Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pengalaman Motoran Jogja-Posong Temanggung: Akses Jalan Bikin Nyerah, tapi Pemandangan Bikin Betah

Rachelia Methasary oleh Rachelia Methasary
20 September 2025
A A
Wisata Alam Posong Temanggung Berubah: Dulu Indah, Sekarang Bikin Pengunjung Kecewa

Wisata Alam Posong Temanggung Berubah: Dulu Indah, Sekarang Bikin Pengunjung Kecewa (Susan Wibowo via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah cukup lama Wisata Posong Temanggung antre dalam bucket list travelling saya. Rencana sih mau dieksekusi saat berkuliah di Jogja karena nggak terlalu jauh. Eh, nyatanya Posong belum sempat disambangi sampai saya kembali lagi ke Ibu Kota. Waktu sih banyak ya tapi mau OTW maju mundur terus. Kenapa? Karena ketika saya cek Google Maps, jarak Jogja-Posong bikin stress duluan, sekitar 90 KM! Duh, mau healing aja jauh amat.

Saat kunjungan ke Jogja kemarin, akhirnya saya main juga ke Posong. Motoran bersama seorang teman yang nggak peduli jarak dan waktu. Pokoknya gas aja. Untungnya pagi itu cuaca lagi cerah, jadi perjalanan ini bisa ditempuh dengan bahagia. Kami lewat Jalan Magelang terus ke arah Muntilan dan Kota Magelang. Lalu kami melalui Jalan Raya Secang dan berbelok ke Kabupaten Temanggung.

Ketika melewati Kota Temanggung, saya kagum dengan kota kecil yang tenang ini. Udaranya sejuk dan tentunya minim polusi. Kontur jalan masih halus dan sangat aman dilalui motor matic mungil kami. 2 jam sudah kami lalui dan sejenak rehat di sebuah spot terkenal, Waroeng Jadoel yang buka 24 jam.

Akses jalan ke Posong seperti jalur offroad, motormu harus sehat

Untuk mencapai Posong, kami membutuhkan waktu sekitar 1 jam dari kota. Google Maps siap menjadi penunjuk arah asal sinyal kuat. Oke, saya masih menikmati udara segar dan panorama hijau sepanjang jalan. Rutenya lumayan berkelok dan menanjak tapi masih manusiawi untuk motor, minimal nggak ngeden mesinnya. Tak lupa mengambil beberapa gambar dan video untuk kebutuhan medsos.

Setelah sampai di gapura Desa Posong, dibutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mencapai Wisata Alam Posong. Kalau bawa mobil, kamu bisa parkir di dekat warung dan naik ojek. Untuk motor, boleh sampai atas. Dimulailah petualangan offroad dengan akses jalan menanjak, berliku, serta berbatu. Motor Mio kami dipaksa bekerja keras mengantarkan kami berlibur. Banyak juga motor yang senasib, nggak kuat nanjak. Ada yang akhirnya jalan kaki, ada juga yang naik ojek.

Motor yang kami tumpangi tidak sekuat itu, saya pun turun dan berjalan santai sampai ke lokasi. Itung-itung sekalian olahraga dan mengambil foto alam Posong dengan hamparan tanaman tembakau dan sayuran hijau di kiri kanan. Beberapa ojek menawari jasa tapi saya tolak karena memang ingin bakar kalori. Mereka sempat bingung wanita semanis saya kok kuat jalan kaki. Hehehe.

Pulangnya pun sama-sama menegangkan karena sang driver harus pandai mengatur rem tangan. Motor matic bahaya ketika turunan tajam dan berbatu seperti itu. Untungnya teman saya ini pembalap. Aman deh. Intinya, kalau mau ke Posong motoran, kendaraanmu harus sehat walafiat ya.

View Sindoro-Sumbing bikin betah berlama-lama

Wisata Alam Posong Temanggung terletak di kaki Gunung Sindoro yang megah. Kamu juga bisa menikmati view Gunung Sumbing. Posong menawarkan pemandangan magis Sindoro-Sumbing yang bikin pengunjung betah. Sejenak jauh dari keributan kota dan bahkan sampai lupa kalau ke sini butuh effort yang luar biasa. Untuk tiket masuk lumayan mahal sih sebesar Rp25 ribu (5 ribu untuk parkir). Namun, cukup worth it dengan suguhan bentang alam yang paling indah se-jawa Tengah.

Baca Juga:

Temanggung yang Terkenal Nyaman Bisa Bikin Orang Jombang Nggak Betah

Hal yang Biasa Dijumpai di Temanggung, Daerah Lain Nggak Punya. Salah Satunya Pemandangan Jaran Kepang di Jalan

Udara dingin khas pegunungan yang segar membuat saya ingin berlama-lama, maklum di Ibu kota nggak ada yang beginian. Di kawasan ini juga terdapat beberapa warung kopi yang bisa digunakan untuk istirahat dan mengisi perut. Jika ingin menginap, Wisata Posong menyediakan glamping dengan biaya sekitar Rp 150 ribu per-orang. Bisa nih jadi rekomendasi ciamik kalau malas pulang-pergi.

Selain warung makan, di sini kamu bisa santai di gazebo dengan syarat harus memesan makan terlebih dahulu. Kalau mau lesehan juga bisa menyewa tikar. Seru banget piknik sambil memandangi Sindoro-Sumbing sampai sore.

Apakah worth it untuk dikunjungi lagi?

Jawaban dari saya adalah tentu saja, tapi tidak dalam waktu dekat ini. Mengunjungi Posong Temanggung membutuhkan kendaraan yang tahan banting. Apalagi jika kamu berangkat dari wilayah yang cukup jauh, Jogja misalnya atau bahkan Jakarta. Kamu perlu mempersiapkan banyak hal untuk kembali berwisata ke sini, mulai dari transportasi sampai akomodasi.

Saran saya sih menginap ya karena di sekitar Temanggung masih banyak wisata yang bisa dieksplor. Bahkan kalau ada waktu panjang, kamu bisa meneruskan perjalanan sampai Wonosobo atau Dieng.

Meskipun demikian, saya belum banyak menemukan kafe atau restoran dengan view alam di Posong. Kurang afdal rasanya kalau belum ngopi di coffee shop estetik dengan tema “back to nature” jika sedang plesiran. Mungkin bisa mencontoh Wonosobo yang terkenal dengan kebun teh, kamu bisa melihat sejumlah kafe di sekitarnya dengan latar hamparan hijau. Sekarang kan sedang ngetren “ngopi with a view”, nah Posong bisa mengembangkan hal tersebut.

Ya semoga kunjungan selanjutnya saya sudah bisa nyeruput kopi khas Temanggung sambil chill di sebuah coffee shop yang instagramable di Posong.

Saya mau lagi sih motoran Jogja-Posong Temanggung, ada yang mau join nggak? Yuk touring bersama!

Penulis: Rachelia Methasary
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 3 Aktivitas yang Bisa Kamu Lakukan di Temanggung selain ke Posong

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 September 2025 oleh

Tags: gunung sindorojarak jogja-posongPosong Temanggungtemanggungwisata alam posong
Rachelia Methasary

Rachelia Methasary

Pustakawan di ibu kota yang senang ngopi, traveling, dan baca buku. Lebih memilih tempat yang sepi dan tenang karena introvert.

ArtikelTerkait

Nggak Semua Wilayah Kabupaten Temanggung Cocok buat Slow Living, Kecamatan Kranggan Buktinya

Nggak Semua Wilayah Kabupaten Temanggung Cocok buat Slow Living, Kecamatan Kranggan Buktinya

19 Desember 2024
Kedu, Kecamatan Paling Strategis di Kabupaten Temanggung dan Jadi Tempat Tinggal Terbaik

Kedu, Kecamatan Paling Strategis di Kabupaten Temanggung dan Jadi Tempat Tinggal Terbaik

8 Maret 2024
Bajingan singkong

Bajingan, Kuliner Khas Temanggung yang Penuh Makna Kehidupan

24 Juli 2023
Alun-alun Temanggung Makin Memprihatinkan, Bikin Pusing! (Unsplash) citywalk temanggung

Citywalk Temanggung: Harapan Baru atau Lagu Lama Fasilitas Umum di Kota Tembakau?

9 Desember 2024
Wisata Purworejo Kurang Menggoda Dibanding Daerah Plat AA Lain, padahal Potensial

Wisata Purworejo Kurang Menggoda Dibanding Daerah Plat AA Lain, padahal Potensial

27 September 2025
Kisah Penjual Bakpao di Temanggung yang Tetap Merana meski Berganti Dagangan di Bulan Puasa

Kisah Penjual Bakpao di Temanggung yang Tetap Merana meski Berganti Dagangan di Bulan Puasa

30 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebiasaan Buruk Mahasiswa Saat Menghubungi Dosen, Tolong Jangan Dilakukan Mojok.co

Chat Aneh Mahasiswa ke Dosen Muda, Tolong Jangan Dibiasakan

30 Mei 2026
Bahaya di Gamping Sleman Ketika Anak Muda Kecanduan Judol (Unsplash)

Derita yang Saya Alami ketika Melihat Anak Muda Gamping Sleman Kecanduan Judol: Mereka Bukan Pemalas, tapi Sadar Pemasukan Situasi Ekonomi Makin Berart

1 Juni 2026
11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu Mojok.co

11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu

29 Mei 2026
Orang Salatiga vs Kabupaten Semarang Siapa yang Suka Bohong (Unsplash)

Salatiga Memang Dicap Numpang wisata Daerah Kabupaten Semarang, tapi Warga Kabupaten Semarang Lebih Parah karena Ngaku-ngaku dari Salatiga

31 Mei 2026
Korupsi Mandala Krida Bunuh Marwah Jogja Kota Budaya (Wikimedia Commons)

Kasus Korupsi Mandala Krida Membuat Jogja Kehilangan Marwahnya Sebagai Kota Beradab

29 Mei 2026
Soto, Kuliner Solo Bukan Makanan, tapi Jimat Bertahan Hidup (unsplash)

Soto, Warisan Budaya di Khazanah Kuliner Solo yang Tidak Lagi Dianggap Makanan, tapi Cara Bertahan Hidup

31 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.