Ini kali ketiga saya singgah di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) International Airport. Dan, kali ini saya baru punya kesempatan untuk eksplore tempat yang lebih populer dengan nama Bandara Sepinggan Balikpapan itu. Jelas pengalaman eksplore airport terbaik di kategori bandara kelas penumpang 5-15 juta ini akan menyenangkan.Ā
FYI aja nih, tahun 2022 Bandara SAMS Sepinggan juga mendapatkan penghargaan “The Airport Council General’s Roll of Excellence in Airport Service Quality“. Penghargaan ini hanya diberikan kepada bandara yang telah menerima penghargaan ASQ Award dari ACI 5 kali dalam 5 tahun secara berturut-turut. Dengan predikat ini, Bandara Sepinggan Balikpapan jadi satu-satunya airport di Indonesia yang mampu secara konsisten memperoleh dan mempertahankan gelar tersebut.
Di kesempatan kali ini, jadwal penerbangan sayaĀ pukul 18.10, tapi saya sudah tiba di depan counter check-in dua jam sebelumnya. Alasannya sederhana, saya tidak suka deg-degan karena terburu-buru dan pengin tahu seperti apa sih bandara yang katanya terbaik ini.Ā
Saya berkeliling. Hmm ⦠bandara ini ternyata cukup luas dengan gate yang berjajar lurus. Tergolong bersih, AC dingin, dan memang petugasnya ramah-ramah. Tidak ada yang terlalu spesial bagi saya, sampai akhirnya mata saya menangkap ada yang menarik di sudut dekat Gate 11: Airport Cinema.
Menjajal nonton di bioskop Bandara Sepinggan Balikpapan
Sebagai seseorang yang sineas banget (selfclaiming), ini menjadi hal yang menarik. Saya mencoba mendekat dan melihat apakah fasilitas ini memang untuk umum atau tidak. Semakin dekat, saya melihat ada mbak-mbak penjaga persis seperti di bioskop-bioskop komersil di mal. Mata saya sempat memindai cepat peraturan dan melihat jadwal tayangnya. Tidak ada syarat khusus untuk bisa menikmati fasilitas bioskop ini. Saya cukup menunjukkan boarding pass saja. Jadwal penayangan terbagi menjadi 3 waktu, 07.00-09.00 WITA, 11.00-13.00 WITA, dan 15.00-17.00 WITA.
Saat itu waktu menunjukkan pukul 16.23 WITA, saya pun bertanya kepada penjaganya apakah saya boleh masuk dan menonton? Tentu saja mbak penjaga menjawab (tidak lupa dengan 3S yaitu salam, senyum, soft spoken), āMasih bisa kak, tapi filmnya tinggal 15 menit lagi selesai dan setelah itu sudah tidak ada jadwal penayangan lagi (showtime terakhir).ā Ibarat kata sudah kadung penasaran, saya tetap mengiyakan supaya bisa merasakan pengalaman nonton bioskop di bandara.
Saya masuk ke ruangan, tentu saja gelap. Kapasitas bioskop bandara ini sepertinya sekitar 20 kursi (maklum gelap, bisa jadi saya salah hitung). Yang jelas, ruangannya tidak begitu besar, tidak seperti di bioskop-bioskop pada umumnya. Saat itu film yang diputar adalah film barat. Maafkan saya juga lupa judulnya apa toh saya datang 15 menit terakhir, yang jelas ada naga jahat yang nyaris dibunuh oleh tokoh utamanya.Ā
Oh iya, untuk judul film yang ditayangkan tergantung dari bandaranya ya. Penonton tidak bisa milih. Saya takjub, ini di luar ekspektasi. Airport cinema di bandara ini punya kursi yang niat, berbentuk sofa dan empuk. Bahkan sepertinya mirip sekali kursi bioskop premiere. Nyaman sekali untuk punggung yang sudah berjuang membawa backpack 25L.Ā Bicara dari segi layar sebenarnya ya gitu-gitu aja sih, tidak terlalu besar,Ā tapi sudah berasa bioskop kok. Kualitas audionya pun tergolong mantap.Ā
Nggak bikin dompet menjerit
Bagian terpenting, fasilitas airport cinema ini free of charge alias gratis. Ini menjadi alternatif terbaik bagi penumpang yang sedang paceklik, yang nggak punya opsi untuk nunggu terbang sambil nongkrong beli kopi. Pun juga solusi bagi penumpang yang hobi nonton, daripada nonton di layar handphone/tablet/laptop yang hanya beberapa inch.
Oh iya, fasilitas airport cinema ini katanya hanya ada 3 di Indonesia. Selain di Bandara Sepinggan-Balikpapan, bioskop juga berada di Kualanamu Medan, Terminal 3 Soetta, dan Sepinggan Balikpapan). Bioskop bandara ini sebenarnya sudah ada sejak 2016, tapi sempat on-off pas covid kemarin. Saya sih berharap banget, supaya fasilitas ini dipertahankan ya, besar lagi harapan saya bisa nambah di bandara-bandara lain seperti YIA misalnya. Aaamiiiiiiin.Ā
Penulis: Mozara Kartika Putri
Editor: Kenia IntanĀ
BACA JUGA Bus Efisiensi Penyelamat Warga Purwokerto yang Ingin āTerbangā dari Bandara YIA
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















