Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Orang Bantul Kalau ke Sleman Rasanya Dekat, tapi Orang Sleman ke Bantul Rasanya Jauh Banget: Penderitaan Mahasiswa Nglaju PP

Bernadetha Natasya Mega Pramana oleh Bernadetha Natasya Mega Pramana
20 November 2025
A A
Penderitaan Orang Bantul yang Kuliah di Sleman (Unsplash)

Penderitaan Orang Bantul yang Kuliah di Sleman (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi orang Bantul yang kuliah di Sleman itu bukan cuma soal menempuh jarak. Pengalaman ini juga tentang nasib. 

Antara sabar menghadapi kemacetan, sabar menghadapi cuaca yang tidak menentu, dan menghadapi chat dosen yang tiba-tiba bilang “Kuliah hari ini online ya!” Padahal, saya udah separuh jalan, rambut sudah lepek, dan bensin sudah habis separuh. Rasanya ingin marah tapi dalam hati “Ya udahlah,” yang akhirnya cuma bisa putar balik.

Pertanyaan abadi untuk anak Bantul yang kuliah di Sleman

Terkadang saya berpikir bahwa kesabaran mahasiswa Bantul ada di tingkat yang maksimal. Hanya kami yang benar-benar tahu rasanya harus bangun tiga jam lebih awal sebelum kelas. 

Sebagai orang Bantul, tepatnya di Pundong, dan kuliah di Sleman, tidak heran ketika teman-teman yang ngekos bertanya, “Kenapa PP? Rumahmu jauh banget, mending ngekos.” 

Pertanyaan itu sering saya dengar sampai hampir semester akhir. Bagi mereka, ngekos adalah pilihan paling praktis, efisien, dan hemat. Tapi bagi saya, pulang setelah kuliah terdapat rasa yang tidak bisa dijelaskan. Saya bisa tidur di kasur sendiri dan menikmati makanan yang sudah siap di rumah, tanpa perlu memikirkan, “Makan apa ya hari ini?”

Keinginan vs realita 

Meskipun begitu, terkadang muncul sedikit keinginan untuk ngekos. Khususnya ketika rasanya sedang capek-capeknya menghadapi jam kelas yang sangat pagi. Apalagi ketika sibuk mengikuti kepanitiaan maupun organisasi yang membuat saya tinggal lebih lama di kampus sampai malam. 

Lewat keluh kesah itu, saya pernah menyampaikan niat untuk ngekos kepada teman sesama orang Bantul. Tapi bukannya mendukung, dia malah tertawa sambil berkata, “Halah, ngapain ngekos. Lama-lama juga terbiasa. Lagi pula cuma beda berapa menit sampai di Sleman.” 

Saya hanya bisa menghela napas panjang. Mungkin memang benar, sebagai orang Bantul, jarak bukan masalah besar dan seperti kata orang tua saya, “Enak di rumah Nak. Hemat pengeluaran bulanan dan bisa kumpul terus. Lagian cuma di Sleman.” 

Baca Juga:

7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

Akhirnya saya sadar. Jadi mahasiswa PP bukan cuma tentang perjuangan di jalan, tapi juga tentang bertahan di antara dua dunia antara realita dan kasur empuk di rumah. 

Lebih capek jauh dari rumah

Lucunya, saya pernah mendengar kata-kata “Orang Bantul kalau ke Sleman rasanya dekat, tapi orang Sleman ke Bantul rasanya jauh banget.” 

Tapi, kalau dipikir, memang realita yang saya temui ya seperti itu. Ketika saya bilang rumah saya Bantul, mereka langsung mengatakan kalau itu jauh sekali dan saya selalu membantah dengan mengatakan “Halah cuma satu jam.” 

Entah kenapa, jarak satu jam itu terasa ringan di sisi Bantul, tapi berat di sisi Sleman. Mungkin karena kami sudah terbiasa berdamai dengan waktu dan bensin. Terlebih hidup kami bergantung di kabupaten Sleman. 

Pada akhirnya, setiap orang punya pertimbangan masing-masing, ada yang memilih ngekos, ada juga yang tetap PP seperti saya. Bagi saya, perjalanan bolak-balik itu bukan hanya soal lelah, tapi ada kepuasan tersendiri ketika bisa pulang, melepas penat di ruang yang sudah dikenal sejak kecil. 

Walaupun harus bangun lebih pagi dan pulang lebih malam, setidaknya saya tahu ke mana harus kembali setiap hari, yaitu ke rumah yang selalu menanti. Lalu, jika suatu hari ada yang bertanya lagi, “Nggak capek PP tiap hari?” saya akan menjawab dengan santai, “Capek sih, tapi lebih capek kalau jauh dari rumah.”

Penulis: Bernadetha Natasya Mega Pramana

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Bantul Bukan untuk Kaum Mendang-Mending, Pikir Ulang kalau Mau Tinggal di Sini!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 November 2025 oleh

Tags: BantulJogjakuliah di slemankuliah nglajuSlemantinggal di bantul
Bernadetha Natasya Mega Pramana

Bernadetha Natasya Mega Pramana

Mahasiswa semester 7 Universitas Sanata Dharma, Program Studi Sastra Indonesia yang sedang sibuk-sibuknya menyusun tugas akhir. Gemar mengamati isu-isu sosial yang diangkat dari film.

ArtikelTerkait

Nasib Mall Lippo Plaza Jogja yang Hidup Segan Mati Tak Mau Mojok.co

Nasib Mall Lippo Plaza Jogja yang Hidup Segan Mati Tak Mau

25 Februari 2024
Jogja Kota yang Tega Menyingkirkan Rakyat Sendiri (Unsplash)

Klaim Warisan Budaya Pemerintah Jogja Itu Tidak Masuk Akal karena Malah Mengorbankan Ekonomi Rakyat

9 Juni 2025
Jalan Gatak UMY Bantul: Jalan Unik yang Namanya Kerap Diperdebatkan

Jalan Gatak UMY Bantul: Jalan Unik yang Namanya Kerap Diperdebatkan

4 November 2023
Warmindo Sidoarjo Kalah dari Jogja, Menunya Mengecewakan (Hammam Izzuddin-Mojok.co)

Warmindo di Sidoarjo Semakin Menjamur, tapi Kalah Jauh dari Warmindo Jogja karena Menunya Monoton dan Mengecewakan

2 Mei 2024
Memahami Sultan Ground: Keistimewaan Jogja yang Ruwet dan Penuh Intrik tamansari

Memahami Sultan Ground: Keistimewaan Jogja yang Ruwet dan Penuh Intrik

15 Oktober 2022
Piyungan Isinya CEO Pakai Sandal Jepit Bawa Karung Rongsokan (Unsplash)

Saya Belajar Tentang Kebahagiaan di Piyungan, Tempat Para CEO Pakai Sandal Jepit dan Pegang Karung Rongsokan

7 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada Mojok.co

Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada

21 Februari 2026
Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

Turunan Muria: Jalur Tengkorak yang Semua Orang Tahu, tapi Seolah Dibiarkan Merenggut Korban

19 Februari 2026
Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

24 Februari 2026
Alas Purwo Banyuwangi Itu Nggak Semenyeramkan Itu kok, Kalian Aja yang Lebay alas roban

Alas Roban Terkenal Angker, tapi Alas Purwo Lebih Misterius dan Mencekam

19 Februari 2026
QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Ribet dan Cepat Miskin (Unsplash)

QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Keribetan dan Bikin Cepat Miskin

19 Februari 2026
Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Lulusan S2 Merantau ke Jakarta Sudah 3 Tahun: Kini Tidak Lagi Memikirkan Mimpi tapi Cara Bertahan Hidup dan Tetap Waras

18 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi
  • Private Label Indomaret Penyelamat Hidup Saat Tanggal Tua Bulan Ramadan, Murah tapi Tak Murahan
  • Susah Payah Kerja di Taiwan: Gaji Rp13 Juta tapi Hampir Gila, Keluarga Tak Pernah Peduli Kabar tapi Cuma Peras Uang
  • Pahitnya Jadi Mahasiswa Kritis di UIN Makassar: Berujung Skors, Beasiswa Dicabut, hingga Kecewakan Orang Tua yang Seorang Guru Honorer
  • Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa
  • Toyota Avanza Bekas Perusak Gengsi, tapi Orang Waras Pasti Tidak Ragu untuk Membeli Mobil yang Ramah Ekonomi Keluarga Ini

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.