Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Pengalaman Pertama Belanja di Mirota sebagai Pelanggan Superindo: Skeptis yang Akhirnya Takluk di Rak Tahu Putih

Wahyu Tri Utami oleh Wahyu Tri Utami
19 Oktober 2025
A A
Pengalaman Pertama Belanja di Mirota sebagai Pelanggan Superindo: Skeptis yang Akhirnya Takluk di Rak Tahu Putih

Pengalaman Pertama Belanja di Mirota sebagai Pelanggan Superindo: Skeptis yang Akhirnya Takluk di Rak Tahu Putih

Share on FacebookShare on Twitter

Mirota nyatanya memang lebih murah ketimbang Superindo, dan kalau kalian nggak percaya, mending coba sendiri

Sebagai orang yang sudah sekian lama langganan belanja bulanan di Superindo, saya termasuk tipe pembeli yang setia. Bukan karena ada promo khusus atau kasirnya ramah, tapi karena saya sudah hafal di mana letak semua barang yang saya butuhkan. Belanja di Superindo itu seperti main di rumah sendiri. Rasanya nyaman, tenang, dan tidak banyak kejutan.

Tapi lalu datanglah teman-teman saya yang bilang begini: “Wih, kayak orang kaya aja belanjanya di Superindo. Di Mirota itu lebih murah!”

Saya, dengan sedikit skeptis (dan sedikit malas), hanya menanggapi dengan “Ah masa sih?” Tapi lama-lama saya jadi penasaran juga. Soalnya, kalau sampai banyak orang bilang Mirota lebih murah, pasti ada benarnya. Akhirnya, di suatu Sabtu yang agak mendung, saya memutuskan untuk membuktikannya sendiri.

Pengalaman pertama belanja di Mirota

Kebetulan, Mirota cabang Kaliurang letaknya bersebelahan dengan Superindo Kaliurang. Jadi kalau ternyata tidak semurah yang digembar-gemborkan, saya bisa langsung melipir dan kembali ke pelukan supermarket langganan. Saya masuk, menaruh ransel di penitipan barang (yang nanti akan saya bahas lebih dalam karena ini pengalaman agak mengganggu), lalu mulai berkeliling lantai satu.

Kesan pertama: padat tapi hidup. Suasananya agak “tradisional modern”, rak-raknya rapat, lampunya agak hangat, dan AC-nya tidak bisa dibilang dingin, tapi cukup membuat keringat tidak mengucur deras. Saya sempat berpikir, “Oh, mungkin ini bagian dari strategi harga murahnya, yaitu hemat listrik.”

Saya langsung menuju beberapa rak barang yang biasanya jadi andalan saya di Superindo. Di sinilah momen yang membuat skeptisisme saya mulai goyah. Tahu putih yang biasa saya beli Rp16.500 di Superindo, di Mirota ternyata cuma Rp13.500. Lumayan banget, tiga ribu rupiah bisa buat beli sebungkus mi instan.

Lalu jamur enoki, yang biasa saya goreng crispy pakai tepung bumbu serbaguna, di Superindo harganya Rp6.000, di Mirota cuma Rp4.000. Saya sampai ambil dua bungkus karena merasa sedang memenangkan sesuatu.

Baca Juga:

4 Kelebihan Produk Superindo yang Tidak Dikatakan Orang-orang

4 Produk Superindo Terbaik yang Layak Dibeli, Dijamin Nggak Menyesal

Harga-harga lain pun ternyata lebih bersahabat di Mirota. Dari sabun cuci piring sampai bumbu dapur, semua selisihnya terasa, walaupun tidak selalu besar. Tapi tetap saja, kalau total belanja bulanan bisa lebih hemat belasan ribu, siapa yang tidak tergoda?

Plus minus belanja di Mirota

Tentu tidak ada pengalaman yang sempurna. Di Mirota saya tidak menemukan konter daging segar seperti di Superindo. Ini agak menyulitkan buat saya yang biasa beli daging ayam dan ati ampela untuk dibuat sambal goreng. Pilihannya di Mirota lebih terbatas, kebanyakan produk frozen yang sudah dibungkus. Mungkin karena fokusnya memang bukan di fresh food.

Lalu soal AC, entah karena hari itu ramai atau memang setelan standarnya seperti itu, tapi hawanya agak gerah. Kalau dibandingkan dengan Superindo yang dinginnya kadang bikin ingin pakai jaket, Mirota terasa seperti toko kelontong besar yang sedang hemat energi.

Dan yang paling saya sayangkan: aturan penitipan tas ransel. Di Superindo, saya biasa belanja sambil tetap membawa ransel di punggung. Tidak pernah ada masalah, walau kadang isinya cuma dompet dan botol air minum. Tapi di Mirota, tas harus dititipkan. Saya paham alasannya mungkin soal keamanan, tapi tetap saja rasanya tidak nyaman harus berbelanja tanpa barang pribadi yang sudah biasa melekat di punggung.

Namun setelah selesai keliling dan membayar di kasir, saya akhirnya harus mengakui sesuatu: teman-teman saya benar. Mirota memang lebih murah. Dan meski saya tidak bisa menemukan daging segar atau menikmati sejuknya AC seperti di Superindo, saya tetap merasa menang karena total belanja saya hari itu jauh lebih ringan di dompet.

Jangan terlalu fanatik pada satu supermarket

Skeptisisme saya resmi kalah di rak tahu putih. Saya keluar dari Mirota dengan dua kantong besar belanjaan dan pikiran baru: mungkin sudah saatnya tidak terlalu fanatik pada satu supermarket. Kadang, sedikit melipir dari kebiasaan akan membawa kita menemukan hal-hal kecil yang menyenangkan, salah satunya dalam bentuk diskon tiga ribu rupiah per bungkus tahu.

Jadi, apakah saya akan belanja di Mirota lagi? Oh tentu, dengan catatan: saya akan datang di pagi hari, biar AC-nya belum kalah sama keramaian.

Penulis: Wahyu Tri Utami
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pengalaman Saya Jadi Bukti Belanja di Mirota Kampus Lebih Menyenangkan ketimbang Pamella Supermarket

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2025 oleh

Tags: harga di superindomirota kaliurangmirota kampussuperindo kaliurang
Wahyu Tri Utami

Wahyu Tri Utami

Pembaca buku, penonton film, penulis konten. Sesekali jadi penyelam andal (di internet, bukan di air).

ArtikelTerkait

Benarkah Mahasiswa UNY Adalah (Calon) Mahasiswa yang Terbuang dari UGM? Iya, tapi Nggak Juga Jogja kuliah di UGM warung makan sekitar UGM seleksi masuk ugm jurusan s1 UGM

6 Warung Makan Sekitar UGM yang Underrated, Dijamin Enak dan Nggak Akan Bikin Menyesal!

8 Agustus 2024
Fun Fact Hari Jumat (Bagian 2): Nggak Cuma Masjid, Supermarket Juga Bisa Ramai

Fun Fact Hari Jumat (Bagian 2): Nggak Cuma Masjid, Supermarket Juga Bisa Ramai

15 November 2019
3 Alasan Saya Berpaling ke Hari Hari Pasar Swalayan Setelah Sekian Lama Berbelanja di Superindo

3 Alasan Saya Berpaling ke Hari Hari Pasar Swalayan setelah Sekian Lama Berbelanja di Superindo

23 Oktober 2025
Mirota Kampus Jogja Menyimpan 3 Dosa Kecil yang Begitu Awet (Unsplash)

3 Dosa Kecil Mirota Kampus Jogja yang Puluhan Tahun Masih Ada dan Bikin Nggak Nyaman Pelanggan Lama

14 April 2024
4 Kelebihan Produk Superindo yang Tidak Dikatakan Orang-orang

4 Kelebihan Produk Superindo yang Tidak Dikatakan Orang-orang

12 November 2025
Manna Kampus: Tempat Belanja Sempurna di Jogja yang Jadi Idola Mahasiswa

Manna Kampus: Tempat Belanja Sempurna di Jogja yang Jadi Idola Mahasiswa

14 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan Mojok.co

3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan

29 Januari 2026
Banyuwangi Horor, Kebohongan yang Sempat Dipercaya Banyak Orang Mojok.co

Banyuwangi Horor, Kebohongan yang Sempat Dipercaya Banyak Orang

27 Januari 2026
UT, Kampus yang Paling Mengerti Mahasiswa. Nggak Perlu Panggung untuk Bisa Berprestasi

UT, Kampus yang Paling Mengerti Mahasiswa. Nggak Perlu Panggung untuk Bisa Berprestasi

27 Januari 2026
5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata (Gil Ribeiro via Unsplash)

5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata

30 Januari 2026
Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026
Malang Hari Ini Adalah Definisi Cantik tapi Toxic (Unsplash)

Sisi Gelap Malang Hari ini: Masih Cantik, tapi Semakin Toxic

25 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.