Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik

Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik Mojok.co

Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik (wikipedia.org)

Kalian pembaca Bobo juga?

Masa kecil saya belum ada gawai canggih seperti sekarang. Itu mengapa, membaca jadi salah satu hiburan paling favorit. Semua jenis bacaan saya lahap, mulai dari cerita rakyat, cerpen, hingga berbagai majalah. 

Majalah favorit saya waktu itu adalah Bobo. Selain itu saya juga dikenalkan Bee Magazine. Dua majalah itu jadi bacaan favorit saya waktu itu. 

Demi Bobo saya rajin menunggu loper koran dan menabung

Perkenalan saya dengan majalah Bobo sebenarnya tidak sengaja. Seingat saya, dahulu orang tua berlangganan koran Kedaulatan Rakyat. Loper koran datang setiap hari untuk mengantarnya. Di saat itulah saya melihat ada majalan anak-anak dibawa loper koran. 

Singkat cerita saya membeli majalah tersebut. Itulah majalah Bobo pertama saya. 

Ketagihan membaca, saya berniat untuk membeli lagi keesokan harinya. Tapi ternyata setelah bertanya pada loper koran, majalah Bobo hanya datang seminggu sekali. Saya ingat dulu Bobo terbit di hari Jumat. 

Itu mengapa saya titip ibu untuk membelikan Bobo di loper koran tiap hari Jumat karena saya harus sekolah. Kadang, kalau tabungan sudah cukup, saya sekaligus menyerahkan uang itu ke ibu. Nah, kalau hari Jumat libur sekolah, saya sendiri yang menunggu loper koran sembari menggenggam uang Rp10 ribuan. Kalau tidak salah, harga Bobo zaman itu masih Rp7 ribuan.

Kenal Bee Magazine saat berkunjung ke rumah saudara

Keterbatasan informasi saat itu membuat saya tidak mengenal majalah anak selain Bobo. Saya hanya membaca dan megoleksi majalah Bobo. Namun, koleksi bacaan saya bertambah saat sepulang dari berlibur ke rumah saudara.

Cerita bermula saat saya datang ke rumah saudara di Jakarta. Saat itu saya melihat ada tumpukan majalah di lemari rumah saudara saya. Karena penasaran, akhirnya saya mengambil dan membaca majalah tersebut.

Majalah tersebut namanya Bee Magazine. Membacanya, bagi saya juga seru dan menyenangkan. Karakteristiknya hampir sama dengan majalah Bobo. Namun lebih banyak ceritanya.

Setelah waktu liburan usai, akhirnya tante menyerahkan majalah itu untuk dibawa pulang ke Jogja. Dengan senang hati saya mengiyakan. Akhirnya saya pulang ke Jogja dengan membawa setumpuk bahan bacaan yang mengasyikkan.

Mengapa kedua majalah tersebut teman terbaik saya?

Seperti halnya gadget yang sering dipegang saat gabut, dulu majalah adalah barang yang sering saya bolak-balikkan saat gabut. Walaupun sudah pernah dibaca, namun membacanya kembali tetaplah mengasyikkan. Layaknya teman yang selalu menemani di manapun dan kapanpun.

Selain sering dibuka, majalah Bobo dan Bee Magazine banyak mengembangkan imajinasi saya. Sebab, majalah tersebut menghadirkan cerita bergambar dengan karakter yang menjadi ciri khas. Di majalah Bobo karakter utamanya adalah kelinci berwarna biru yang bernama Bobo. Sedangkan di Bee Magazine tidak ada tokoh utama yang ditonjolkan.

Kedua majalah tersebut juga membantu saya memberi wawasan pengetahuan. Misalnya dalam majalah Bobo selalu disediakan rubrik pengetahuan. Berisikan fakta-fakta seputar sains, teknologi, sejarah, dan alam lingkungan. Selain itu juga terdapat aktivitas kreatif. Seperti tutorial membuat kerajinan tangan. Dan soal-soal yang bagus untuk melatih kemampuan berpikir anak.

Penulis: Muhammad Ubaidillah Hanan
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA  Membandingkan Majalah Kawanku, Gadis, dan Citacinta.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version