Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Pencitraan Semasa Kecil

Utamy Ningsih oleh Utamy Ningsih
4 Agustus 2019
A A
pencitraan masa kecil

pencitraan masa kecil

Share on FacebookShare on Twitter

Berbicara tentang kenangan, setiap dari kita pasti punya kenangan atau pengalaman masa kecil yang masih melekat dalam ingatan. Entah itu kenangan pahit, manis, membanggakan, atau mungkin malu-maluin. Pada intinya, mengingat kenangan atau pengalaman tersebut tentu punya sensasi rasa tersendiri. Rasa yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Asiquee…

Jika berbicara tentang kenangan masa kecil, salah satu hal yang biasanya langsung muncul di kepala saya adalah tentang bermain. Saat masih kecil, saya dan mungkin kita semua tentu suka bermain. Terlepas dari permasalahan bahwa ada anak-anak yang tidak bisa bebas bermain karena berbagai hal yang menjadi tuntutan hidup, dunia anak-anak sejatinya adalah dunia yang identik dengan bermain.

Dulu—ketika saya masih kecil—di dekat rumah saya ada lapangan yang lumayan luas. Nah, di lapangan itu lah saya bersama anak-anak di daerah tempat saya tinggal menghabiskan waktu untuk bermain. Ketika sedang bermain itu, ada satu hal yang kalau saya ingat sebenarnya bisa dibilang sebagai pencitraan. Pencitraan masa kecil yang baru saya sadari bahwa hal tersebut ternyata adalah pencitraan setelah saya bukan anak kecil lagi.

Maksudnya gimana? Jadi, ketika masih kecil dulu, kalau lagi asyik-asyiknya main, pernah beberapa kali saya bete atau menolak saat disuruh sama bapak atau ibu. Dulu tuh mikirnya orang lagi asyik main juga, eh disuruh-suruh. Padahal, kalau mau dipikir-pikir, kalau bukan nyuruh anak sendiri, mau nyuruh siapa coba? Hehehehe

Anehnya adalah, rasa bete atau menolak saat disuruh itu, tidak berlaku kalau yang nyuruh adalah tetangga. Jadi, mau lagi asyik main kayak gimana pun kalau yang nyuruh adalah tetangga, langsung gercep alias gerak cepat. Kok bisa gitu yah? ini kayaknya bisa tergolong pelanggaran pasal berlapis: pembohongan publik, dan perbuatan tidak menyenangkan. Bukan tidak mungkin malah sekalian dianggap sebagai anak durhaka. Busettt…

Sampai saat ini, saya juga tidak tahu apa alasannya kenapa kok hal tersebut bisa terjadi. Kadang, kalau kedapatan sama bapak atau ibu lagi disuruh sama tetangga, pas balik ke rumah biasanya dibilangin: giliran orang lain yang nyuruh aja, rajin. Bapak sama ibu yang nyuruh alasannya banyak, lagi main lah, capek lah. Hmm…

Perkataan seperti itu juga pernah sekali waktu saya dengar dari bapak dan ibunya teman saya. Berarti yang pencitraan bukan cuma saya saja dong yah? yang lain juga ada. Apa jangan-jangan kami putri yang tertukar? Jiaahhhh…sinetron kali ahh.

Eh, tapi itu bukan berarti bapak sama ibu saya tidak suka atau tidak ikhlas kalau anaknya bantuin tetangga loh yah. Saya yakin mereka ikhlas dan senang, hanya saja mereka merasa heran. Sama sih, saya juga heran sama diri sendiri.

Baca Juga:

Susu Tunggal, Susu yang Bikin Nostalgia Masa Kecil Warga Blitar

Indomie Kuah Comfort Food Saat Musim Hujan, No Debat!

Nah, untungnya kejadian malas disuruh orang tua sendiri, tapi rajin saat disuruh tetangga itu—seperti yang saya tuliskan di atas—cuma beberapa kali dan tidak berlangsung lama. Tidak kebayang kalau sering dan terus-terusan seperti itu. Mungkin nama saya bisa dihapus dari daftar penerima warisan kartu keluarga, lalu disuruh masuk ke kartu keluarga tetangga. Tentu saja tetangga saya juga belum tentu mau—menampung saya menjadi anggota keluarga mereka. Bukan apa-apa, takutnya nanti kalau sudah dianggap keluarga, saya jadi malas kalau disuruh-suruh lagi. Rajinnya kalau yang nyuruh adalah tetangga, yang ternyata adalah orang tua kandung saya sendiri. Tuh, sudah kayak drama FTV di stasiun televisi berlogo ikan terbang, kan?

Meskipun terbilang malu-maluin, tapi kalau diingat-ingat rasanya jadi geli sendiri. Menyadari sebagai pencitraan sih pas sudah bukan anak kecil lagi, tapi menyadari sebagai sebuah perbuatan yang tentu saja tidak menyenangkan bagi bapak dan ibu ya sudah sejak dulu. Biasanya, kalau sudah dapat kalimat “disuruh bapak, ibu malas, giliran disuruh tetangga rajin” saya langsung gercep tuh ngerjain pekerjaan rumah tanpa disuruh. Sebagai bentuk penyesalan lah yah. Padahal sebenarnya yah…pencitraan juga. Hahahahah…

Pencitraan semacam ini sebenarnya masih sering kita dapati. Pelakunya bukan cuma anak-anak, remaja atau orang dewasa pun ada. Bedanya cuma orang yang jadi objek pencitraan. Kalau anak-anak, pencitraan ke tetangga, yang remaja atau dewasa, pencitraannya ke gebetan. Kalau orang rumah yang nyuruh, magernya minta ampun, pas gebetan yang minta tolong, langsung ambil kecepatan penuh. Ya…namanya juga orang lagi jatuh cinta. Gunung tinggi didaki, lautan pun diseberangi, katanya. Biasanya cowok tuh yang suka begitu, tapi tidak semua tentu saja. Sama seperti tidak semua cowok bersalah padamu, tidak semua cowok juga pencitraan padamu. Ada yang modus tapi tidak sedikit juga yang tulus. Mantap!

Eh, ini kok malah ngomongin gebetan sih, kan temanya pencitraan masa kecil. Yah, pokoknya begitulah, waktu kecil saya pernah se-pencitraan itu (((se-pencitraan))). Kalian, pernah lihat kejadian seperti itu? atau malah ada yang pernah jadi pelakunya juga?

Terakhir diperbarui pada 9 Februari 2022 oleh

Tags: kenanganmasa kecilMasa Lalunostalgiapencitraan
Utamy Ningsih

Utamy Ningsih

Suka Membaca, Belajar Menulis.

ArtikelTerkait

masa lalu

Mahasiswa Sekarang dan Romantisme Masa Lalu yang Bikin Kesel

30 September 2019
layangan

Nostalgia Bermain Layangan

27 Agustus 2019
Mengenal Tembakau Tambeng, Si Raja Tingwe dari Besuki terminal mojok.co

Tembakau Nenek

19 Juli 2019
5 Boyband Non-Asia Legendaris yang Lagunya Tetap Eksis hingga Kini

5 Boyband Non-Asia Legendaris yang Lagunya Tetap Eksis hingga Kini

13 Desember 2022
Bukan Vienetta, Ini Daftar Jajanan Masa Kecil yang Bikin Saya Kangen!

Bukan Viennetta, Ini Daftar Jajanan Masa Kecil yang Bikin Saya Kangen!

7 April 2020
Saya Nggak Tau Seenak Apa Nasi Blue Band, tapi Nasi Jelantah dan Garam Juga Enak mojok.co

Saya Nggak Tahu Enaknya Nasi Blue Band, tapi Nasi Jelantah dan Garam Juga Enak

17 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

16 Januari 2026
Rute KRL Duri-Sudirman, Simbol Perjuangan Pekerja Jakarta (Unsplash)

Rute KRL dari Stasiun Duri ke Sudirman Adalah Rute KRL Paling Berkesan, Rute Ini Mengingatkan Saya akan Arti Sebuah Perjuangan dan Harapan

15 Januari 2026
Kecamatan Kalitengah Adalah Daerah Paling Ikhlas di Lamongan: Kebanjiran Dua Bulan dan Masih Mau Menyambut Bupatinya

Kecamatan Kalitengah Adalah Daerah Paling Ikhlas di Lamongan: Kebanjiran Dua Bulan dan Masih Mau Menyambut Bupatinya

18 Januari 2026
Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

15 Januari 2026
Mio Soul GT Motor Yamaha yang Irit, Murah, dan Timeless (Unsplash) yamaha mx king, jupiter mx 135 yamaha vega zr yamaha byson yamaha soul yamaha mio

Yamaha Mio, Motor Lama yang Pernah Jadi Puncak Rantai Makanan, Kini Kembali Muncul dan Diburu Banyak Orang

20 Januari 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Fenomena Alumni Abadi di Organisasi Kampus: Sarjana Pengangguran yang Hobi Mengintervensi Junior demi Merawat Ego yang Remuk di Dunia Kerja

18 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.