Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Mau ke Jakarta tapi Nggak Tahu Apa-apa tentang Ganjil Genap Jakarta? Tenang, Saya Beri Panduan Lengkapnya

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
2 Juli 2023
A A
Mau ke Jakarta tapi Nggak Tahu Apa-apa tentang Ganjil Genap Jakarta? Tenang, Saya Beri Panduan Lengkapnya

Mau ke Jakarta tapi Nggak Tahu Apa-apa tentang Ganjil Genap Jakarta? Tenang, Saya Beri Panduan Lengkapnya (Haryanta P via Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalian bingung tentang aturan ganjil genap Jakarta? Nggak usah khawatir, saya kasih panduannya!

Bagi sebagian besar orang Indonesia, DKI Jakarta identik dengan kemacetan. Kendaraan tumpah ruah di jalan, menyebabkan kepadatan dan lalu lintas terhambat. Mengacu pada data dari Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, tercatat ada lebih dari 26 juta unit kendaraan di DKI Jakarta pada tahun 2022. Kendaraan yang terdata ini terdiri dari mobil penumpang, bus, truk, dan sepeda motor. Dari jumlah itu memang nggak heran kalau lalu lintas di Ibu Kota selalu padat dan macet.

Untuk mengurai masalah itu, ada banyak strategi yang pernah dicanangkan oleh pemerintah daerah ibu kota. Satu kebijakan yang paling terkenal sekaligus masih berlaku sampai sekarang adalah kebijakan ganjil genap. Sebenarnya, apa sih ganjil genap itu?

Gampangnya, untuk membatasi banyaknya kendaraan yang tumpah ruah di ruas jalan di DKI Jakarta, dibuatlah sebuah kebijakan pembatasan kendaraan berdasarkan plat nomor. Menurut Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas Dengan Sistem Ganjil Genap, begini kebijakannya.

  •         Kendaraan bermotor beroda 4 atau lebih dengan nomor plat ganjil dilarang melintasi ruas jalan yang ditentukan pada tanggal genap.
  •         Sebaliknya, kendaraan dengan plat nomor genap dilarang melintasi ruas jalan yang sama pada tanggal ganjil.

Setelah paham konsep dasar ganjil genap Jakarta, kamu yang berencana ke DKI Jakarta dengan kendaraan pribadi harus tahu juga informasi-informasi lainnya. Jaga-jaga aja biar nggak kena tilang.

Dasar hukum pemberlakuan kebijakan ganjil genap Jakarta

  1. Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 76 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Lalu Lintas Dengan Sistem Ganjil-genap yang mengubah
  2. Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 88 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap dan
  3. Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas Dengan Sistem Ganjil-Genap

Jam diberlakukannya 

Hari: Senin-Jumat (selain hari libur nasional)

Sistem ganjil genap tidak diberlakukan pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional yang ditetapkan oleh Presiden.

Jam: Pukul 06.00 – 10.00 WIB dan 16.00 – 21.00 WIB

Baca Juga:

Begini Cara agar Hidup Selamat di Jogja dengan Gaji UMR Jogja 2025: Harus Siap Menderita karena Itu Satu-satunya Pilihan

5 Aturan Tidak Tertulis di Magelang, Sederhana tapi kalau Dilanggar Bikin Hidup Kurang Nyaman

Kendaraan yang diberlakukan kebijakan 

Sistem pembatasan ganjil genap berlaku untuk kendaraan beroda empat atau lebih.

Kendaraan yang dikecualikan dari kebijakan 

Berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 88 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap, sistem ganjil genap tidak diberlakukan untuk:

  1.       Kendaraan berstiker disabilitas;
  2.     Ambulans;
  3.       Pemadam Kebakaran;
  4.     Angkutan umum berplat kuning;
  5.       Sepeda motor;
  6.       Kendaraan berbahan bakar listrik;
  7.       Truk tangki bahan bakar;
  8.     Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara;
  9.         Kendaraan dinas operasional dengan TNKB berwarna dasar merah, TNI dan Polri;
  10.       Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional;
  11.       Kendaraan evakuasi kecelakaan lalu lintas;
  12.         Kendaraan pengangkut uang Bank Indonesia, antar bank, pengisian ATM dengan pengawasan dari petugas Polri;
  13.   Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan Polri.

Ruas jalan tempat diberlakukannya kebijakan ganjil genap

Kalau dulu cuma ada sembilan ruas jalan di DKI Jakarta yang kena kebijakan ganjil genap, kini bertambah menjadi 26 ruas jalan.

Wilayah Jakarta Pusat

  1.           Jalan Gajah Mada
  2.           Jalan Hayam Wuruk

      iii.            Jalan Majapahit

  1.           Jalan Medan Merdeka Barat
  2.           Jalan MH Thamrin
  3.           Jalan Jenderal Sudirman

    vii.            Jalan Balikpapan

  viii.            Jalan Kyai Caringin

  1.           Jalan Salemba Raya sisi Barat
  2.           Jalan Salemba Raya sisi Timur
  3.           Jalan Kramat Raya

    xii.            Jalan Stasiun Senen

   xiii.            Jalan Gunung Sahari

Wilayah Jakarta Selatan

  1.           Jalan Sisingamangaraja
  2.           Jalan Panglima Polim

      iii.            Jalan Fatmawati

  1.           Jalan Suryopranoto
  2.           Jalan Gatot Subroto
  3.           Jalan HR Rasuna Said

Wilayah Jakarta Timur

  1.           Jalan MT Haryono
  2.           Jalan D.I Pandjaitan

      iii.            Jalan Jenderal Ahmad Yani

  1.           Jalan Pramuka

Wilayah Jakarta Barat

  1.           Jalan Pintu Besar Selatan
  2.           Jalan Tomang Raya

      iii.            Jalan Jenderal S Parman

Sanksi bagi pelanggar ganjil genap Jakarta

Kalau melanggar, gimana dong?

Semisal kendaraan yang kamu tumpangi berplat ganjil dan nggak sengaja lewat di salah satu ruas jalan tersebut di tanggal genap, siap-siap untuk kena tilang. Dilansir dari situs resmi Pemprov DKI Jakarta, pelanggar ganjil genap akan dikenai pasal 287 Undang-undang Nomor 12 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pelanggar yang ketahuan, baik oleh aparat kepolisian dan tilang elektronik (ETLE) akan dikenakan denda maksimal hingga Rp500 ribu.

Setelah tahu segala hal yang berkenaan dengan kebijakan pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap Jakarta, jangan lupa untuk mematuhinya, ya. Nggak ada alasan buat lupa atau nggak sengaja pakai kendaraan dengan plat yang nggak sesuai tanggalnya di ruas jalan yang sudah ditentukan. Mending tertib daripada harus bayar denda Rp500 ribu kan.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jalan Tol Dalam Kota Jakarta yang Sejauh Ini Malah Bikin “Sengsara”

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Juli 2023 oleh

Tags: aturandasar hukumganjil genap jakartapanduan
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

NFT

4 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli NFT

19 Desember 2021
uang kripto cryptocurrency aplikasi trading kripto cryptocurrency mojok

Ingin Terjun ke Dunia Cryptocurrency? Sebaiknya Perhatikan 3 Hal Ini

16 Desember 2021
Kerja Part Time di Jogja Adalah Jalan Pintas Menuju Perbudakan, Gaji Setengah UMR pun Nggak Ada! umr jogja gaji di jogja gaji umr jogja

Begini Cara agar Hidup Selamat di Jogja dengan Gaji UMR Jogja 2025: Harus Siap Menderita karena Itu Satu-satunya Pilihan

23 Mei 2025
Depok macet

Kenali 6 Titik Rawan Macet di Depok, Kota Sejuta Keajaiban

19 Desember 2021
petugas main angkut penertiban PPKM mojok

Mempertanyakan Dasar Hukum Petugas Main Angkut Saat Penertiban PPKM

7 Juli 2021
Panduan Thrifting bagi Pemula terminal mojok

Panduan Thrifting bagi Pemula

14 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ambarawa Ekspres: Kereta Api Pantura yang Krisis Identitas, Bikin Sesat Calon Penumpang

Ambarawa Ekspres: Kereta Api Pantura yang Krisis Identitas, Bikin Sesat Calon Penumpang

5 Januari 2026
Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua Mojok.co

Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua

9 Januari 2026
Tiga Tradisi Madura yang Melibakan Sapi Selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, Biar Obrolan Nggak Itu-Itu Aja

3 Tradisi Madura yang Melibatkan Sapi selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, biar Obrolan Nggak Itu-itu Aja

6 Januari 2026
5 Cara Mudah Mengetahui Oli Palsu Menurut Penjual Spare Part Mojok.co

5 Cara Mudah Mengetahui Oli Palsu Menurut Penjual Spare Part

8 Januari 2026
Seharusnya Suzuki Melakukan 3 Hal Ini Supaya Motornya Diminati Banyak Orang

Seharusnya Suzuki Melakukan 3 Hal Ini Supaya Motornya Diminati Banyak Orang

10 Januari 2026
Bus Efisiensi Penyelamat Warga Purwokerto yang Ingin “Terbang” dari Bandara YIA Mojok.co

Bus Efisiensi Penyelamat Warga Purwokerto yang Ingin “Terbang” dari Bandara YIA

9 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.