Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kesehatan

Paracetamol, Obat yang Aman tapi Juga “Bahaya”

Rio Yunaris Umbara oleh Rio Yunaris Umbara
14 Mei 2023
A A
Paracetamol, Obat yang Aman tapi Juga “Bahaya” (Unsplash)

Paracetamol, Obat yang Aman tapi Juga “Bahaya” (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Pernah dengar obat yang namanya Paracetamol? Paracetamol adalah obat yang sangat mudah didapatkan, baik menggunakan resep maupun dibeli bebas tanpa resep dokter di apotek atau toko obat.

Obat ini, selain digunakan untuk menurunkan demam (antipiretik) juga bisa menjadi obat penahan nyeri (analgetik). Biasanya, Paracetamol tersedia dalam bentuk tablet (untuk orang dewasa), sirup (anak/bayi), maupun suppositoria (biasanya digunakan pada anak/bayi yang mengalami kejang, penggunakan melalui anus).

Semua obat memiliki “caranya” masing-masing dalam menjalankan tugasnya untuk mengurangi atau menyembuhkan suatu gejala kesakitan. Paracetamol juga begitu. Obat ini memiliki cara kerja yaitu dengan menghambat pembentukan enzim siklooksigenase sehingga prostaglandin nggak akan terbentuk. 

Prostaglandin ini tugasnya adalah pengirim sinyal rasa nyeri atau demam ke otak. Lalu, otak menginstruksikan bahwa adanya sensasi tersebut ke seluruh sel dalam tubuh. Nah, berkat Paracetamol, maka otak tidak akan menerima sinyal dari prostaglandin sehingga nggak bakalan timbul rasa nyeri. Namun, seaman-amannya Paracetamol, pasti ada efek yang membahayakan bahkan bisa sampai mengancam nyawa kalau penggunaannya nggak sesuai aturan. 

Dosis menggunakan Paracetamol

Menurut Pusat Informasi Obat Nasional, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (PIONAS BPOM-RI), dosis yang disarankan seperti ini. Untuk dewasa 500 sampai 1.000 mg, diberikan setiap 4 sampai 6 jam sekali. Dosis maksimalnya 4.000 mg per hari.

Untuk bayi (dosis sekali minum), diberikan setiap 4 sampai 6 jam sekali. Kalau usianya 3 sampai 5 bulan, dosisnya 60 mg. Untuk usia 6 sampai 23 bulan, 120 mg.

Sementara itu, untuk anak (dosis sekali minum), diberikan setiap 4 smpai 6 jam sekali. Bagi yang berusia 2 sampai 3 tahun, sebanyak 180 mg. Sementara itu, untuk usia 4 sampai 5 tahun, 240 mg. Selebihnya seperti ini:

  1. Usia 6–7 tahun: 240–250 mg.
  2. Usia 8–9 tahun: 360–375 mg.
  3. Usia 10–11 tahun: 480–500 mg.
  4. Usia 12–15 tahun: 480–750 mg.
  5. Usia ≥16 tahun: 500–1.000 mg.

Itulah dosis yang disarankan dan aman menggunakan Paracetamol. Kendati demikian, meskipun dikonsumsi dengan dosis yang normal, bagi orang yang “sensitif”, Paracetamol dalam dosis lazim ini bisa menimbulkan efek samping. Misalnya, nyeri abdomen (sensasi rasa nyeri di perut bagian bawah), urine berwarna gelap, hilang nafsu makan, pusing, dan sebagainya. Itulah beberapa efek samping ringan yang mungkin timbul dan hanya di beberapa orang saja.

Baca Juga:

Pengalaman Saya Melihat Langsung Pasien yang Malah Curiga dan Trauma ketika Berobat ke Puskesmas

Memasak Daging Dicampur Bodrex, Teknik Memasak Paling Gila yang Pernah Saya Temui. Nyawa Situ Dobel?

Efek samping lainnya

Efek samping yang fatal dan dapat membahayakan nyawa adalah efek hepatotoksisitas atau keracunan organ hati. Ujungnya bisa terjadi kerusakan pada organ hati. Efek ini timbul akibat penggunaan Paracetamol yang melebihi dosis lazim. Bisa juga karena penggunaan yang terus-menerus tanpa ada indikasi yang diobati. 

Kamu harus memahami bahwa hati atau liver merupakan organ tubuh yang perannya sangat vital. Organ ini berfungsi sebagai organ detoksifikasi atau pembuangan zat-zat beracun dalam tubuh.

Menurut The New England Journal of Medicine, mekanisme kerusakan hati oleh Paracetamol diakibatkan oleh metabolit (zat hasil metabolisme) obatnya sendiri yang bernama N -asetil-p-benzokuinon imina (NAPQI). NAPQI ini bersifat toksik terbentuk sebagai hasil dari metabolisme parasetamol oleh organ hati. 

Sisi “bahaya” dari Paracetamol

Dalam penggunaan dengan dosis yang lazim, NAPQI akan dikeluarkan dari tubuh oleh hati melalui proses detoksifikasi tadi. Namun, overdosis Paracetamol menyebabkan terjadinya lonjakan jumlah NAPQI yang tersebar dalam organ hati. Akibatnya adalah kerusakan dan kematian hepatosit (sel hati), menyebabkan nekrosis hati akut (kerusakan hati) dan akan berlanjut pada fase gagal fungsi hati. 

Menurut Journal of Clinical and Translational Hepatology setelah terjadinya kejadian overdosis Paracetamol akan menyusul gejala-gejala berupa rasa lelah, sakit perut, atau mual. Setelah beberapa hari tanpa gejala, biasanya muncul kulit kekuningan, masalah pembekuan darah, dan kebingungan sebagai akibat dari gagal hati. 

Komplikasi tambahan termasuk gagal ginjal, pankreatitis, gula darah rendah, dan asidosis laktat juga bisa terjadi. Jika tidak terjadi kematian, penderita cenderung pulih sepenuhnya dalam waktu lebih dari beberapa minggu. Jika penderita tidak diobati, pada beberapa kasus akan pulih dengan sendirinya. Namun, pada kasus lain dapat menyebabkan kematian.

Itulah sekilas tentang Paracetamol, obat yang aman digunakan bahkan oleh ibu hamil. Namun, yang terlihat aman membahayakan apabila kamu mengonsumsinya tanpa melihat aturan yang tepat. Ya gimana ya, meski aman, obat adalah “komoditas racun” yang penggunaanya harus bijak. Yang paling penting adalah sebelum mengonsumsi, sebaiknya konsultasi dengan dokter, apoteker, atau tenaga kesehatan lainnya.

Penulis: Rio Yunaris Umbara

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Penjelasan Ilmiah Perkara Sudah Minum Obat, tapi Masih Sakit

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya

Terakhir diperbarui pada 14 Mei 2023 oleh

Tags: dosis Paracetamolobat demamParacetamolParacetamol untuk ibu hamil
Rio Yunaris Umbara

Rio Yunaris Umbara

Seorang tenaga kesehatan yang berfokus pada obat-obatan (Pharmacist). Senang menulis tentang kesehatan dan suka dengan kopi

ArtikelTerkait

Memasak Daging Dicampur Bodrex, Teknik Memasak Paling Gila yang Pernah Saya Temui. Nyawa Situ Dobel?

Memasak Daging Dicampur Bodrex, Teknik Memasak Paling Gila yang Pernah Saya Temui. Nyawa Situ Dobel?

22 November 2023
Drama Puskesmas yang Membuat Pasien Curiga dan Trauma (Unsplash)

Pengalaman Saya Melihat Langsung Pasien yang Malah Curiga dan Trauma ketika Berobat ke Puskesmas

14 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.