Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Orang Kota Nggak Cocok Menghabiskan Masa Pensiun di Desa, Nggak Usah Sok-sokan

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
6 Mei 2024
A A
Orang Kota Nggak Cocok Menghabiskan Masa Pensiun di Desa, Nggak Usah Sok-sokan Mojok.co

Orang Kota Nggak Cocok Menghabiskan Masa Pensiun di Desa, Nggak Usah Sok-sokan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kualitas fasilitas kesehatan

“Santai aja, Bang. Di desa pelosok yang mau saya jadikan tempat pensiun sudah ada pustu (puskesmas pembantu). Jadi, perkara faskes beres.” Eiits, belum tentu beres, Gaes. Sekali pun di desa pelosok tempat pensiun kelak sudah ada faskesnya, perlu ditinjau lebih dalam lagi. Apakah faskesnya memiliki peralatan medis yang lengkap? Apakah  jumlah nakesnya sudah cukup untuk mengakomodir kebutuhan desa tersebut?

Kita sama-sama tahu, peralatan medis lengkap hanya ada di kota-kota besar Indonesia. Makanya, misalnya kamu sakit di sebuah puskesmas di Cilacap. Jika penyakitmu nggak sanggup ditangani puskesmas, kemudian kamu akan dirujuk ke rumah sakit di pusat Kota Cilacap. Andai rumah sakit Cilacap nggak mampu menangani juga, biasanya akan dirujuk ke Purwokerto. Begitu seterusnya, bahkan bisa sampai Jakarta.

ADVERTISEMENT

Belum lagi fakta bahwa jumlah nakes di daerah pelosok jelas lebih sedikit ketimbang di kota. Walaupun faskes punya peralatan medis yang lengkap, bila yang mampu mengoperasikannya terbatas, tetap amsyong juga, Gaes. Malah nggak terpakai itu barang.

Oleh sebab itu, buat orang kota, pikir-pikir lagi deh kalau mau pensiun di desa yang pelosok. Pasalnya, ketika kamu sakit, tak semudah itu cari faskes yang berkualitas dan cocok. Beda kalau di kota, pilihan faskesnya jauh lebih banyak.

Sarana dan prasarana untuk kelompok rentan jarang di pedesaan

Semakin tua, bukan hanya faskes yang dekat dan berkualitas saja yang dibutuhkan. Kita perlu juga yang namanya sarana dan prasarana untuk kelompok rentan. Yang termasuk kelompok rentan adalah lansia, anak, perempuan dan penyandang disabilitas.

Kala masih muda, kita nggak butuh yang namanya lift untuk berpindah lantai. Lha wong tubuhnya masih bugar. Cuma naik satu atau dua lantai mah nggak bakal terasa. Silakan bandingkan ketika sudah masuk usia senja. Buat naik tangga satu lantai saja, pasti akan nyari-nyari lift. Lantaran tulang dan sendi mulai melemah.

Kira-kira fasilitas untuk kelompok rentan itu sudah ada belum di desa-desa tempat kamu pensiun besok? Apabila belum ada, rajin-rajin olahraga dan biasakan naik tangga. Agar kaki tetap kuat sampai memasuki usia uzur.

Buat seluruh orang yang tinggal di daerah perkotaan, sebelum terlambat, susun kembali rencana tempat pensiun kelak. Jangan sampai sudah mantap pindah ke desa saat pensiun, tapi malah menyesal. Jangan berharap pemerintah bakal menyulap beberapa persoalan tadi dengan sekejap. Karena di antara semua kepahitan hidup, yang paling pahit adalah berharap pada pemerintah.

Baca Juga:

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Menjamurnya Rekomendasi Tempat Tinggal setelah Pensiun Adalah Gerbang Menuju Keruwetan Daerah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 7 Mei 2024 oleh

Tags: Desakotaorang kotapensiun di desatempat pensiun
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

5 Hal Nggak Enaknya Jadi Guru di Desa terminal mojok

5 Hal Nggak Enaknya Jadi Guru di Desa

17 Desember 2021
Jangan Menua di Balikpapan, Daerahnya Nggak Cocok Jadi Tempat Pensiun Mojok.co

Jangan Menua di Balikpapan, Daerahnya Nggak Cocok Jadi Tempat Pensiun

2 Agustus 2024
5 Hal yang Bikin Saya Nggak Betah Tinggal di Desa

Romantisasi Desa Lama-lama Terdengar Begitu Menggelikan

16 April 2023
persahabatan

Di Kampung Saya, Bahasa Indonesia Masih Dianggap Milik Orang Kota

3 Mei 2020
orang desa, orang kabupaten

Yang Luput Dipahami Perkara Orang Kabupaten yang (Terpaksa) Mengaku Berasal dari Kota Besar

28 Oktober 2021
Jogja Memang Bukan Tempat Pensiun Ideal Orang Kota, Jangan Sampai Menderita di Daerah Istimewa

Jogja Memang Bukan Tempat Pensiun Ideal Orang Kota, Jangan Sampai Menderita di Daerah Istimewa

5 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026
Iuran wajib Hari Kemerdekaan Indonesia itu penjajahan gaya baru (Unsplash)

Tradisi iuran wajib untuk perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di kampung itu nggak masuk akal karena nggak semua warga punya uang sisa cuma buat panggung hiburan yang bikin berisik

9 Agustus 2026
Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara dangdut D’Academy Mojok.co

Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara Dangdut Academy

5 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.