Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Pengalaman Buruk yang Saya Alami Saat Naik Bus Efisiensi yang Dikenal sebagai Penguasa Jalur Selatan dan Jawa Tengah

Helena Yovita Junijanto oleh Helena Yovita Junijanto
8 Juli 2024
A A
Pengalaman Buruk yang Saya Alami Saat Naik Bus Efisiensi yang Dikenal sebagai Penguasa Jalur Selatan dan Jawa Tengah

Pengalaman Buruk yang Saya Alami Saat Naik Bus Efisiensi yang Dikenal sebagai Penguasa Jalur Selatan dan Jawa Tengah (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah sejak dulu saya menjadi pengguna bus patas Efisiensi untuk ngelaju dari Kebumen ke Jogja. Salah satu alasannya karena bus satu ini memang lebih baik dibandingkan bus Mulyo, Handoyo, dan bus ekonomi lainnya walaupun terkesan mahal.

Bertahun-tahun lamanya menggunakan bus ini, saya belum juga bosan. Maklum, ada banyak alasan yang bikin saya nyaman, di antaranya AC di dalam bus Efisiensi dingin, harganya terjangkau di kantong, tiap jam bahkan per 15 menit ada jadwal keberangkatan sehingga saya nggak perlu takut ketinggalan bus seperti ketinggalan kereta.

ADVERTISEMENT

Akan tetapi pengalaman berkata lain. Di tengah perjalanan naik bus Efisiensi, saya justru mendapatkan pengalaman buruk. Dan pengalaman buruk tersebut akhirnya membuat saya mikir-mikir ulang tiap kali menggunakan jasa bus patas satu ini.

Pengalaman bertemu sopir bus Efisiensi yang ugal-ugalan

Mau tak mau kita harus mengakui kalau sebenarnya rata-rata sopir bus patas di Indonesia ugal-ugalan. Namanya saja patas, alias cepat dan terbatas. Cepat tibanya, dan terbatas kursinya.

Akan tetapi saya benar-benar merasa trauma saat naik bus Efisiensi untuk pulang ke Kebumen. Waktu itu kebetulan saya sedang sakit infeksi saluran cerna. Saya pun memutuskan untuk kembali ke Kebumen agar bisa bertemu orang tua dan dirawat di rumah sakit yang ada di sana.

Nahas, saya bertemu sopir yang ugal-ugalan. Banternya minta ampun. Padahal biasanya nggak se-ugal-ugalan itu. Saya yang sedang merasa kurang fit akhirnya berkali-kali muntah karena bus yang ngebut dan berkelok dengan cepat.

Waktu itu masih setengah perjalanan, saya bimbang apakah akan meneruskan perjalanan atau pindah naik moda transportasi lain. Saya sempat juga mengatakan pada kernet bus Efisiensi yang saya tumpangi kalau saya sedang sakit, jadi minta sopir untuk pelan-pelan sedikit. Namun sang kernet mengatakan mereka harus kejar setoran dan menyuruh saya minum Antimo. Lantaran saya sudah tak berdaya, akhirnya saya ikuti sarannya dengan minum Antimo dan tidur.

Padahal waktu itu tak hanya saya yang merasa sopir bus terlalu ugal-ugalan, banyak juga penumpang bus yang tak henti-hentinya menyebut nama Allah dan berdoa karena takut dengan kecepatan bus dan manuver dari si sopir. Penumpang lain juga menyarankan sopir bus untuk pelan-pelan saja, tapi ya masih saja seperti itu. Akhirnya penumpang cuma bisa berdoa masing-masing agar perjalanan kami saat itu lancar dan selamat.

Baca Juga:

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

Terminal Cileungsi Bogor Merekam Nasib Angkot Rute Pendek yang Makin Sekarat

Sejak saat itu jujur saja saya merasa takut naik bus patas. Saya takut mendapatkan sopir yang ugal-ugalan lagi.

Pengalaman buruk kirim paket

Bus patas Efisiensi memang tak hanya menyediakan armada transportasi bus untuk perjalanan jarak jauh, tapi juga jasa antar paket. Iya, jasa antar paket yang saya maksud seperti paket JNT, JNE, TIKI, dll. Tarifnya cukup murah dan tibanya pun menyesuaikan dengan perjalanan bus.

Kalau kalian ingin mengirimkan paket dari Kebumen ke Jogja menggunakan armada bus Efisiensi, paket akan dikirim dalam waktu 3 jam sesuai perjalanan bus. Tarifnya seingat saya Rp25 ribu untuk paket berukuran 1-10 kg.

Sayangnya, lagi-lagi saya mendapat pengalaman buruk saat memakai jasa antar paket dari bus Efisiensi ini. Jadi waktu itu orang tua saya mengirimkan legalisir ijazah dari Kebumen ke Jogja. Namun baru sampai Ambar Ketawang, amplop dan legalisir ijazah saya basah karena amplopnya diletakkan di bawah plastik yang berisikan cairan.

Memang itu bisa dibilang salah saya juga karena mengirimkan dokumen penting tapi nggak diberi plastik tambahan. Tapi harusnya pihak bus Efisiensi juga tidak mencampur paket dokumen dan barang menjadi satu.

Saya mengajukan komplain ke pihak bus. Mereka menerima komplain saya dan bertanggung jawab dengan memberikan gratis antar paket untuk paket selanjutnya. Karena saya masih punya salinan legalisir lainnya di rumah, jadi saya bisa mengirimkan salinan tersebut ke Jogja lagi.

Saran saya, bus Efisiensi bisa memperbaiki pelayanan agar penumpang dan pengguna jasa jadi lebih nyaman. Misalnya, para sopir diberi pelatihan agar nggak ugal-ugalan karena dapat membahayakan penumpang. Selain itu, soal pengiriman paket pun harapan saya pihak PO bisa memisahkan paket dokumen dan barang sehingga nggak tercampur. Kalau hal-hal sepele ini diperbaiki, pelanggan tentu akan semakin setia menggunakan jasa kalian, kan.

Penulis: Helena Yovita Junijanto
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Mengenal PO Efisiensi, Penguasa Jalur Selatan dengan Klakson Telolet yang Pernah Viral.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Juli 2024 oleh

Tags: Busbus efisiensiefisiensiPO bus
Helena Yovita Junijanto

Helena Yovita Junijanto

Alumnus UGM 2024, Dosen Universitas Terbuka, Peneliti dan Penulis

ArtikelTerkait

KA Sri Tanjung Memang Murah, tapi Soal Kenyamanan Sepanjang Jogja-Banyuwangi, Bus Mila Sejahtera Juaranya

KA Sri Tanjung Memang Murah, tapi Soal Kenyamanan Sepanjang Jogja-Banyuwangi, Bus Mila Sejahtera Juaranya

22 Februari 2024
Percayalah, Pergi Jauh Tanpa Izin Orang Tua Adalah Ide yang Sangat Buruk

Naik Bus Trans Kota Mengajarkan Kita tentang Kesabaran

6 Maret 2020
Trans Jatim, Satu-Satunya Proker Gubernur Jawa Timur yang Patut Diapresiasi

Trans Jatim, Satu-Satunya Proker Gubernur Jawa Timur yang Patut Diapresiasi

15 September 2024
Saya Kapok Naik Bus Ekonomi Madura-Surabaya, Armada Bobrok dan Pelayanan Bintang Satu Mojok.co

Saya Kapok Naik Bus Ekonomi Madura-Surabaya, Armada Bobrok dan Pelayanan Bintang Satu

19 Juni 2024
Membandingkan Kabupaten Ponorogo dan Trenggalek. Mana yang Lebih Maju?

Ponorogo Butuh Transportasi Publik yang Mumpuni, karena Transportasi yang Terintegrasi Bukan Hanya Milik Kota Besar!

27 Agustus 2023
Pengalaman Naik Bus Murni Jaya Rute Pandeglang-Serang: Cara Cepat Menuju Akhirat, Benar-Benar Bikin Tobat Mojok.co

Pengalaman Naik Bus Murni Jaya Rute Pandeglang-Serang: Cara Cepat Menuju Akhirat, Benar-Benar Bikin Tobat

19 Februari 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Gara-gara industri, matcha kini jadi overrated (Unsplash)

Matcha layak dicintai, hanya saja industri membuatnya jadi overrated

23 Agustus 2026
Tegalrejo, kecamatan uderrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita Mojok.co

Tegalrejo, kecamatan underrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita

20 Agustus 2026
Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura Mojok.co

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

20 Agustus 2026
Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa Mojok.co

Magelang daerahnya nyaman, tapi nggak cocok untuk mahasiswa

24 Agustus 2026
Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya Mojok.co

Setahun merantau di Medan membuat saya bersyukur akhirnya bisa pulang ke Surabaya

21 Agustus 2026
7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.