Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang (unsplash.com)

Saya yakin, setiap orang di Jawa Timur jika ditanya mengenai orang Madura, pikirannya pasti tidak akan jauh-jauh dari julukan negatif seperti “rayap besi” atau paling tidak “kartel Meksiko”. Tentu, stereotip terhadap orang Madura ini tidak selalu bernuansa negatif. Ada juga pujian seperti warung kelontong mereka yang buka 24 jam dan baru tutup kalau hari kiamat, yang tentunya selalu menjadi penyelamat di tengah malam ketika ingin membeli sesuatu.

Namun, harus diakui, julukan negatif tadi memang lebih sering tertanam di kebanyakan masyarakat, terutama di Malang, kota tempat saya tinggal.

Julukan yang lebih melekat ini diberikan bukan tanpa sebab. Seringkali, orang Madura yang merantau ke daerah lain seperti Surabaya dan Malang, hampir selalu diidentikkan dengan berbagai macam masalah. Entah mulai dari mencuri bangku taman yang terbuat dari besi, menjadi juru parkir ilegal, bahkan menjadi preman.

Bahkan, Muharto yang merupakan daerah dengan mayoritas penghuni orang Madura di Kota Malang, sering kali dianggap zona merah untuk kasus sartok (jambret). Padahal, kita pun tidak pernah tahu pasti apakah si penjambret itu benar-benar orang Madura atau bukan. Gara-gara cerita yang telanjur menyebar inilah, muncul pelesetan yang menyamaratakan kawasan Muharto dengan markas kartel Meksiko.

Namun, di balik semua stigma sangar tersebut, ada satu hal yang ingin saya tanamkan di benak pembaca sekalian. Sebuah fakta yang saya yakin, disadari atau tidak, sebenarnya sudah pernah kalian rasakan juga yakni kebanyakan orang Madura itu nyatanya adalah orang yang sangat pandai memasak

Memasak adalah Keahlian Orang Madura

Saya mengatakan ini bukan tanpa alasan, dan bukan cuma merujuk pada hidangan mainstream mereka seperti bebek ataupun sate Madura. Banyak kuliner asli Madura yang di Malang ini memang sangat enak dan layak untuk dicoba. Contohnya seperti Nasi Buk Madura di Jalan Kawi. Kalau buat sarapan, ini merupakan salah satu best option yang bisa saya tawarkan. Sebab, tempat ini bisa membuat Anda yang awalnya tidak doyan jeroan seperti paru dan kawan-kawannya, mendadak bisa sangat menikmati makanan tersebut.

Selain kuliner asli mereka, banyak juga makanan langganan saya yang ternyata penjualnya adalah orang Madura. Salah satu contohnya adalah nasi goreng di sebelah kantor BCA dekat Pasar Blimbing. Rasanya enak banget. Saya berani menilai nasi goreng itu enak bukan cuma dari porsinya yang kuli, tapi bumbunya itu lho, benar-benar terasa!

Coba bandingkan dengan kebanyakan penjual nasi goreng di Malang yang rasanya sering kali sama-sama hambar, atau mentok-mentok cuma kerasa micinnya doang.

Lihat dari sisi yang lebih terang

Belum lagi kalau ngomongin Rumah Makan Padang langganan saya, yang terletak di daerah Kendalsari yang tentunya waktu itu saya terkejut yang menjual ternyata menggunakan bahasa Madura. Kalau boleh jujur, nasi Padang langganan saya ini rasanya nggak kalah enak sama RM Payakumbuah milik Arief Muhammad.

Ya… mungkin saya nulis begini karena harga Payakumbuah yang sangat mahal, sehingga saya harus meresapi betul setiap gigitan dari satu potong rendang seharga 50 ribuan (meskipun waktu itu saya ditraktir sih). Sementara di langganan saya ini, dengan harga segitu saya bisa dapat tiga potong daging, plus sayurnya tumpah-tumpah, dan kuahnya bisa dihemat buat makan seharian.

Dan sebenarnya, masih banyak lagi warung makanan milik orang Madura yang rasanya kelewat enak. Visual makanan mereka ini sering banget berkeliaran di feed Instagram saya dengan gambaran yang begitu menggugah selera. Tentu saja, harganya juga selalu ramah di kantong. Salah satu contohnya seperti Nasi Cumi Hitam Madura di Pasar Atom Surabaya,. Yang sudah pasti bakal masuk list wajib kulineran saya kalau main ke sana nanti.

Jadi, kita sebaiknya mulai berlaku adil, atau mulai memandang Madura dari sudut yang lebih positif. Khazanah kuliner dan kemampuan mereka memasak sungguh wajib kita apresiasi, karena memang sejago itu.

Penulis: Alfian Muslim
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Di Lidah Orang Jawa, Kuliner Madura Enak Kecuali yang dari Sumenep

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version