Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kecantikan

Parfum HMNS Memang Wangi dan Memikat, tapi Sayang Nggak Tahan Lama

Sayyidah Tsabita Rosyada Salma Ilafisani oleh Sayyidah Tsabita Rosyada Salma Ilafisani
5 Mei 2025
A A
Parfum HMNS Memang Wangi dan Memikat, tapi Sayang Nggak Tahan Lama

Parfum HMNS Memang Wangi dan Memikat, tapi Sayang Nggak Tahan Lama (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Harus saya akui parfum HMNS ini wanginya masuk dengan selera saya, tapi saya wanginya cepat menguap.

Bagi saya, parfum bukan cuma soal wangi-wangian. Ia adalah identitas, semacam sidik jari yang tak kasat mata. Saya bisa lupa nama orang, tapi kalau dia lewat dan wanginya familier, otak saya langsung klik. Parfum adalah urusan hati. Oleh karena itulah saya cukup pemilih soal parfum. Harus cocok, tahan lama, dan tentu saja menyenangkan hidung saya sendiri.

Beberapa waktu lalu, parfum lokal HMNS meledak popularitasnya di kalangan anak muda. Saya ikut penasaran. Branding-nya rapi, desain botolnya minimalis modern, dan mereka seperti paham benar bagaimana memikat generasi yang percaya bahwa kepribadian bisa dicerminkan lewat aroma. HMNS mengeklaim parfumnya memiliki SPL yang tahan banting. Katanya bisa bertahan 6 jam lebih. Katanya cocok untuk orang sibuk dan aktif. Dan katanya lagi bisa jadi signature scent yang meninggalkan kesan.

Ya, katanya…

Unrosed dan Essence of the Night (EoN)

Sejujurnya, sebagai pencinta parfum dengan wangi soft floral, dua parfum HMNS ini menarik perhatian saya. Unrosed punya konsep yang menarik. Katanya “an art of constructing the smell of a single flower, but not from the flower itself”. Wanginya nggak diambil langsung dari bunga mawar, melainkan dari tanaman asli Indonesia, palmarosa, yang dikombinasikan dengan aroma laiun untuk menciptakan keharuman seperti mawar, tetapi lebih unik.

Ketika disemprotkan, Unrosed menyebarkan aksen floral yang sensual, diimbangi dengan aroma earthy yang menenangkan. Selanjutnya aromanya ditutup dengan sentuhan musky yang mulia. Top notes-nya floral, middle-nya earthy, dan base notes-nya musky. Kombinasi ini memberikan kesan anggun, tapi nggak pasaran. Seolah parfum HMNS satu ini mau bilang, “Aku wangi, tapi bukan tipe bunga-bungaan murah”. Parfum Unrosed ini benar-benar aroma yang saya sukai kalau mencari parfum dengan hint floral.

Sementara Essence of the Night (EoN) lebih memikat dari sisi imajinasi. Baru kali ini parfum lokal membawa bunga Wijayakusuma sebagai aroma sebuah parfum. Parfum HMNS satu ini diformulasikan untuk melanjutkan series dari Essence of the Sun.

EoN dirancang untuk menangkap keharuman mekarnya bunga legendaris Queen of the Night alias Wijayakusuma, bunga yang cuma mekar sekali setahun, itu pun hanya di malam hari. Wanginya elegan, mengingatkan kita pada kombinasi melati dan sedap malam, tapi dengan sentuhan eksotis yang lembut, nyaris mistis. Buat saya, parfum HMNS satu ini cocok dipakai saat malam minggu panjang atau sekadar duduk membaca buku di sudut kafe dengan lighting temaram.

Baca Juga:

5 Rekomendasi Parfum Aroma Melati, Bikin Kunti Core-mu Makin Kentara

3 Rekomendasi Parfum Miniso yang Bikin Kamu Jadi Pusat Perhatian

Alasan saya nggak mau repurchase parfum HMNS lagi

Masalah utama dari parfum HMNS bukan pada wanginya. Saya ulangi, bukan pada wanginya, melainkan pada daya tahannya yang payah dan botolnya yang menyebalkan.

Parfum seharusnyaa melekat, menemani aktivitas kita seharian. Akan tetapi HMNS, bahkan dengan klain SPL (sillage, projection, longevity) hingga 6 jam, hanya bertahan maksimal 2 jam di kulit saya. Naik motor 20 menit saja, wanginya sudah hilang dibawa angin. Di baju pun nggak meninggalkan jejak yang berarti. Seolah-olah parfum ini hanya ingin mampir sebentar, lalu pergi begitu saja kayak teman nongkrong yang pamit saat suasana baru hangat.

Soal botol, kekurangan botol parfum HMNS adalah sprayernya sering ngadat. Dipencet-pencet kadang anginnya doang yang keluar, dan itu menyebalkan. Padahal saya beli baru langsung di offline store, bukan preloved.

Semoga bisa menjadi perhatian

Dengan harga Rp300 ribuan, saya berharap lebih pada parfum HMNS. Saya punya parfum lokal lain yang harganya separuh HMNS, tapi wanginya bisa nempel dari pagi sampai sore. Bahkan kadang masih tercium meski saya bawa mandi. Bukan sekadar wangi, tapi benar-benar bertahan dan memberi efek emosional yang dalam.

HMNS jelas unggul dalam branding dan storytelling. Mereka bisa membuat orang merasa bahwa mereka membeli lebih dari sekadar parfum. Mereka membeli gaya hidup, identitas, bahkan sedikit mitos dan romansa. Tapi buat saya, hype nggak bisa menutupi kenyataan bahwa performa teknis parfumnya belum memuaskan.

Jadi, meskipun saya jatuh hati pada aroma Unrosed dan EoN, saya harus bilang kalau saya nggak akan repurchase. Ada banyak parfum lokal lain yang jauh lebih affordable dengan SPL tahan banting itu. Urusan parfum, wangi saja nggak cukup. Ia harus bertahan. Harus menempel, menyatu, menjadi bagian dari kita. Bukan cuma jadi kenangan yang cepat menguap.

Penulis: Sayyidah Tsabita Rosyada Salma Ilafisani
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Rekomendasi Parfum Aroma Melati, Bikin Kunti Core-mu Makin Kentara.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Mei 2025 oleh

Tags: HMNSparfumparfum hmns
Sayyidah Tsabita Rosyada Salma Ilafisani

Sayyidah Tsabita Rosyada Salma Ilafisani

Mahasiswa banyak acara

ArtikelTerkait

4 Rekomendasi Parfum Lokal untuk Kamu yang Suka Beraktivitas di Bawah Terik Matahari

4 Rekomendasi Parfum Lokal untuk Kamu yang Suka Beraktivitas di Bawah Terik Matahari

16 Januari 2024
5 Tips Belanja Barang Imut di Miniso biar Nggak Bokek Terminal Mojok

5 Tips Belanja Barang Imut di Miniso biar Nggak Bokek

10 September 2022
Rekomendasi 8 Parfum Indomaret yang Wanginya Nggak Bikin Enek Terminal Mojok

Rekomendasi 8 Parfum Indomaret yang Wanginya Nggak Bikin Enek

5 November 2022
Rekomendasi Tasya Farasya- 6 Parfum Supermarket yang Wanginya Tahan Lama (Unsplash.com)

Rekomendasi Tasya Farasya: 6 Parfum Supermarket yang Wanginya Tahan Lama

22 Agustus 2022
3 Rekomendasi Parfum Miniso yang Bikin Kamu Jadi Pusat Perhatian

3 Rekomendasi Parfum Miniso yang Bikin Kamu Jadi Pusat Perhatian

19 September 2024
3 Kesalahan dalam Menggunakan Parfum yang Jarang Disadari

3 Kesalahan dalam Menggunakan Parfum yang Jarang Disadari

3 April 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Kebiasaan yang Harus Kamu Lakukan kalau Mau Selamat Kuliah di Jurusan Ilmu Politik

Penghapusan Jurusan Kuliah yang Tak Relevan dengan Industri Itu Konyol, kayak Nggak Ada Solusi Lain Aja

26 April 2026
Outfit Kabupaten, Hinaan Orang Kota pada Pemuda Kabupaten yang Nggak Adil, Mereka Juga Berhak Berekspresi!

Outfit Kabupaten, Hinaan Orang Kota pada Pemuda Kabupaten yang Nggak Adil, Mereka Juga Berhak Berekspresi!

25 April 2026
Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

Fakta Nikahan Orang Madura, Resepsi Bertabur Uang tapi Akhirnya Jadi Masalah

26 April 2026
Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

25 April 2026
4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026
Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

28 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.