Informasi
ADVERTISEMENT

Pengalaman Naik KA Tawang Jaya Premium, harga bersahabat tapi sering telat

Pengalaman Naik KA Tawang Jaya Premium, harga bersahabat tapi sering telat

Bagi para pejuang Jakarta-Semarang (dan sebaliknya), KA Tawang Jaya Premium memang patut menjadi andalan. Kereta jenis ekonomi premium ini berangkat dari Stasiun Pasar Senen dan memberikan tarif yang cukup affordable. Dengan harga Rp230 ribu, kamu sudah bisa sampai di Semarang hanya dalam waktu tidak sampai 6 jam. Tidak perlu war untuk mendapatkan tiket ini, kursinya selalu ada meskipun kamu pesan on the spot.

Ini adalah kali pertama saya mengunjungi Semarang dengan kereta. Biasanya naik mobil pribadi atau bus. Saya penasaran, kok kelihatannya dekat ya, hanya 5 jam 30 menit. Gimana yang kelas eksekutif, sepertinya membutuhkan 4 jam saja. Selain karena harga, saya memilih KA Tawang Jaya Premium karena waktu keberangkatannya yang pas yaitu 06.45. Sampai di Semarang Tawang sekitar pukul 1 siang.

Seperti kata pepatah Jawa, ono rupo ono rego. Saya setuju jika dikaitkan dengan pengalaman naik kereta yang melewati jalur pantura ini. Ya harga boleh ramah kantong, tapi ada beberapa hal yang bikin saya bisa berpikir ulang untuk menaiki kereta ini di kemudian hari.

Fenomena kursi tegak 90 derajat masih ada banget

KA Tawang Jaya Premium masih menggunakan kursi ekonomi lama, meskipun bisa diatur kemiringannya, tetap saja terbatas. Ruang untuk kaki selonjoran pun sempit, tidak seperti ekonomi New Generation. Lebih menyiksa lagi jika duduk di dekat jendela, rasanya sumpek. Padahal saya lebih suka di area dalam karena dekat colokan dan dapat menikmati pemandangan jika jenuh.

Untungnya kereta ini bukan jenis ekonomi seat 3-2 dan berhadapan ya. Masih ada plusnya meskipun kurang lega. Selain itu,kalau kereta ini tidak terlalu penuh ya lumayan nyaman sih. Waktu saya berangkat ke Semarang, kursi sebelah kosong dan saya bisa menikmati 5 jam 30 menit dengan tenang tanpa kesempitan.

Kalau kamu ada budget lebih, ya saya sarankan mending ambil kelas eksekutif aja atau ekonomi new generation.

KA Tawang Jaya Premium jalan mundur, membuat kepala agak kliyengan

Satu hal yang biasanya kamu temui di kereta ekonomi lama yaitu jalan mundur. Iya, gerbongnya melaju ke arah berlawanan yang bikin penumpang mumet dan mual. Saya pun kadang merasakannya saat menaiki KA Tawang Jaya Premium. Tidak semua orang mengalami ini, hanya yang sensitif terhadap keseimbangan visual saja.

Banyak cara untuk mencegah pusing di kereta mundur, seperti jangan sering main HP, tidur, atau alihkan saja pandanganmu dengan membaca buku. Itu sudah sering saya terapkan dan ya lumayan membantu sih. Kalau berani merogoh kocek lebih, sebaiknya naik kelas eksekutif atau ekonomi new generation saja agar kamu tidak ada drama kereta mundur.

KA Tawang Jaya Premium sering telat

Kereta merupakan moda transportasi paling tepat waktu, telat sedikit akan mengubah semua jadwal pada hari itu. Jika sudah begitu, ya seharusnya sampai di tujuan pun tidak telat dong ya. Namun, saya sudah dua kali naik KA Tawang Jaya selalu sampai Semarang atau Jakarta lebih lama 30 menit bahkan 1 jam. Padahal tidak ada gangguan apa pun, aman saja di perjalanan.

Saya pernah sampai di Jakarta hampir jam 9 malam, padahal di tiket tertera tiba jam 8 malam. Alhasil saya pun pulang ke rumah sudah larut. Mungkin karena kelas ekonomi bukan prioritas di rel ya, jadi terlalu sering mengalah dan menunggu kereta mahal lewat. Ya harap maklum sih, tapi kalau bisa jangan delay hampir satu jam. Ambyar semua rencana hehehe.

Saya harap kereta ini ada versi New Generation

Sebagai pengguna setia KAI, saya sebenarnya sering memilih jenis New Generation jika ingin bepergian ke luar kota. Meskipun yang dipilih kelas ekonomi, tapi jika sudah armada terbaru ya rasanya bisa senyaman eksekutif versi low budget. Tempat duduk lebih luas dan kaki nggak terlalu pegel, apalagi kalau menempuh perjalanan lama.

Sayangnya beberapa jenis kereta ekonomi belum disulap menjadi rangkaian New Generation seperti KA Tawang Jaya ini. Padahal sudah enak ke Semarang atau sebaliknya tidak sampai 6 jam. Jika di-upgrade menjadi New Generation, setidaknya penumpang tidak akan lagi mengalami kereta jalan mundur. Ayo dong disegerakan!

Keberadaan KA Tawang Jaya Premium bak oase bagi para pejuang jalur Pantura. Harga ramah kantong dan waktu tempuh yang tidak terlalu lama. Cuma yang saya masih belum terbiasa adalah masalah ketepatan waktu tiba tidak sesuai tiket. Walaupun begitu, saya tetap naik kereta ini sih kalau ke Semarang. Apakah kalian punya rekomendasi lain?

Penulis: Rachelia Methasary
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA KA Tawang Alun, Penghubung Malang dan Banyuwangi yang Sayangnya Cuma 1 Armada

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2026 oleh .

Rachelia Methasary

Pustakawan di ibu kota yang senang ngopi, traveling, dan baca buku. Lebih memilih tempat yang sepi dan tenang karena introvert.