Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau

Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau Mojok.co

Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau (unsplash.com)

Banyak orang nggak bisa makan lauk lele. Anggapan lauk satu ini makanan jorok dan bau masih begitu melekat sehingga banyak orang ogah menyantapnya. Kalau ke warung tenda Lamongan, mereka cenderung menghindarinya dan memilih lauk lain. 

Setiap orang memang punya selera. Namun, sayang rasanya mampir tenda Lamongan, tapi nggak mencicipi lauk lelenya. Soalnya yang identik dari tenda Lamongan macam ini ya lauk lelenya itu. 

Itu mengapa, saya tergerak untuk membeberkan cara memilih lauk lele di tenda Lamongan untuk kalian yang selama menghindarinya. Percayalah, cara ini akan membantu. 

Baca juga Sebagai Warga Asli Lamongan, Saya Risih ketika Ada yang Menyebut Lamongan Kota.

Hindari lele berukuran besar karena berpotensi bau

Ukuran adalah hal yang perlu diperhatikan pertama kali masuk ke tenda Lamongan. Lele yang enak itu ukurannya kecil atau sedang. Jika kita lihat lele yang digoreng besar, mundur mending ganti menu yang lain atau tenda Lamongan lain. 

Lele berukuran besar biasanya sudah tua. Teksturnya seringkali lebih kasar dan cenderung kering. Apalagi bau dagingnya kadang seperti bau tanah atau lumpur. Bahkan, saat digoreng biasanya ikan yang berukuran besar nggak bisa kering sampai ke dalam. Jadi rasanya kurang mantap.

Biasanya, di tenda Lamongan ada dua menu olahan lele, yaitu goreng dan bakar. Supaya lebih aman, lebih baik kalian memilih olahan goreng saja. Sebab, ikan dengan olahan bakar teksturnya cenderung juicy. Apabila tidak pandai mengolahnya, ikan bisa lembek dan amis. Selain itu, bumbu pada lele bakar kadang nggak enak. Rasanya seperti bumbu semur, bukan bumbu bakar untuk olahan ikan.

Lalu, lele goreng yang enak itu yang digoreng kering. Namun, beberapa warung kadang menyediakan  kreversimes. Silakan saja kalian pilih menu ini kalau dirasa cocok, tapi ingat perhatikan kremesannya. Usul saya, mending pisahkan kremesannya, jangan dijadikan satu ketika menggoreng ikan. Apabila dijadikan satu, banyak kasus hanya kremesannya yang matang sempurna, ikannya tidak. 

Baca juga Konten Review Tanaman Bupati Lamongan Adalah Konten Pejabat Paling Membingungkan yang Pernah Saya Tonton, Nggak Paham Prioritas!

Warna keemasan bukan cokelat gelap

Lele goreng yang lezat warnanya yang keemasan bukan yang gelap. Semakin gelap warnanya itu pertanda minyak yang digunakan sudah lama dan suhu terlalu panas. Sementara, warna keemasan itu pertanda minyaknya masih layak dan suhu yang digunakan pas. 

Hal lain yang bisa diamati, perhatikan ketika lauk tersebut sudah disajikan di piring. Jika berminyak berlebihan, itu pertanda teknik pengorengannya kurang oke. Jadi pas dingin malah banjir minyak.

Memilih lele di tenda Lamongan memang perlu berhati-hati agar tidak mengecewakan lidah dan berakhir trauma. Sebab, kalau sudah sampai trauma dan menghindari lauk satu ini, kalian sendiri yang rugi. Lauk lele di tenda Lamongan yang tepat itu benar-benar enak dan ramah kantong. 

Penulis: Wulan Maulina
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Hal-Hal Aneh Bagi Orang Lamongan Ketika Mengunjungi Jakarta.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version