Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Panduan Lengkap Menuju Situ Gunung Suspension Bridge Sukabumi: Rute, Transportasi, dan Biaya yang Harus Dikeluarkan Wisatawan

Mohammad Ilham Ramadhan oleh Mohammad Ilham Ramadhan
15 Juli 2023
A A
Panduan Lengkap Menuju Situ Gunung Suspension Bridge Sukabumi: Rute, Transportasi, dan Biaya yang Harus Dikeluarkan Wisatawan

Panduan Lengkap Menuju Situ Gunung Suspension Bridge Sukabumi: Rute, Transportasi, dan Biaya yang Harus Dikeluarkan Wisatawan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Nama Situ Gunung Suspension Bridge mungkin sudah nggak asing di telinga kalian. Jembatan gantung yang berada dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini memiliki panjang 243 meter. Jembatan ini melintang di atas ketinggian jurang dengan tinggi 161 meter di atas permukaan tanah. Fyi, Situ Gunung Suspension Bridge merupakan jembatan gantung terpanjang di Indonesia. Bahkan di awal berdirinya digadang-gadang sebagai jembatan gantung terpanjang—yang berada di tengah hutan—se-Asia Tenggara.

Situ Gunung Suspension Bridge pertama kali dibangun pada tahun 2017 dan kemudian menjadi tujuan wisata favorit warga Sukabumi dan luar daerah, bahkan wisatawan mancanegara. Jembatan ini sebenarnya dibangun untuk memangkas jarak perjalanan dari gerbang masuk kawasan wisata Situ Gunung ke salah satu curug terkenal yang ada di kawasan tersebut, yaitu Curug Sawer.

Sebelum ada jembatan gantung, perlu waktu lebih dari 60 menit jalan kaki dari gerbang masuk menuju Curug Sawer dengan trek jalan berupa bebatuan gunung dan kontur yang naik-turun. Adanya Situ Gunung Suspension Bridge tentu memudahkan wisatawan untuk mencapai Curug Sawer karena nggak perlu lagi hiking dengan waktu yang lama. Selain itu, jembatan gantung tersebut juga menjadi daya tarik tersendiri karena berada di antara lembah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang memberikan pemandangan indah nan menakjubkan.

Mungkin kalian yang lahir dan besar di Sukabumi sudah sudah tahu cara menuju Situ Gunung Suspension Bridge. Namun, bagaimana dengan wisatawan dari luar daerah dan mancanegara? Oleh karena itulah saya akan memberikan sedikit panduan rute menuju jembatan gantung tersebut beserta biaya yang bakal kalian keluarkan.

Rute pertama menuju Situ Gunung Suspension Bridge

Mayoritas wisatawan lokal yang berkunjung ke Situ Gunung berasal dari kota atau kabupaten di sekitar Sukabumi seperti Bogor, Cianjur, Jakarta, dan Bandung. Kalau kalian datang dari arah timur (Cianjur dan Bandung), selain menggunakan kendaraan pribadi atau bus, kalian bisa menggunakan KA lokal Siliwangi dengan keberangkatan awal dari Stasiun Cipatat dan pemberhentian akhir Stasiun Sukabumi. Jadwal pertama KA lokal ini pukul 08.30 WIB. Harga tiketnya murah, cuma Rp5.000 melalui aplikasi KAI Access.

Sementara kalau kalian berasal dari Jakarta, kalian harus naik KRL terlebih dahulu dan turun di Stasiun Bogor. Dari Stasiun Bogor, kalian harus berjalan kaki sekitar 500 meter menyeberang jalan menuju Stasiun Bogor Paledang untuk naik kereta tujuan Sukabumi. Kereta tujuan Sukabumi berangkat dari stasiun ini dengan jadwal keberangkatan paling awal pukul 08.20 WIB. Harga tiketnya lumayan mahal, Rp45.000, tapi menurut saya cukup worth it.

Sebenarnya selain kereta api, ada cara lain untuk menuju Sukabumi dari arah Bogor, yaitu menggunakan Colt Mini L300 atau yang biasa kami sebut kol mini/kol bogoran. Tapi, kalau kalian nggak punya mental yang kuat dan keberanian yang besar, saya sarankan hindari moda transportasi ini.

Untuk kalian yang berangkat menggunakan kereta api dari arah Bogor, kalian bisa turun di Stasiun Cisaat karena stasiun tersebut lokasinya paling dekat dengan kawasan Situ Gunung. Setelah berada di wilayah Sukabumi, kalian bisa melanjutkan perjalanan dengan beberapa moda transportasi berikut ini:

Baca Juga:

Prabanlintang, Tempat Wisata Pelepas Penat yang Masih Underrated di Kabupaten Tegal

Cepogo Cheese Park di Boyolali Memang Istimewa, tapi Saya Ogah Kembali ke Sana

Kendaraan Pribadi

Kalau sejak awal kalian berangkat dari daerah masing-masing menggunakan kendaraan pribadi, hal yang perlu kalian lakukan lakukan sesampainya di Sukabumi adalah siapkan gawai. Ingat, gawai yang kalian bawa harus punya kuota, baterai, dan sinyal yang cukup. Buka aplikasi Google Maps, lalu ketik Situ Gunung Suspension Bridge. Mbak-mbak Google Maps akan memandu perjalanan kalian menuju lokasi.

Angkot

Kalau kalian datang ke Sukabumi menggunakan KA Siliwangi, kalian bisa melanjutkan perjalanan menggunakan angkot yang ngetem di depan Stasiun Sukabumi. Untuk menuju Situ Gunung, kalian perlu naik angkot sebanyak dua kali.

Pertama, angkot warna hijau nomor 08 dengan trayek Cisaat-Sukabumi. Kalian perlu berhenti di depan Alun-alun Cisaat lalu menyeberang jalan menuju Jalan Kadudampit yang letaknya berada di samping Polsek Cisaat. Tak jauh dari situ, sekitar 50 meter, akan ada angkot warna merah trayek Kadudampit-Cisaat yang biasanya mengetem di kawasan Pasar Cisaat.

Sebenarnya pemberhentian terakhir angkot ini adalah Terminal Kadudampit yang jaraknya masih 1,3 kilometer dari gerbang masuk kawasan wisata Situ Gunung. Setelah itu, nggak ada transportasi umum lain menuju ke sana. Maka, yang perlu kalian lakukan adalah menanyakan terlebih dahulu kepada sopir angkot apakah bersedia mengantarkan sampai ke gerbang masuk atau nggak.

Biasanya sih para sopir angkot ini bersedia. Tapi, kalian harus negosiasi harga di awal untuk menghindari sopir “nakal” yang menggetok harga. Saya sarankan langsung bertanya, “Ke Situ Gunung berapa, Mang?” Normalnya, sopir akan memasang tarif Rp12.000/orang dengan rincian: Rp6.000 dari Cisaat menuju Terminal Kadudampit dan Rp6.000 lagi dari Terminal Kadudampit menuju gerbang masuk Situ Gunung. Tips dari saya, jika kalian datang bersama rombongan, jangan sungkan untuk menawar harga agar lebih murah.

Nah, untuk kalian yang naik kereta dari arah Bogor dan turun di Stasiun Cisaat, transportasi selanjutnya menuju Situ Gunung adalah angkot juga. Ada dua cara yang bisa kalian lakukan.

Pertama, berjalan kaki sejauh 1 kilometer dari stasiun menuju Pasar Cisaat untuk naik angkot trayek Kadudampit-Cisaat. Kedua, menggunakan transportasi online dari stasiun ke Pasar Cisaat atau langsung menuju Situ Gunung. Tapi, jika kalian beruntung, biasanya ada satu-dua angkot warna hijau nomor 08 yang sengaja mangkal di depan stasiun saat jadwal kedatangan kereta. Jika memilih untuk naik angkot, kalian tinggal minta diturunkan di dekat Polsek Cisaat saja lalu lanjut naik angkot berikutnya.

Transportasi Online

Buat kalian yang datang dari luar Sukabumi menggunakan transportasi umum seperti bus, travel, atau kereta, dan nggak mau ribet harus naik-turun angkot setelah tiba di Sukabumi, transportasi online bisa jadi pilihan utama. menuju kawasan wisata Situ Gunung. Jika memilih opsi ini, pastikan kalian memesan transportasi online dengan titik penjemputan agak jauh dari kawasan stasiun atau terminal.

Setelah sampai di depan gerbang masuk kawasan Situ Gunung, kalian perlu membeli tiket masuk sebesar Rp16.000-Rp18.000. Tiket ini hanya berlaku untuk mengunjungi Danau Situ Gunung yang lokasinya berbeda arah dengan Situ Gunung Suspension Bridge dan Curug Sawer.

Jika kalian ingin mengunjungi curug atau sekadar mencoba jalan di atas jembatan gantung, kalian perlu merogoh kocek kembali mulai dari Rp50.000-Rp100.000 tergantung kelas tiket yang dibeli. Kelas tiket ini akan membedakan fasilitas yang didapatkan dan akses jalur yang kalian tempuh. Semakin mahal tiketnya, semakin singkat perjalanan kalian menuju jembatan gantung.

Nah, buat kalian yang berangkat ke Situ Gunung naik angkot atau transportasi online, kalian juga perlu mengetahui cara pulangnya. Ini penting, karena percuma kalau kalian hanya tahu cara berangkatnya tapi nggak tahu cara pulang.

Untuk pulang dari Situ Gunung naik transportasi online tentu akan sulit karena keterbatasan sinyal. Sekalipun ada sinyal di sana, kalian bakal kesulitan mendapatkan driver. Tapi jangan khawatir, biasanya saat ada kerumunan wisatawan yang ingin pulang, akan ada akamsi atau petugas tiket yang menelepon sopir angkot dari Terminal Kadudampit untuk mengangkut penumpang. Setelah naik angkot dan sampai di pemberhentian terakhir, silakan lanjutkan perjalanan sesuai tujuan masing-masing.

Penulis: Mohammad Ilham Ramadhan
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Destinasi Wisata di Sukabumi yang Patut Kamu Kunjungi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Juli 2023 oleh

Tags: AngkotDestinasi WisataGunung Gede PangrangoSitu Gunung Suspension Bridgesukabumi
Mohammad Ilham Ramadhan

Mohammad Ilham Ramadhan

Seorang sejarawan yang tersesat secara linguistik. Lulusan Ilmu Sejarah yang akhirnya menemukan jalan hidup di antara aksara dan nada Bahasa Thailand. Kini tidak lagi menggali masa lalu, melainkan menjembatani makna sebagai seorang penerjemah.

ArtikelTerkait

Alasan Kenapa Kamu Harus Mendaki Gunung Gede Pangrango Minimal Sekali Seumur Hidup

Alasan Kenapa Kamu Harus Mendaki Gunung Gede Pangrango Minimal Sekali Seumur Hidup

11 Mei 2023
Alasan Saya Menyukai Sukabumi, Tempat Tinggal Terbaik Se-Jawa Barat Mojok.co

Setelah 24 Tahun Tinggal di Sukabumi, Saya Semakin Yakin kalau Tanah Kelahiran Saya Ini Adalah Tempat Tinggal Terbaik di Jawa Barat

15 Juni 2024
angkutan umum

Kasta Penumpang dalam Angkutan Umum

14 Agustus 2019
4 Hal Menyebalkan yang Sering Saya Rasakan Ketika Naik JakLingko

3 Hal Menyebalkan Angkot JakLingko dari Perspektif Pengendara Lain di Sekitarnya

3 September 2023
Suka Duka Menjadi Orang Jampang Sukabumi, Daerah Paling Berbahaya di Tanah Sunda karena Jadi Pusat Praktik Ilmu Hitam

Suka Duka Menjadi Orang Jampang Sukabumi, Daerah Paling Berbahaya di Tanah Sunda karena Jadi Pusat Praktik Ilmu Hitam

26 Januari 2024
Percuma Probolinggo Punya Wisata Pegunungan yang Indah kalau Akses Jalannya Rusak Parah

Percuma Probolinggo Punya Wisata Pegunungan yang Indah tapi Akses Jalannya Rusak Parah

23 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta (Unsplash)

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

3 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Dipaksa Kuliah Jurusan Paling Dicari di PTN karena Ambisi PNS, Setelah Lulus Malah bikin Ortu Kecewa karena “Kerjaan Remeh”
  • Tiga Kali Gagal Seleksi CPNS, Pas Sudah Diterima Jadi ASN Malah Tersiksa karena Makan “Gaji Buta”
  • 10 Tahun yang Indah Bersama Mio M3: Motor Yamaha yang Dianggap Murahan, Diremehkan Orang, dan Katanya Bikin Orang Menyesal
  • Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.