Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pasar Baru Bandung, Tempat Belanja Favorit, tapi Fasilitasnya Nggak Dirawat, Banyak Eskalator Mati!

Acep Saepulloh oleh Acep Saepulloh
6 Juli 2024
A A
Pasar Baru Bandung, Tempat Belanja Favorit, tapi Fasilitasnya Nggak Dirawat, Banyak Eskalator Mati!

Pasar Baru Bandung, Tempat Belanja Favorit, tapi Fasilitasnya Nggak Dirawat, Banyak Eskalator Mati!

Share on FacebookShare on Twitter

Pasar Baru Trade Center atau lebih dikenal sebutan Pasar Baru Bandung merupakan tempat wisata belanja favorit di Kota Bandung. Pilihan produk di Pasar Baru Bandung begitu banyak dan terbilang lengkap, ditambah harganya yang lebih murah ketimbang pusat perbelanjaan modern. Membuat Pasar Baru Bandung tidak hanya dikunjungi warga lokal tapi juga wisatawan dari luar yang mencari buah tangan di Kota Bandung.  Letak pasar ini berada di tengah Kota Bandung, sehingga mudah diakses oleh angkot dan dekat dengan Stasiun Bandung.

Pasar Baru merupakan salah satu pasar tertua yang masih bertahan di Bandung hingga saat ini. Pada zaman Belanda, pasar ini dinamakan Pasar Baroeweg. Pasar Baru Bandung sebelumnya berpusat di daerah Ciguriang, sekitar Jalan Kepatihan. Pasar ini terbakar akibat kerusuhan pada 1842. Akibat kerusuhan yang merusak berbagai kios ini, pedagang kemudian direlokasi di lokasi sekarang ini. Pada 1906 didirikan bangunan semi permanen di Pasar Baru Bandung. Bangunan ini dibagi menjadi jajaran pertokoan di depan dan los pedagang di belakangnya. Bangunan ini dikembangkan dan diatur kembali pada tahun 1926. Bahkan, pada 1935, pasar baru pernah dinobatkan sebagai pasar terbersih di Hindia-Belanda.

Kemudian, Pasar ini dirombak dan dibangun menjadi lebih modern pada 1970-an. Namun baru pada 2001 dibangun gedung megah untuk menggantikan konsep pasar tradisional sebelumnya. Kemudian, pada 2003 bangunan modern Pasar Baru resmi dibuka untuk umum.

Meski begitu, ada masalah-masalah yang menghantui Pasar ini sehingga bikin pengalaman belanja tidak menyenangkan.

Parkiran Pasar Baru Bandung padat, tapi petugas tidak membantu

Ketika kita berbelanja ke Pasar Baru Bandung menggunakan kendaraan bermotor, pilihan parkirnya di basement, P1 dan P2. Tapi sayangnya parkiran yang tersedia begitu padat saking ramainya pasar ini. Selain padat, pengalaman saya berbelanja ke sini, tidak ada petugas parkir yang membantu. Ya kita harus berjuang sendiri mencari tempat parkir atau pun mengeluarkan motor sendiri. Sebetulnya kita juga bisa parkir di luar Pasar Baru, tapi tarifnya 5000 rupiah.

Eskalator banyak yang mati dan naik lift pun nunggu lama

Banyak eskalator di Pasar Baru Bandung yang tidak berfungsi. Saya menaiki eskalator naik sebenarnya tidak apa-apa, tapi yang jadi masalah pengunjung lansia maupun ibu hamil yang akan naik eskalator pastinya kerepotan dan ngos-ngosan. Sebetulnya ada alternatif lain yaitu dengan menaiki lift. Tapi sayangnya saat kita menekan lift, harus menunggu lama bisa sampai 3 riit kalau pengunjungnya rame, ditambah kita harus berdesak-desakan dengan pengiriman barang.

Pintu keluar Pasar Baru Bandung yang menyusahkan

Pasar Baru Trade Center terdiri dari 12 lantai, setahu saya lantai dari yang paling bawah sampai lantai paling atas adalah Basement 2, Basement 1, Dasar 1, Dasar 2, Lantai 1 sampai Rooftop lantai 8. Ketika berkunjung ke Basement 2 dan Basement 1 saya yakin siapa saja yang berkunjung tidak akan tersesat. Tetapi saat kita pertama kali mengunjungi Pasar Baru, di Dasar 1, Dasar 2, lantai 1 sampai lantai 4 kita bakalan tersesat seperti di labirin.

Lantai yang disebutkan tadi memang pusatnya keramaian di Pasar Baru yang jualan aneka pakaian, sepatu, tas, batik, kain dll. Jadi keadaan lantai itu padat merayap. Selain itu, yang membuat saya tersesat juga karena minim papan petunjuk yang membuat siapa saja yang berbelanja kebingungan. Untung ada aa dan teteh cleaning service yang mengarahkan.

Baca Juga:

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

Bandung Setelah Lebaran Adalah Surga Wisatawan, tapi Mimpi Buruk bagi Warlok

Makan serasa dikejar-kejar

Sesudah puas berbelanja, perut pun harus diisi karena sudah tidak bisa diajak kompromi. Saya pun mengunjungi food court Pasar Baru yang berada di lantai 6. Persaingan tenant /resto atau rumah makan di Pasar Baru Bandung sangat ketat. Saat pertama kali menginjakan kaki di food court, sales rumah makan langsung menawarkan secara agresif lari-lari mengejar saya dan pembeli yang lain untuk makan di tenant mereka.

Sebelum para pembeli duduk di resto mereka, kita bakal terus tetap dikejar-kejar tiada henti sampai pembeli mau beli. Karena saya lelah dikejar-kejar akhirnya saya pun berhenti di salah satu resto.

Hanya sekedar saran kalau mau makan di food court lantai 6 Pasar Baru Bandung, yang pertama kali kita harus menanyakan harga terlebih dahulu, untuk berjaga-jaga supaya sales resto tidak main getok harga seenaknya. Untung saja saya tanya harga terlebih dahulu, karena dulu sempat viral resto di Pasar Baru getok harga seenaknya tanpa konfirmasi terlebih dahulu sama pembeli.

Itulah pengalaman saya belanja di Pasar Baru Bandung yang membuat saya malas lagi ke sana. Tulisan ini hanya pengalaman saya saja, bukan berarti saya melarang pembeli lain mengunjungi pasar baru. Karena bagaimanapun juga, Pasar Baru Bandung dengan sejarah dan problemnya, bisa mendongkrak perekonomian Kota Bandung.

Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Paun, Pasar Tumpah Unpad yang Ramai Dikunjungi Mahasiswa dan Warga Jatinangor Tiap Minggu Pagi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Juli 2024 oleh

Tags: Bandungeskalatorfasilitasfood courtmaintenancepasar baru bandung
Acep Saepulloh

Acep Saepulloh

Seorang warga sipil Bandung yang ngojol membelah kemacetan kota di atas motor setiap pagi hari, berjibaku dengan debu sebagai petugas kebersihan di siang hari, hingga akhirnya melabuhkan lamunan menjadi sebuah tulisan di malam hari.

ArtikelTerkait

5 Tempat Wisata Alam yang Katanya Ada di Bandung padahal Bukan Terminal Mojok

5 Tempat Wisata Alam yang Katanya Ada di Bandung padahal Bukan

28 Maret 2022
Gedebage

Sejarah Gedebage, Daerah Pengangkutan Barang sejak Zaman Kolonial

2 Desember 2021
4 Hal yang Patut Disyukuri Saat Tinggal di Bandung

4 Hal yang Patut Disyukuri Saat Tinggal di Bandung

20 Januari 2022
Ujungberung

Ujungberung, Daerah yang Punya 4 Versi Sejarah yang Berbeda

20 November 2021
Jalan Dayeuhkolot Bandung- Wujud Ruwetnya Jalanan Bandung (Unsplash)

Jalan Dayeuhkolot Bandung: Jalan Raya Paling Menyebalkan di Bandung. Kalau Hujan Banjir, kalau Kemarau Panas dan Macet

17 Januari 2026
Dago Bandung

Sejarah Dago, Tempat Mangkal Petani di Zaman Belanda

19 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

Harusnya Anak PNS Dapat UKT yang Standar, Bukan Paling Tinggi, sebab Tidak Semua PNS Kerja di Kementerian dan Pemda Sultan!

4 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Merasa Lebih Dihargai daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” selama Bertahun-tahun Mojok.co

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

9 April 2026
4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Bangun Rumah Istana di Grobogan Gara-gara Sinetron, Berujung Menyesal karena Keadaan Aneh dan Merepotkan
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit
  • Buka Usaha dan Niat Slow Living di Desa Malah Dibikin Muak dengan Etos Kerja Pemudanya, Bersikap Semaunya Atas Nama “Kekeluargaan”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.