Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Jujur, masih ada perasaan kaget ketika mengetahui bahwa MNC Group sebagai pemegang hak siar AFF Cup 2026, bekerja sama dengan Reza Arap. Mereka menayangkan timnas Indonesia lewat YouTube secara gratis. 

Saya kaget kok bisa-bisanya Reza Arap, AAA Clan, dan akun YB yang selama ini kondang dengan “Marapthon” nya tiba-tiba menayangkan sepak bola. AFF Cup pula.

Di media sosial, semua orang dari penonton sepak bola awam, pundit, hingga jurnalis sepak bola juga kaget. Beberapa dari mereka mengapresiasi langkah ini dengan alasan perluasan segmentasi penyesuaian pasar. 

Ada pula yang mengkritisi dengan mengatakan bahwa siaran timnas Indonesia nggak cocok untuk YouTube YB, apalagi dengan Arap dan AAA Clan sebagai anggota komentatornya. Yah, meskipun ada Valentino Jebret sebagai komentator utama.

Benar saja, muncul banyak perdebatan soal siaran di YouTube YB ini. Kebanyakan mengkritisi soal cara komentatornya membawakan pertandingan yang nggak teknis dan malah terkesan kayak orang nongkrong. 

Di pertandingan Kamboja lawan Singapura yang ditonton 75 ribu penonton, Yuka Theo (anggota AAA Clan) mendapat hujatan netizen. Banyak orang menganggap Yuka terlalu santai bahkan nggak niat ketika mengomentari pertandingan. 

Saya, sih, nggak menghujat atau mengkritisi. Saya juga nggak berharap apa-apa sama mereka (Reza Arap dan kawan-kawan) kalau membawakan siaran timnas Indonesia. 

Pembawaan siaran sepak bolanya memang nggak menarik

Sebagai orang yang menjadikan Tris Irawan sebagai benchmark komentator siaran timnas Indonesia, saya menganggap siaran AFF Cup 2026 di YouTube YB memang nggak menarik. 

Jangankan begitu, komentator timnas Indonesia lain seperti Valentino Jebret atau Bung Hadi “Ahay” Gunawan saya anggap kurang menarik. Kayak too much aja gitu rasanya, dan agak kurang nyaman buat saya.

Ketika kemarin saya menonton timnas Indonesia melawan Kamboja, rasa nggak nyaman itu muncul kembali. Saya nggak nyaman karena nggak terbiasa dengan cara komentator membawakan pertandingan. 

Kayak terlalu banyak ngomong, terlalu banyak keluar kata-kata yang sebenarnya nggak perlu, dan kurangnya pengetahuan soal permainan sepak bola. Lebih mirip live reaction ketimbang siaran sepak bola.

Saya sebagai penonton jadi nggak terlalu menikmati pertandingannya. Buat saya, cara membawakan pertandingan sepak bola seperti itu jelas nggak menarik, walaupun penonton siaran langsungnya sudah menyentuh angka 1,2 juta. 

Tapi saya nggak terlalu mempermasalahkannya. Saya nggak tiba-tiba berisik di linimasa. Toh saya bisa mematikan suaranya. Saya malah melihat ada hal-hal yang menarik terkait tayangan Timnas di kanal YouTube YB ini.

Tayangan timnas Indonesia yang mudah dan gratis

Selama ini, masih ada yang kesulitan untuk mendapat akses nonton pertandingan timnas Indonesia. MNC Group sebagai pemegang hak siar nggak pernah benar-benar becus ngurusin siaran timnas. 

Apalagi siaran OTT (Vision Plus) yang selama ini kerap bermasalah. Mulai dari masalah jaringan, lah, masalah UI/UX yang nggak friendly, hingga masalah biaya langganan yang nggak sepadan.

Makanya, dengan adanya kerja sama ini, ada jalan keluar yang saya rasa sangat bagus. Siaran pertandingan AFF Cup 2026 di YouTube YB yang bisa kita tonton secara gratis, akan memudahkan para penonton untuk mengakses siaran pertandingan. 

Penonton nggak perlu repot-repot lagi berlangganan ini itu, install aplikasi, dan sebagainya. Penonton tinggal masuk YouTube, klik kanal YB, lalu tinggal menikmati pertandingan timnas Indonesia. Semudah itu.

Maka, jika akses menonton timnas sudah semudah ini, rasanya persoalan bagaimana para komentator membawakan siaran AFF Cup 2026 nggak jadi masalah besar. Mau ngomongnya kayak nggak niat, atau kebanyakan ngomong, nggak teknis bola, terserah, lah. Yang penting akses menontonnya mudah dulu.

Cara baru membawakan siaran sepak bola dan jangkauan timnas Indonesia yang lebih luas

Terkait cara komentator membawakan siaran AFF Cup 2026, kita harus mengakui kalau memang berbeda. 

Orang yang tumbuh dengan suara-suara Tris Irawan, Oland Fatah, dan Bung Kusnaeni ketika timnas Indonesia main, tentu akan merasa aneh dengan suara-suara Valentino Jebret, Bung Hadi “Ahay” Gunawan, bahkan member AAA Clan (termasuk Reza Arap) ketika membawakan siaran sepak bola. 

Tapi bagaimana jika model komentator siaran AFF Cup 2026 ini malah jadi semacam cara atau genre baru dalam membawakan siaran sepak bola? 

Boleh jadi ini adalah bentuk baru siaran sepak bola yang mungkin bisa diterima oleh publik, termasuk oleh generasi yang lebih muda. Cara-cara yang lebih santai, dan bahasa-bahasa yang lebih kasual mungkin lebih bisa diterima. Siapa tahu Peter Drury tertarik. Nggak ada yang tahu, kan?

Selain itu, saya melihat siaran AFF Cup di YouTube YB ini sebagai upaya untuk memperluas jangkauan pertandingan timnas Indonesia. 

Kita tahu bahwa baik timnas maupun YB (AAA Clan) punya pasar yang sama-sama besar. Dengan adanya kolaborasi ini, siapa tahu pasar kedua kubu ini akan makin membesar. 

Penonton timnas Indonesia yang nggak ngikutin YB dan AAA Clan akan tahu semesta YB, dan penonton YB akan tahu dan mengikuti timnas. Win-win solution. Sama-sama untung.

Makanya, saya agak menyayangkan hujatan orang akan siaran AFF Cup 2026 di YouTube YB ini. Siaran dan pembawaannya memang nggak menarik. Tapi mbok ya lihat gambaran besarnya, lah. 

Mungkin ada misi besar di balik kolaborasi MNC Sport dan YB di ajang AFF Cup 2026 ini. Mereka ingin memperluas jangkauan timnas Indonesia, sekaligus ingin mengenalkan cara baru dalam membawakan siaran sepak bola.

Biarlah alam yang menyeleksi. Toh kalau memang gagal, mereka akan gugur dengan sendirinya, kok. 

Kalau ternyata bagus dan bertahan, maka kita harus legowo mengakui bahwa kolaborasi ini adalah langkah yang jenius. We’ll see sepanjang AFF Cup 2026 ini hasilnya bagaimana.

Penulis: Iqbal AR

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Nggak Cuma Membosankan, Jadi Fans Timnas Indonesia Juga Melelahkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version