua namanya memang Jetis. Akan tetapi, meski nama perempatannya ini sama dengan perempatan yang ada di Jogja, nggak berarti sama kualitasnya. Justru terpaut cukup jauh kesenjangannya.

Jika Perempatan Jetis di Jogja disebut paling berpendidikan, maka saya bisa sebut Perempatan Jetis di Mojokerto ini paling mengenaskan. Saya bisa ngomong kayak gitu karena selama 20 tahun lebih saya hidup berdampingan dengan perempatan itu.

Pusat masyarakat melanjutkan hidup sekaligus memendam penderitaan

Perempatan Jetis Mojokerto ini selain sebagai jalan utama penghubung antardesa juga sebagai pusat masyarakat melanjutkan hidup. Setiap hari perempatan itu dipakai masyarakat untuk berlalu-lalang ke pabrik-pabrik, waralaba, pujasera, pedagang kaki lima, pasar, hingga angkringan. Dan semua itu menjamur di sekitaran Perempatan Jetis Mojokerto.

Nah, sialnya, di balik banyaknya tempat penghidupan tersebut, Perempatan Jetis Mojokerto ini juga menjadi pusat masyarakat memendam penderitaan. Sebab, sampai hari ini, tak ada satu pun polantas yang bertugas di sana. Padahal volume lalu lintas di sana cukup ramai. Kendaraan macam truk tronton, truk trailer, mobil, dan motor setiap hari memenuhi perempatan itu.

Kacaunya lagi, para pengendara di sana kadang ya nggak tahu diri. Sudah tahu kondisinya ramai dan nggak ada polantas, malah kadang berkendaranya ngawurnya minta ampun. Apalagi saat pagi hari. Ruwetnya mobilitas para buruh pabrik dan orang-orang habis dari pasar harus dihadapi, mau tak mau.

Saya sebagai warga sana kadang sampai merasa, kelakuan seperti saling serobot, truk yang tak mau mengalah, dan saling pisuh-pisuhan itu menjadi hal biasa di Perempatan Jetis Mojokerto. Bahkan saat hujan pun, cukup sering ada pengendara bajingan yang sok-sokan punya sembilan nyawa. Dan jangan tanya sering apa nggak kecelakaan terjadi di sana. Wes jelas seringnya.

Kadang ada beberapa oknum pak ogah yang asal prat prit nggak jelas

Sebenarnya dari pagi sampai sore hari, keruwetan lalu lintas di Perempatan Jetis Mojokerto ini sudah diatasi sama para pak ogah. Hanya yang sangat disayangkan adalah kadang ada beberapa pak ogah yang nggapleki. Maksudnya, ada oknum pak ogah yang cuma prat prit nggak jelas di tengah perempatan.

Baca Juga:

Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

Membayangkan Pensiun di Madiun, Kota yang Nggak Banyak Drama dan Cocok untuk Hari Tua

Terus terang saja, saya sebenarnya amat respect sama mereka. Saya pun ya ikhlas banget kalau misalnya harus ngasih imbalan 5 ribu ke mereka. Karena memang volume lalu lintas di Perempatan Jetis Mojokerto ini cukup banyak. Banyak truk besar yang melintas di sana. Belum lagi kalau harus menghadapi para pengendara yang angel atur-aturane.

Tapi kalau mereka cuma berdiri di tengah perempatan, lalu prat prit doang tanpa serius menertibkan lalu lintas, saya ya jelas nggak ikhlas lah. Ya mohon maaf saja, kelakuan mereka yang kayak gitu jatuhnya malah semakin merumitkan lalu lintas. Pengendara bukannya tenang, malah makin dongkol dengan keberadaannya.

Kalau nggak gitu, mereka itu pilih kasih. Dalam artian mereka bisa serius menertibkan lalu lintas kalau kebetulan ada mobil atau truk besar. Saya nggak tahu ya, apa mungkin mereka begitu karena dapat imbalannya besar. Tapi kalau memang beneran kayak gitu, saya berharapnya mereka bertobat. Karena saya yakin ada banyak pengendara motor di Perempatan Jetis Mojokerto yang butuh jasa mereka dan ikhlas ngasih imbalan, termasuk saya.

Perempatan Jetis Mojokerto sering dilanda banjir akibat saluran air yang sempit dan banyak sampah

Selain itu, ketika musim hujan seperti sekarang ini, Perempatan Jetis Mojokerto cukup sering mengalami musibah seperti Jakarta. Iya, banjir maksudnya. Yah, meski banjirnya nggak terlalu tinggi, tapi lama banget surutnya. Kadang bisa sampai seharian penuh baru bisa surut. Tempo hari saja, banjir di Perempatan Jetis Mojokerto ini sampai masuk berita di Detik.

Tentu hal itu bukan tanpa sebab. Saya tahu betul bahwa banjir itu akibat saluran air di sekitar Perempatan Jetis yang sempit dan banyak sampah. Setiap hari selalu ada saja sampah berenang bahkan numpuk di sana. Sehingga nggak heran, kalau kemudian Perempatan Jetis Mojokerto ini gampang banget jadi langganan banjir.

Sebenarnya, Perempatan Jetis Mojokerto ini sudah cukup indah. Nggak perlu berpendidikan seperti Perempatan Jetis Jogja. Sebab, dengan adanya pabrik-pabrik, waralaba, pujasera, pedagang kaki lima, pasar, dan angkringan, itu sudah cukup membantu masyarakat sekitar untuk melakukan kegiatan ekonomi. Hanya saja, semua itu jadi tampak mengenaskan ketika masalah lalu lintas dan banjir masih terus terjadi.

Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jalur Cangar Pacet Mojokerto, Jalur Tengkorak yang Mengantar Wisatawan Berlibur sekaligus Menuju Maut.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Januari 2024 oleh

Tags: banjirjawa timurkabupaten mojokertoMojokertopak ogahperempatanperempatan jetisPerempatan Jetis Mojokerto
Achmad Fauzan Syaikhoni

Achmad Fauzan Syaikhoni

Pemuda setengah matang asal Mojokerto, yang selalu ekstase ingin menulis ketika insomnia. Pemerhati isu kemahasiswaan, lokalitas, dan hal-hal yang berbau cacat logika.

ArtikelTerkait

Dilema Jadi Orang Kota Batu yang Dikira Masih Bagian dari Malang

6 April 2020
Surga Tersembunyi di Taman Nasional Baluran Situbondo (Unsplash)

Surga Tersembunyi di Taman Nasional Baluran Situbondo

8 Juni 2023
Mustahil Hidup Tentram di Lingkungan Pecinta Sound Horeg Banyuwangi (Pexels)

Mustahil Hidup Tentram di Lingkungan Pecinta Sound Horeg Banyuwangi

17 Maret 2025
sendi 3 Alasan Utama Mojokerto Masih Asing di Telinga Orang terminal mojok

3 Alasan Utama Mojokerto Masih Asing di Telinga Orang

19 Juli 2021
Kasta Tertinggi Onde-Onde Mojokerto yang Pantas Dijadikan Oleh-oleh Mojok.co

Kasta Tertinggi Onde-Onde Mojokerto yang Pantas Dijadikan Oleh-oleh

8 Juli 2025
Rekomendasi Wisata Murah di Mojokerto dengan Vibes kayak di Luar Negeri

Rekomendasi Wisata Murah di Mojokerto dengan Vibes kayak di Luar Negeri

29 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rapat Pejabat Indonesia, Mahal di Konsumsi, tapi Minim Substansi. Lebih Fokus ke Gedung Rapat dan Konsumsi ketimbang Isi Rapat!

Orang Indonesia Suka Banget Rapat, tapi Nggak Suka Ambil Keputusan, Akhirnya ya, Rapat Lagi!

22 Februari 2026
Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

20 Februari 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

UNNES Semarang Rajin Menambah Mahasiswa, tapi Lupa Menyediakan Parkiran yang Cukup

24 Februari 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang

20 Februari 2026
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar

21 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • 8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman
  • Adhit & Carlo Jikustik Gandeng Klaten Project Rilis Lagu Religi “Tuhan itu Ada”
  • User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi
  • Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa
  • Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara
  • Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.