Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Gadget

Pengalaman Menggunakan Produk Elektronik Limbah Jepang: Spesifikasi Dewa, Harga Ramah Rakyat Jelata!

David Aji Pangestu oleh David Aji Pangestu
22 Agustus 2024
A A
Pengalaman Menggunakan Produk Elektronik Limbah Jepang: Spesifikasi Dewa, Harga Ramah Rakyat Jelata!

Pengalaman Menggunakan Produk Elektronik Limbah Jepang: Spesifikasi Dewa, Harga Ramah Rakyat Jelata!

Share on FacebookShare on Twitter

Produk elektronik limbah Jepang ini terlalu menggiurkan untuk dilewatkan. Spesifikasi mumpuni, harga bikin dompet senyum berseri!

Produk elektronik merupakan salah satu barang yang harus dibeli secara teliti dan hati-hati. Tidak boleh serampangan, apalagi hanya melihat dari kondisi fisiknya. Pasalnya, banyak barang elektronik, terutama yang dijual dalam kondisi bekas dengan tampilan luar yang memikat, tetapi bagian dalamnya sudah tidak karuan. Pada saat seperti inilah kita dapat memakai ungkapan, “Don’t judge book by its cover!”. Tampilan fisik tidak merepresentasikan secara langsung kondisi dalamnya, dalam hal ini produk elektronik.

Atas alasan tersebut, banyak orang lebih memilih barang baru daripada bekas untuk produk elektronik. Alasannya sederhana: agar tidak rugi atau tertipu dengan tampilan luar yang terlihat memukau. Tentunya, taktik semacam ini berlaku bagi orang-orang yang punya budget memadai dan dikombinasikan dengan ketidakmahiran dalam mengecek kondisi produk elektronik tertentu. Kalaupun kepepet, orang-orang seperti ini akan beli barang bekas di toko offline yang mempunyai gerai besar, dengan konsekuensi harga yang lebih melambung. Jadi lebih hemat dan aman daripada beli baru. Namun, bagi saya, trik tersebut masih belum cukup.

Produk eks-Jepang terlalu menggiurkan

Sejak usia SD, saya sudah terbiasa beli produk elektronik dengan kondisi bekas pakai, terutama handphone. Jadi, “berpengalaman selama lebih dari 10 tahun dalam jual-beli produk elektronik” dapat saya sematkan di profil LinkedIn, jika memang itu berguna untuk karir profesional. Mulai dari handphone dengan harga puluhan ribu, beberapa juta, hingga laptop satu jutaan sampai di atasnya, pernah saya cicipi. Namun, dalam beberapa tahun ke belakang, ada satu kategori produk yang sangat cocok bagi orang seperti saya yang mempunyai dompet pas-pasan, yaitu produk elektronik eks-Jepang, atau sering disebut limbah Jepang.

Secara sederhana, produk elektronik limbah Jepang yang saya maksud di sini adalah produk-produk elektronik dari Jepang yang masa pakainya sudah habis atau spesifikasinya ketinggalan untuk menjalankan fungsi tertentu. Umumnya, elektronik limbah Jepang ini berasal dari perusahaan bidang IT, perusahaan provider, maupun distributor smartphone.

Elektronik limbah Jepang ini termasuk melimpah ketersediaannya, terutama smartphone karena sistem pembelian di Jepang umumnya menggunakan mekanisme kontrak. Jadi, ketika masa kontrak berakhir, unit smartphone tersebut dapat ditukar dengan yang baru. Nah, unit yang lama umumnya sudah tidak lagi diminati karena sudah dianggap ketinggalan zaman teknologinya, atau memiliki harga yang tidak jauh berbeda jika mengambil unit keluaran lama maupun baru. Oleh sebab itu, banyak smartphone yang baru keluar dua tahun lalu, tetapi dijual dengan harga miring karena memang sudah tidak diminati lagi.

Limbah Jepang yang pernah saya pinang

Smartphone pertama saya yang dapat dikategorikan sebagai produk limbah Jepang adalah Sharp Aquos yang dibeli pada 2019. Saya lupa tipe persisnya, tetapi smartphone tersebut bertahan dua tahun lebih sebelum batrenya nge-drop. Namun, untuk smartphone dengan harga Rp750 ribu saja, itu sudah sangat worth it. Bahkan, saya bisa katakan masih sangat bisa bersaing dengan smartphone dua jutaan kala itu. Kamera jernih, multitasking oke banget. Intinya, untuk kebutuhan dasar, sangat mumpuni.

Selain itu, saya juga pernah memakai Sony XZ1 versi AU. Selama setahun lebih pemakaian, tidak pernah rewel. Di tahun 2022, smartphone ini dapat dikatakan satu-satunya yang bisa main game Genshin Impact bermodal 1,5 jutaan saja. Meskipun nyatanya, smartphone ini nggak saya pakai buat nge-game. Saya lebih sering memakainya untuk foto-foto dan ngonten di Instagram.

Baca Juga:

Saya Pakai ThinkPad Bukan karena Saya Pekerja Keras, tapi karena Malas

5 Alasan Tablet Mahalmu Tidak Bakal Bisa Menggantikan Fungsi Laptop 4 Jutaan

Pembelian terakhir saya di tahun ini adalah laptop Fujitsu U939 yang saya beli sekitar sebulan lalu. Laptop ini saya beli setelah laptop Asus Celeron yang pernah saya jadikan tulisan itu, sudah sangat menyebalkan keleletannya dan layarnya tiba-tiba rusak. Akhirnya, saya lebih memilih untuk membeli laptop limbah Jepang yang dengan harga kurang dari 3 juta, sudah dapat prosesor Intel i7 generasi ke-8 dengan ram 8GB.

Meskipun prosesornya terdengar agak tua, ini adalah peningkatan signifikan bagi saya yang sebelumnya pengguna Intel Celeron. Saya berani bilang, dengan budget kurang dari 3 juta ini, saya bisa menantang laptop Asus, HP, dan Acer dengan harga baru 5-6 juta. Soalnya, setelah saya riset sana-sini, dengan harga dua kali si Fujitsu, saya belum tentu bisa dapat spesifikasi laptop baru yang sepadan. Unit yang saya dapat pun terbilang aman  tanpa kendala apapun. Layar tajam, keyboard ada backlight, sensor sidik jari berfungsi, dan ada port thunderbolt. Terlalu sempurna untuk laptop seharga 2,7 juta.

Kekurangan elektronik limbah Jepang

Setelah beberapa tahun mencicipi produk limbah Jepang, termasuk yang tidak saya sebutkan di atas, bukan berarti produk-produk tersebut tanpa kekurangan. Dalam hal penggunaan sehari-hari, salah satu deal breaker khususnya untuk kategori smartphone adalah kapasitas baterai yang kecil jika dibanding produk resmi milik brand-brand lain. Contohnya adalah Google Pixel 3A, smartphone jadul keluaran 2019 yang saya jadikan daily driver sekarang ini, setidaknya perlu tiga kali pengecasan dalam sehari.

Kekurangan lain adalah sparepart yang cukup langka kalau mau beli secara offline. Alhasil, memang harus beli secara online untuk sekadar beli baterai. Merek dan tipe tertentu, bahkan jarang ada yang menjual baterai, taouchscreen, maupun LCD-nya. Hal ini saya alami ketika menggunakan Sharp Aquos yang sudah saya ceritakan sebelumnya.

Selain itu, masalah klasik smartphone limbah Jepang adalah terkait IMEI. Salah satu alasan smartphone-smartphone ini bisa murah karena biasanya memakai IMEI palsu atau suntikan dari smartphone lain. Dalam kasus tertentu, IMEI tersebut tidak dapat bertahan lama karena memang ilegal dalam penggunaannya. Namun, saya tidak pernah mengalami masalah perihal ini. Baik Sony XZ1 maupun Google Pixel 3A, keduanya tidak pernah rewel masalah IMEI meskipun sama-sama pernah saya jadikan daily driver selama setahun lebih.

Ketakutan saya saat ini adalah ketika si Fujitsu U939 yang baru saya pakai satu bulan ini tiba-tiba rusak. Berbeda dengan merek resmi yang beredar di Indonesia, selain langka, sparepart laptop ini juga tergolong lebih mahal. Namun, hal tersebut juga sudah masuk pertimbangan ketika meminang laptop ajaib ini. Semoga laptop tipis dengan bobot kurang dari 1 kg ini juga bakal bertahan lama.

Tetap jadi pilihan terbaik untuk kaum budget pas-pasan

Terlepas dari beberapa kekurangan tersebut, saya bisa menjamin kalau produk elektronik limbah Jepang masih sangat worth it untuk dibeli. Tentunya, dengan konsekuensi-konsekuensi yang sudah saya sebutkan di atas.

Selain itu, sebelum memutuskan untuk membeli elektronik limbah Jepang, pastikan juga di mana kamu akan membelinya. Entah di marketplace, maupun grup Facebook, tetaplah berhati-hati. Hari sial nggak ada yang tahu. Meskipun saya selalu mengalami keberuntungan ketika membeli limbah Jepang, bukan berarti itu tanpa strategi. Lebih aman lagi, kalau memang mau meminang limbah Jepang, lebih baik yang IMEI-nya terdaftar dengan jelas. Kalau IMEI-nya legal, pasti aman.

Ya, kecuali kalau kamu nggak bermasalah sama unit Wi-Fi only. Eh, kan kita dari tadi ngomongin Android, bukan iPhone. Peace!

Penulis: David Aji Pangestu
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Seni Memulung Sampah di Jepang

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Agustus 2024 oleh

Tags: elektronik limbah jepanglaptopproduk elektroniksmartphone
David Aji Pangestu

David Aji Pangestu

Penulis blasteran Jawa-Madura.

ArtikelTerkait

laptop lama linux mojok

Pengalaman Saya Memaksimalkan Laptop Tua dengan Linux

30 Agustus 2020
Mengenang Ponsel BlackBerry dan Kepopulerannya Dulu

Mengenang Ponsel BlackBerry dan Kepopulerannya Dulu

7 Januari 2020
itel able 1

Itel Able 1: Gagal Jadi Killer untuk Laptop Rp4 Jutaan, Acer dan Lenovo Tetap Lebih Baik!

27 September 2021
smartphone

Ketika Smartphone Menginvasi Ruang Keluarga

11 September 2019
Sebaik-baiknya Tas Ransel Adalah Tas Gratisan ASUS

Sebaik-baiknya Tas Ransel Adalah Tas Gratisan ASUS

9 Mei 2023
Balasan untuk Tulisan tentang Film The Social Dilemma yang Katanya Nihil Solusi terminal mojok.co

Film ‘The Social Dilemma’ Nihil Solusi dan Melahirkan Ketakutan Belaka

19 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

Saya Kira Jadi PPPK Bikin Hidup Tenang, Ternyata Cuma Ganti Kecemasan yang Lain

2 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.