Sebagai orang yang sering wira-wiri di Malang, berkendara melewati jalan berlubang adalah hal yang sangat biasa dan sudah menjadi bagian yang nggak terpisahkan dari kisah hidup saya. Semakin saya sering wira-wiri di Malang, semakin saya belajar berkendara dengan memiliki refleks yang bagus untuk bermanuver menghindari jalan berlubang.
Ditambah lagi, ketika berkendara di malam hari, refleks pengendara untuk bermanuver menghindari jalan berlubang benar-benar diuji. Sudahlah gelap, kadang jalan berlubang nggak kelihatan karena jalanan yang ramai pengendara. Sebab ketika jalanan ramai, lubang-lubang tertutup oleh mobil di depan kita. Otomatis, kita tidak punya waktu untuk menghindari lubang tersebut.
Hal itu juga yang membuat pengendara menghafal di jalan mana saja yang terdapat jalan berlubang. Tujuannya adalah ketika nantinya melewati jalan itu lagi, pengendara sudah siap dari jauh untuk menghindar dari jalan berlubang itu.
Refleks setara pembalap MotoGP
Tapi, menghafal jalan berlubang saja nggak cukup jika berkendara di malang. Karena seiring dengan seringnya hujan, kadang-kadang ada jalan yang biasa dilewati dan mulus-mulus saja, tiba-tiba ada jalan berlubangnya karena hujan.
Dan jalan menjadi berlubang tidak selalu karena hujan, kadang-kadang jalan bisa berlubang karena sering dilewati oleh truk-truk besar. Ini akan terasa ketika dari tengah Kota Malang lalu ke arah selatan ke Kabupaten Malang, jalanan ke arah sana seringnya berlubang karena truk-truk besar yang lewat karena di sana ada dua pabrik gula, yakni Kebonagung dan Krebet.
Jadi, refleks yang bagus untuk bermanuver menghindari jalan berlubang dalam hitungan milidetik tetap sangat-sangat diperlukan bagi pengendara di Malang. Pengalaman-pengalaman seperti ini yang membuat pengendara di Malang memiliki refleks yang setara dengan pembalap MotoGP dan layak mendapat predikat sebagai pengendara dengan refleks terbaik.
Perbaikan jalan adalah solusi sementara, solusi terbaik justru ada di diri kita sendiri
Perbaikan jalan berlubang sejauh ini hanya jadi solusi sementara. Karena setiap kali ada perbaikan jalan, dalam hitungan minggu jalan itu akan kembali berlubang lagi. Siklus ini akan selalu berulang yang entah akan berakhir kapan.
Oleh karena itu, solusi terbaik ada di diri kita sendiri sebagai pengendara di Malang. Memiliki refleks terbaik untuk bermanuver menghindari jalan berlubang adalah skill yang wajib dimiliki.
Selain memiliki refleks terbaik, jalan berlubang di Malang ini mengajarkan pengendara untuk selalu menjaga ekspektasi ketika ada perbaikan jalan berlubang. Jaga ekspektasi ini dilakukan karena tahu bahwa dalam hitungan minggu saja, jalanan akan kembali berlubang lagi.
Sikap jaga ekspektasi ketika ada perbaikan jalan berlubang seperti ini membuat pengendara tidak berharap banyak dengan itu. Karena pengendara tahu bahwa dalam hitungan minggu, jalanan akan kembali berlubang lagi. Sikap seperti ini diperlukan dalam kehidupan.
Pendidikan informal sejati yang ada di Malang
Sebagai kota pendidikan, inilah pendidikan informal sejati yang ada di Malang. Skill refleks terbaik untuk bermanuver menghindari jalan berlubang dalam hitungan milidetik adalah skill yang sangat mahal dan berguna untuk hal-hal lain di luar berkendara. Misalnya refleks menangkap gelas minum yang mau jatuh ke lantai, itu membutuhkan refleks dalam hitungan milidetik.
Begitu juga dengan sikap jaga ekspektasi. Ini akan berguna untuk mendukung tim olahraga kesayangan kita di suatu pertandingan, kita harus selalu tetap jaga ekspektasi dan nggak boleh jumawa ketika tim olahraga kesayangan kita bagus di awal pertandingan.
Dan ya, jalan berlubang akan selalu menjadi kisah hidup yang nggak terpisahkan bagi pengendara di Malang. Jalan berlubang di Malang menjadi salah satu basis pendidikan informal yang sangat berguna di kehidupan sehari-hari.
Penulis: Farhan Madinanta Adyatma
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA 5 Jalan di Malang yang Lebih Pantas Disebut Rintangan Benteng Takeshi
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















