Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Rencana Pengajuan Utang 100 Miliar ke BPD DIY, “Pinjam 100 Dulu” ala Jogja

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
22 Agustus 2023
A A
Rencana Pengajuan Utang 100 Miliar ke BPD DIY, "Pinjam 100 Dulu" ala Jogja

Rencana Pengajuan Utang 100 Miliar ke BPD DIY, "Pinjam 100 Dulu" ala Jogja (Muhammad Daudy via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

“Bro, pinjam 100 dulu. Ntar gajian aku balikin.” Merasa akrab dengan chat ini? Wajar, karena kita masih hidup di dunia. Tapi utang 100 ini bukan hanya milik pekerja bergaji UMR semata. Ternyata provinsi dengan status istimewa ikut terbawa tren “pinjam 100 dulu.” Yup, Jogja (baca: Daerah Istimewa Yogyakarta) berencana akan mengajukan pinjaman sebesar 100 miliar pada Bank BPD DIY. Tentu tidak lewat WA.

Banyak yang penasaran tentang wacana ini. Mosok daerah sekelas Jogja sampai utang bank? Kepepet banget po bro? Kira-kira BPKB siapa yang jadi jaminan? Dan nanti gimana ngelunasinnya? Nanti kalau telat, ngaruh di BI Checking nggak?

ADVERTISEMENT

Tapi jangan kelewat nyinyir dulu! Jangan bacot karena terlanjur benci dengan pemerintah Jogja! Menurut saya, rencana utang ke BPD DIY ini adalah gebrakan luar biasa. Patut dijunjung setinggi langit, kalau perlu lebih tinggi lagi. Apakah Anda tidak sadar kalau Pemprov DIY sedang menunjukkan niat untuk bekerja? Tenang, saya akan buka mata dan hati Anda.

Namanya juga kepepet

Tentu utang Jogja ini tidak selevel utang kalian setiap pertengahan bulan. Tapi kesamaan Jogja dengan pejuang UMR adalah sama-sama utang karena kepepet. Daerah istimewa ini terpaksa utang demi penanganan sampah serta perbaikan jalan. Dan kita sama-sama tahu kalau masalah sampah dan jalan di Jogja sudah kelewatan.

Bayangkan saja, TPST Piyungan hampir saja tutup selama sebulan. Dan memaksa pemerintah putar otak untuk mencari penampungan sampah baru. Bahkan Solo menawarkan diri untuk mengolah sampah Jogja untuk mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Kalau sampai daerah lain menawarkan solusi, sudah pasti masalahnya besar!

Belum lagi masalah jalan rusak. Jika tidak parah, tentu tidak ada gerakan menandai lubang jalan pakai cat semprot. Tidak ada juga protes dengan menanam pisang di lubang jalan. Kedua masalah ini memang lagu lama di Jogja. Tapi tetap saja tidak juga terselesaikan.

Dari situasi ini, saya memaklumi kenapa Jogja sampai harus utang ke bank. Hanya orang kepepet yang rela merendahkan diri untuk berutang. Tenang saja Jogja, saya tahu rasa sesak ketika harus berutang. Nggak ada salahnya utang ketika kepepet seperti ini. Yang salah adalah, kenapa masalah menahun ini tidak pernah selesai?

Pekewuh kalau utang Sultan Jogja

Meskipun kepepet, banyak orang masih mempertanyakan rencana utang Jogja. Kenapa nggak utang ke Sri Sultan HB X? Dulu Indonesia saja utang kok ke Sultan Jogja. Bahkan sampai jadi bahan overproud masyarakat narimo ing pandum. Kenapa ketika pemerintah Jogja yang butuh, malah tidak utang ke Sri Sultan?

Baca Juga:

Andai dapat rezeki nomplok Rp100 miliar, saya akan bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin

Pertemukan dengan duit Rp100 miliar, saya akan bangun usaha kue, laundry kiloan, dan toko buku

Saya yakin Gubernur DIY pasti pekewuh pada Sri Sultan. Bukankah Jogja sudah diayomi Ngarso Dalem? Setiap hidup masyarakat Jogja tersentuh nafas pewaris takhta Mataram. Kraton Jogja sudah terlalu banyak menyumbang bagi daerah istimewa ini. Mosok Gubernur DIY nge-WA Sultan “Agar silaturahmi tidak terputus, pinjam dulu seratus.”

Tidak perlu menyinggung dana keistimewaan (danais) yang satu triliun lebih itu. Bukankah dana tersebut ditujukan untuk merawat budaya adiluhung Jogja. Mosok event seni, benerin kraton, dan sertifikasi Sultan Ground harus mengalah pada sampah. Yo nggak main tho bosque.

Jadi mari lupakan opsi utang kepada Sultan. Jogja tentu punya alasan jelas mengapa tidak melibatkan danais dalam penyelesaian sampah. Maka, utang pada Bank BPD DIY memang solusi terbaik. Menjaga martabat pemerintah sekaligus menambah semangat kerja. Bentar, kok bisa menambah semangat?

Hidup nggak ada utang? Nggak maen lah!

Mungkin Anda masih tidak terima dengan wacana utang ini. Apalagi menilik APBD DIY 2022 kemarin. Pada laporan seperti yang dilansir dprd-diy.go.id, dijelaskan bahwa realisasi APBD 2022 meliputi Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan. Rincian hal tersebut yaitu Pendapatan dianggarkan sebesar Rp 5,489 triliun dan direalisasikan sebesar Rp5,531 triliun atau 100,77%. Belanja dianggarkan sebesar Rp5,880 triliun dan direalisasikan sebesar Rp5,540 triliun atau 92,69%.

Apalagi menilik total Pendapatan Asli Daerah (PAD) DIY yang menembus Rp2,263 triliun. Mosok dengan PAD sebesar itu dan surplus APBD yang lumayan, Jogja masih harus berutang? Apalagi “Cuma” 100 miliar. nggak seberapa dibandingkan APBD, PAD, dan danais. Kalau Anda berpikir demikian, coba pahami situasinya.

Apakah Anda pernah kenal seseorang yang gemar berutang? Bahkan ketika situasi sedang baik dan berkecukupan. Apakah teman Anda pernah menggadaikan BPKB demi mendapat utang padahal masih bisa foya-foya? Atau mengambil kredit motor baru padahal sudah punya motor? Orang-orang seperti ini sering menjadikan utang sebagai semangat hidup.

Kata orang, “kalau nggak punya utang, nggak semangat kerja!” Tanpa utang, orang-orang nekad ini akan loyo menjalani hidup. Tapi ketika tagihan berderet dan dept collector menanti, mereka semangat mencari uang. Dan ketika BPKB sudah pulang sekolah, langsung disekolahkan lagi ke kampus BRI atau Pegadaian.

Semangat Jogja yang baru

Saya yakin Pemprov DIY punya mindset yang sama. Selama ini pemerintah Jogja sering dicibir lamban menghadapi masalah. Bahkan dianggap tidak semangat kerja melayani rakyat. Apalagi ketika bekerja dalam situasi minim political will. Lalu apa sumber semangatnya? Ya dari utang lah!

Saya yakin Gubernur DIY akan lebih semangat bekerja karena utang ini. Para pemangku jabatan akan lebih trengginas mencari solusi sampah dan jalan rusak. Pemerintah Jogja akan memiliki energi baru bernama utang. Energi yang membara apalagi ketika DC dan email dari bank sudah bersuara.

Maka saya tarik semua nyinyiran pada wacana utang Jogja ke Bank BPD DIY. Saya ingin melihat Jogja gumregah. Dan bisa melihat pemerintah akan bekerja dengan semangat membara. Nggak masalah jika semangat ini lahir karena punya utang. Pokoknya makin trengginas menyelesaikan masalah.

Tapi saya masih penasaran, utang 100 miliar itu jaminannya apa ya? BPKB siapa yang disekolahkan ke BPD DIY? Masak Gubernur DIY menjaminkan sertifikat rumahnya. Kan rumah blio itu……..

Sumber gambar: Muhammad Daudy via Unsplash

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Adakah Dana Istimewa untuk Sampah yang Tidak Istimewa?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Agustus 2023 oleh

Tags: 100 miliarBPD DIYJogjaUtang
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Nggak Ada Perubahan dari Dulu, Sampai Kapan Saya Harus Memaafkan Kekurangan Jalan Bugisan Selatan Jogja?

Nggak Ada Perubahan dari Dulu, Sampai Kapan Saya Harus Memaafkan Kekurangan Jalan Bugisan Selatan Jogja?

28 Januari 2025
4 Hal yang Bikin Purwokerto Nggak Beda Jauh dengan Jogja Terminal Mojok

4 Hal yang Bikin Purwokerto Nggak Beda Jauh dengan Jogja

29 Mei 2022
Malang, Bandung, Jogja: Tiga Kota Potensial yang Bernasib Sial Mojok.co

Malang, Bandung, Jogja: Tiga Kota Potensial yang Bernasib Sial 

28 November 2023
Jalan Sorowajan Baru Jogja: Tempat Ide Paling Radikal dan Manusia Paling Aneh Melebur

Jalan Sorowajan Baru Jogja: Tempat Ide Paling Radikal dan Manusia Paling Aneh Melebur

5 Januari 2024
Jogja Istimewa: Realitas atau Ilusi? kill the DJ

3 Hal Keliru tentang Jogja yang Telanjur Diyakini oleh Banyak Orang

19 Juni 2022
Jalan Persatuan UGM: Jalanan Semrawut yang Bikin Ngelus Dada di Malam Hari

Jalan Persatuan UGM: Jalanan Semrawut yang Bikin Ngelus Dada di Malam Hari

7 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Veloz 2017, MPV RWD lawas yang perkasa di tanjakan, mobil FWD baru nggak ada apa-apanya

Toyota Veloz 2017, MPV RWD lawas yang perkasa di tanjakan, mobil FWD baru nggak ada apa-apanya

30 Juli 2026
Sisi Gelap Pangalengan Bandung yang Katanya Indah bak Surga Dunia

Label wisata elit Pangalengan itu bualan, selama transportasi umumnya masih jalan di tempat

28 Juli 2026
Dosen wajib S3 itu bagus, tapi akses beasiswanya bikin pengin istigfar

Dosen wajib S3 itu bagus, tapi akses beasiswanya bikin pengin istigfar

31 Juli 2026
Bodoh! Ngapain iuran 100 ribu demi mengundang sound horeg (Pexels)

Saat Jakarta terasa lebih tenang dibanding mudik ke Jawa Timur gara-gara teror pawai sound horeg Agustusan

29 Juli 2026
Tips membeli mobil bekas dari saya yang pernah jadi korban (Unsplash)

WAJIB IKUTI tips membeli mobil bekas ini biar kamu nggak jadi mangsa empuk para penipu

28 Juli 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

4 kebiasaan warga Jogja yang biasanya menular ke pendatang

28 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.