Setiap kali orang pulang dari Jogja, hampir bisa dipastikan satu hal tangan penuh kardus bakpia. Seolah-olah belum sah ke Jogja kalau belum bawa oleh-oleh Jogja legendaris itu. Yah, bakpia memang sudah jadi ikon. Rasanya enak, variannya banyak, dan mudah ditemukan di mana-mana.
Tapi justru di situlah letak penyesalannya. Banyak orang baru sadar setelah sampai rumah, ternyata Jogja punya oleh-oleh lain yang tak kalah enak bahkan bagi sebagian orang, lebih menggoda daripada bakpia. Rasanya lebih unik, teksturnya berbeda, dan sensasinya lebih “rumahan”. Sayangnya, karena terlalu fokus pada bakpia, pilihan-pilihan ini sering terlewat.
Berikut tiga oleh-oleh Jogja yang sering bikin orang berkata, “Kenapa kemarin nggak beli ini sekalian?”
Roti Bluder Jadul
Oleh-oleh Jogja satu ini bisa dibilang underrated. Namanya mungkin terdengar aneh: bluder. Tapi jangan salah, rasanya justru bikin susah move on.
Roti bluder jadul punya tekstur yang lembut, empuk, dengan aroma mentega yang kuat. Tampilannya klasik, biasanya berbentuk bulat atau lonjong dengan topping sederhana seperti meses, keju, atau gula di atasnya. Begitu digigit, rasa manisnya tidak berlebihan, justru terasa pas dan nostalgik.
Yang bikin beda, roti ini punya sensasi “tempo dulu”. Tidak terlalu fancy, tidak banyak varian aneh-aneh, tapi justru di situlah daya tariknya. Rasanya seperti roti rumahan yang dibuat dengan resep turun-temurun.
Banyak orang yang awalnya hanya coba satu karena penasaran, malah akhirnya menyesal tidak beli lebih banyak. Apalagi roti ini biasanya lebih cepat habis dan tidak setenar bakpia di etalase oleh-oleh.
Kalau bakpia identik dengan isian kacang hijau atau cokelat, roti bluder menawarkan kesederhanaan rasa yang justru bikin nagih.
BACA JUGA: 6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Sakit Hati
Roti Abon Gulung
Kalau kamu tim gurih, roti abon gulung bisa jadi jawaban akan oleh-oleh Jogja yang berbeda dari biasanya.
Berbeda dengan bakpia yang cenderung manis, roti abon gulung menawarkan kombinasi lembut dan gurih dalam satu gigitan. Rotinya empuk, digulung dengan lapisan abon yang melimpah di bagian dalam maupun luar. Rasanya seimbang antara manis tipis roti dan asin gurih abon.
Yang bikin istimewa, roti ini cocok untuk semua suasana. Mau dimakan sambil ngopi, jadi bekal perjalanan, atau camilan santai di rumah—semuanya masuk.
Sering kali orang tidak melirik roti abon karena terlalu fokus pada oleh-oleh Jogja yang manis. Padahal justru variasi rasa gurih seperti ini yang bisa jadi penyeimbang. Setelah beberapa hari makan bakpia yang manis, roti abon gulung terasa seperti penyelamat.
Penyesalannya datang ketika sudah sampai rumah dan baru kepikiran, “Tadi harusnya beli dua atau tiga box.”
Baca halaman selanjutnya



















