Nobatkan Indosiar sebagai Stasiun TV Paling Kreatif yang Pernah Ada!

Nobatkan Indosiar sebagai Stasiun TV Paling Kreatif yang Pernah Ada! terminal mojok.co

Nobatkan Indosiar sebagai Stasiun TV Paling Kreatif yang Pernah Ada! terminal mojok.co

Dalam beberapa waktu ke belakang, stasiun TV Indosiar kembali mendapat sorotan para netizen. Kembali salah satu potongan adegan di serial FTV Indosiar tersebar luas di media sosial. Adegan tersebut memperlihatkan seorang wanita yang sadar dari komanya. Akan tetapi, bukan itu yang membuatnya jadi bahan perbincangan.

Proses penyadaran dari komanya yang menjadi perbincangan hangat. Bagaimana tidak, wanita tersebut sadar dari komanya setelah suami beserta anaknya membuka aplikasi TikTok dan berjoget. Sungguh sangat kreatif cara sang suami untuk menyadarkan istrinya.

Well, bukan hanya FTV ini saja karya fenomenal yang pernah dilahirkan oleh Indosiar. Setidaknya ada beberapa acara yang mampu mencuri perhatian saya. Beberapa di antaranya bahkan mampu membuat saya tak bisa berkata apa-apa.

#1 AFI (Akademi Fantasi Indosiar)

Jauh sebelum negara api menyerang, Indosiar begitu dikenal dengan acara pencarian bakatnya yang bernama Akademi Fantasi Indosiar alias AFI. Acara ini pertama kali tayang pada 2003.

Mungkin bisa dibilang acara ini merupakan pelopor daripada acara pencarian bakat, khususnya bakat olah suara alias nyanyi pada era 2000-an. Buktinya, banyak stasiun TV lain yang mengadakan acara sejenis setelahnya. Contohnya RCTI dengan Indonesian Idol-nya dan TPI (sekarang MNC TV) dengan KDI-nya.

Setiap malam Minggu tiba, saya dan keluarga sering menyaksikan acara ini. AFI sendiri biasanya mulai ditayangkan pada jam 19.00. Menjelang akhir acara, para peserta biasanya akan membawakan lagu “Menuju Puncak” secara bersama-sama.

Meskipun telah berlalu lebih dari sedekade lalu, banyak hal yang masih saya ingat dari acara ini hingga sekarang. Salah satunya adalah kalimat “Pitch control-nya kurang”. Kalimat tersebut sering dilontarkan oleh Ibu Trie Utami pada saat mengomentari peserta yang dianggapnya kurang perform.

#2 Tutur Tinular versi 2011

Saya sendiri tidak pernah menyaksikan sinetron kolosal ini dari awal sampai akhir. Kalaupun iya, paling-paling hanya sekilas saja saya melihatnya. Meskipun demikian, saya berhasil menemukan suatu hal yang benar-benar tak terpikirkan dari serial Tutur Tinular versi 2011 ini.

Seorang pahlawan dari Gotham City, sebut saja Batman, secara tiba-tiba muncul di zaman kerajaan. Saya tidak tahu bagaimana ia bisa masuk ke kerajaan tersebut serta apa yang ingin dilakukannya di sana. Yang pasti, adegan ini begitu memorable di ingatan saya. Crossover paling agresif sepanjang masa.

Beruntung hanya Batman sebagai karakter hero dari DC yang ikut ambil bagian. Kalau Superman sekalian ikut, bisa-bisa malah semakin tak karuan ceritanya. Ia bisa membuat pertarungan di era kerajaan menjadi berat sebelah.

#3 Dangdut Academy

Dangdut Academy adalah salah satu mahakarya stasiun TV Indosiar yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Sejak pertama kali mengudara pada 2014, acara ini telah melahirkan beberapa talenta di dunia perdangdutan. Paling fenomenal tentu saja Lesti Kejora.

Acara ini tidak hanya menjual suara para pesertanya. Di sela-sela acara terkadang disusupi dengan acara masak-memasak. Lumayan lah sambil mendengarkan para peserta bernyanyi bisa sekalian nambah ilmu di dunia masak-memasak. Hehehe.

#4 FTV Kisah Nyata

Beberapa waktu silam, salah satu FTV di Indosiar sempat menghebohkan netizen dengan mengangkat topik seorang istri yang kecanduan K-Pop. Alih-alih diapresiasi, serial ini justru dibanjiri hujatan dari pencinta K-Ppop.

Bukan hanya sekali ini serial FTV di Indosiar mendapatkan perhatian di dunia maya. Sebelumnya netizen pernah dihebohkan dengan salah satu serial FTV yang menceritakan seorang suami yang kecanduan bermain game online.

Bukan jalan ceritanya yang ingin saya sorot. Saya tak peduli dengan hal tersebut karena ending-nya juga 99 koma sekian persen pasti itu-itu saja. Yang ingin saya sorot dari FTV ini adalah properti yang digunakannya.

Alih-alih menggunakan PC khusus gaming, saya mendapati suami yang katanya kecanduan game online tersebut menggunakan laptopnya untuk bermain. Padahal kebanyakan gamer yang saya lihat di YouTube kerap memakai PC ketika sedang bermain game. Positive thinking saja, mungkin laptopnya punya spek dewa.

Seolah tak kapok, pihak produksi FTV Indosiar kembali menelurkan serial yang tergolong nyentrik. Baik dari segi judul atau cerita. Kali ini mereka mengangkat tema TikTok dan selebgram. Mari kita lihat apakah hasil daripada kreativitas tim produksi FTV Indosiar akan terus menjadi viral di dunia maya.

Well, stasiun TV Indosiar tidak salah jika ingin berinovasi dan berimprovisasi melalui acara-acaranya. Hal ini jelas perlu dilakukan agar salah satu stasiun televisi tertua di tanah air ini bisa terus survive di era digital seperti sekarang.

Hanya saja, saya menyarankan agar pihak produksi acara, terutama FTV Kisah Nyata, melakukan riset sebelum mengeksekusi idenya. Biar tidak ada lagi hujatan atau cibiran yang datang. Kan sayang kalau Indosiar yang sekarang justru terkenal karena hal tersebut. Maka tolong, nobatkan Indosiar sebagai stasiun TV terbaik yang menemani kita tumbuh hingga dewasa.

BACA JUGA Tanggapan Saya sebagai Penulis Skenario FTV Kisah Nyata Indosiar Atas Protes K-Popers dan tulisan Muhammad Fariz Kurniawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
Exit mobile version