Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Game

Nostalgia Tekken 3, Gim PS1 dengan Grafik Terbaik

Muhammad Fariz Kurniawan oleh Muhammad Fariz Kurniawan
6 Oktober 2021
A A
Tekken 3 mojok

Tekken 3 mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Nggak ada gamer yang nggak tau Tekken atau nggak pernah memainkan Tekken. Kalau ada, dia bukan gamer beneran. Anggep aja gamer coret. Dari semua versi Tekken yang pernah saya jajal, Tekken 3 menjadi favorit saya. Saya sendiri sangat sering memainkan game tersebut selama PS1 saya masih hidup. Saking seringnya, berkali-kali saya membeli kaset Tekken 3 ketika ia sudah mulai macet dan juga berbaret.

Lebih lanjut, Tekken 3 menjadi game PS 1 terbaik di hati saya. Setidaknya ada beberapa alasan mengapa saya menobatkan game keluaran tahun 1997 tersebut sebagai yang terbaik. Anda boleh setuju atau tidak dengan penilaian saya ini. Saya sih nga peduli.

Grafik

Salah satu hal yang membuat saya jatuh hati dengan Tekken 3 adalah tampilan grafiknya. Gerakan dari setiap karakter maupun latar tempat pertarungan pada Tekken 3 terasa seperti nyata. Jika dikomparasikan dengan sebuah video di zaman now, gerakan dari para karakternya kurang lebih terlihat seperti video YouTube yang diputar dengan resolusi 720p60.

Untuk ukuran game di era 90-an, grafik dari Tekken 3 benar-benar terasa begitu advanced sekaligus unik. Hingga sekarang, belum pernah saya menemukan grafik seperti itu pada game PS1 lainnya.

Intro atau opening

Selain grafik, intro atau opening yang terdapat di dalam game Tekken 3 menjadi alasan mengapa saya jatuh cinta dengannya. Kemunculan Heihachi Mishima, Paul Phoenix, hingga Jin Kazama di dalamnya benar-benar terasa mantap dengan background music-nya yang bernuansa rock. Saking kerennya, sulit bagi saya untuk melupakan intronya di dalam benak.

Karakter

Dari segi desain, para karakter di gim ini terasa begitu keren. Baik dari segi fisik maupun pakaian yang dikenakannya. Tidak ada desain karakter yang tidak perlu alias lebay. Semuanya benar-benar terasa proporsional.

Favorit saya sih desain karakter Hwoarang dengan kaos buntung dan celana jeans hitam serta semacam goggles di atas dahinya. Gayanya benar-benar menggambarkan seorang petarung jalanan. Didukung dengan wajahnya yang tampan, membuat level kekerenan dari Hwoarang terasa maksimal.

Di samping itu, desain daripada final boss di gim ini terasa begitu badass sekaligus mengerikan. Dalam hal ini, karakter yang saya adalah maksud adalah True Ogre. Sayap mirip kelelawar plus satu lengannya yang berbentuk ular membuat ia terasa menakutkan.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Belum lagi dengan suasana di sekitarnya ketika True Ogre sedang bertarung. Khusus untuk karakter ini, tempat dari pertarungannya akan diselimuti kegelapan. Terkecuali di bagian lantainya saja. Hal tersebut pada akhirnya semakin menegaskan kengerian sekaligus ke-badass-an dari True Ogre.

Jurus atau combo

Ketika memainkan gim ini, saya tidak pernah merasa bosan. Ada banyak jurus maupun combo (kombinasi jurus) yang tersedia untuk dijajal. Jadi, tidak hanya mengandalkan tombol segitiga, kotak, bulat, dan X saja.

Beberapa karakter pada Tekken 3 memiliki jurus atau combo yang tombolnya tergolong rumit. Misalnya saja seperti King, sang pegulat yang menutupi wajahnya dengan topeng macan. Jika mampu menggunakannya, ada semacam kebanggaan tersendiri. Sayangnya, saya belum pernah bisa memaksimalkan potensi daripada King.

Well, dengan beberapa alasan yang telah disebutkan di atas, saya memberi nilai 90 dari skala 10-100 untuk game Tekken 3. Kok nilainya tidak sempurna? Ya, ada satu hal yang terasa kurang darinya.

Satu aspek yang saya rasa kurang tersebut adalah banyaknya karakter yang tersedia. Meskipun ada sekitar 21 karakter yang bisa dimainkan, saya merasa ada beberapa karakter yang seharusnya bisa dimasukkan. Misalnya saja seperti Sergei Dragunov, Feng Wei, dan Kazuya Mishima. Andai saja hal tersebut terjadi, barang tentu saya akan memberikan nilai 100 alias sempurna untuk game Tekken 3 ini.

Sumber Gambar: YouTube Kamran Techno Gamer

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Oktober 2021 oleh

Tags: eddyheihachi mishimahwoarangpaultekken 3yoshimitsu
Muhammad Fariz Kurniawan

Muhammad Fariz Kurniawan

Penulis sejak 2020, senang menulis hal-hal receh yang muncul dari pengamatan, obrolan ringan, dan keseharian.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Batik Solo Trans Memang Nyaman, tapi Nggak Ramah Mahasiswa, ke Kampus Harus Transit Sampai 3 Kali Mojok.co

Batik Solo Trans Memang Nyaman, tapi Nggak Ramah Mahasiswa, ke Kampus Harus Transit Sampai 3 Kali

29 Januari 2026
Toyota Raize: Kerap Diejek LCGC Dikasih Turbo, padahal Mobil Ini Kuat, Bertenaga, dan yang Paling Penting, Irit!

Toyota Raize: Kerap Diejek LCGC Dikasih Turbo, padahal Mobil Ini Kuat, Bertenaga, dan yang Paling Penting, Irit!

26 Januari 2026
Mengapa Nasi Berkat Tahlilan Terasa Nikmat padahal Lauknya Sederhana?

Mengapa Nasi Berkat Tahlilan Terasa Nikmat padahal Lauknya Sederhana?

28 Januari 2026
Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

27 Januari 2026
Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

30 Januari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.