Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Nggak Salah Jadi Anggota MLM, tapi Kenapa Prospeknya Selalu Menyebalkan, ya?

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
31 Mei 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Sampai dengan saat ini, ada sekian banyak cerita dari berbagai kalangan yang mengaku risih dengan eksistensi anggota MLM dalam melakukan prospek sekaligus menawarkan produk. Kadang nggak kenal waktu saat berjualan, sering kali memaksa, sampai dengan menceritakan kisah kesuksesan para anggota senior yang membikin para calon anggotanya berkhayal bisa segera kaya tanpa harus mengeluarkan banyak modal, tenaga, serta pikiran berlebih, juga tentang pasive income dalam jangka panjang.

Tentang punya kapal pesiar, sering jalan-jalan ke luar negeri. Kalau sudah merekrut banyak anggota uang akan datang dengan sendirinya, dan seterusnya, dan seterusnya. Itu-itu saja.

Jika caranya selalu sama seperti itu, apa bedanya dengan para motivator yang pada saat membuka kelas training, selalu meneriakkan, “Semangat pagi!” kepada seluruh peserta? Ya, membosankan saja gitu.

Baik saya maupun istri saya, sudah berkali-kali berhadapan dengan anggota MLM sebangsa ini. Nggak sedikit dari mereka yang sebetulnya adalah teman lama kami. Saking seringnya, saya sampai hafal cara mereka dalam melakukan komunikasi awal. Baik via telepon atau pesan singkat, pasti diawali dengan kalimat tanya, “Kapan nih bisa ketemu? Udah lama nggak ketemu. Mau ngobrol-ngobrol sekaligus silaturahmi.”

Jika menolak, biasanya mereka akan gigih dalam melakukan probing. “Bisanya kapan? Kamu yang nentuin waktunya, deh.” Pokoknya, sampai berhasil ditemui dan diprospek. Minimal dijelaskan bagaimana bisnis yang ditawarkan bekerja.

Harus diakui bahwa kebanyakan anggota MLM punya komunikasi yang sangat baik. Bisa membuka obrolan ke sana ke mari dengan sangat luwes, sampai akhirnya masuk ke tujuan inti, yakni presentasi untuk menawarkan berbagai produk, mengajak join—untuk menjadi anggota atau member—dan tidak lupa menceritakan tentang kepemilikan kapal pesiar, mendapatkan penghasilan pasif secara rutin, dan para seniornya yang sering jalan-jalan ke luar negeri. Pokoknya, dari soft selling sampai dengan hard selling dilakukan untuk menarik perhatian calon anggota MLM.

Presentasi pun terbilang mumpuni. Tidak sedikit yang memperlihatkan foto dan video sebagai bukti sahih bahwa para anggota senior sudah meraih kesuksesan melalui jalur MLM.

Satu pertanyaan besar dalam pikiran saya adalah, “Kenapa yang diceritakan selalu kesuksesan anggota senior atau yang lainnya, ya? Kalau memang sampeyan sukses jadi anggota MLM, kenapa nggak menceritakan tentang kesuksesan sampeyan saja?”

Baca Juga:

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

Fotografer Lari, Profesi dengan Potensi Cuan yang Amat Lumayan untuk Kamu Coba, Satu Foto Seharga Seratus Ribu!

Bagi saya—mungkin juga sebagian orang—menjadi anggota MLM dengan segala prospeknya, sebetulnya nggak salah, kok. Nggak perlu sampai merasa risih jika didatangi atau ditawarkan suatu produk oleh anggota MLM. Mau bagaimanapppun, toh mereka sedang berusaha untuk berjualan. Selama yang ditawarkan bukan investasi bodong, sah-sah saja, kan?

Memang, sulit dimungkiri bahwa prospek template yang dilakukan terbilang membosankan sekaligus menyebalkan. Apalagi tidak sedikit dari mereka—para anggota MLM—yang sangat gigih, antuasias, dan semangat dalam berjualan.

Jika tertarik, tinggal dikomunikasikan. Kalaupun tidak, sampaikan saja secara baik-baik bahwa kalian memang belum tertarik bergabung dalam keanggotaan MLM. Hal ini selalu saya praktikan tiap kali diprospek. Ada yang memperlihatkan ekspresi kecewa, nggak sedikit pula yang tetap antusias berkomunikasi atau mengobrol sampai akhir. Yang seperti ini, mungkin komitmen dengan tujuan awal, “Ingin mengobrol sekaligus menjaga silaturahmi.” Nggak masalah dan layak untuk diaplikasikan oleh anggota MLM lain saat melakukan prospek, kan?

Untuk meminimalisir rasa mangkel dan penolakan sejak awal dari para calon anggota yang ingin direkrut, mungkin anggota MLM bisa mempertimbangkan kembali untuk mengubah cerita yang cukup usang tentang kapal pesiar, menjadi kaya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, dan khayalan lain tentang menjadi kaya namun minim usaha.

Hawong sampeyan saja bekerja sangat keras, memprospek sekian banyak calon anggota, dan memikirkan banyak strategi, untuk bisa mendapatkan sekian poin sekaligus banyak member, kan, agar bisa membeli kapal pesiar dan jalan-jalan ke luar negeri?

Boleh jadi akan lebih rasional dan masuk akal jika diceritakan realitanya saja. MLM sebagai pekerjaan sampingan yang menguntungkan, bisa dikerjakan kapan pun saat ada waktu luang, jika ingin sukses di MLM harus diimbangi dengan kerja keras dan ketekunan, menjadi alternatif pekerjaan yang pendapatannya bisa digunakan untuk nongkrong atau sekadar beli es kopi susu, kuota, dan makan di kafe favorit. Ya gimana, ya. Biar lebih realistis saja gitu.

BACA JUGA Mengapa Orang Membenci MLM? dan artikel Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Desember 2021 oleh

Tags: Anggota MLMBisnisPojok Tubir Terminal
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

Mempertanyakan Kebiasaan Peluk Bantal Guling Orang Indonesia Saat Tidur Terminal mojok

Desain Interior Ruang Rapat Paripurna MPR/DPR RI Bikin Gagal Fokus, Pantes Anggotanya Sering Tidur

17 Agustus 2021
Pejuang Kita Tidak Minta Izin Belanda Waktu Bikin Mural

Pejuang Kita Tidak Minta Izin Belanda Waktu Bikin Mural

16 Agustus 2021
Orang yang Sarankan Ide Bisnis di YouTube Itu Bukan Pengusaha, Mereka Hanya Konten Kreator! terminal mojok.co

Orang yang Sarankan Ide Bisnis di YouTube Itu Bukan Pengusaha, Mereka Hanya Konten Kreator!

30 Juni 2021
KPK penilapan duit bansos koruptor jaksa pinangki cinta laura pejabat boros buang-buang anggaran tersangka korupsi korupsi tidak bisa dibenarkan mojok

Vonis Hukuman Jaksa Pinangki yang Dipotong dan Akal Sehat yang Diludahi

15 Juni 2021
hobi resign dari tempat kerja alasan ragu cara memutuskan menyesal mojok.co

Kalau Temanmu Resign, Tugasmu Hanya Memberi Semangat, Nggak Usah Komentar yang Lain

19 Oktober 2021
Menerka Jalan Pikiran Orang yang Merusak Instalasi Seni Demi Potret Anjingnya terminal mojok

Menerka Jalan Pikiran Orang yang Merusak Seni Instalasi demi Potret Anjingnya

24 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online Mojok.co

Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online

9 Juni 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

Sebagai Warga Jogja, Saya Punya Empat Permintaan Kecil untuk Pendatang agar Bisa Beradaptasi dengan Baik

8 Juni 2026
5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan 

4 Juni 2026
5 Rahasia yang Perlu Diketahui sebelum Membuka Warung Madura, Eksklusif dari Juragannya Langsung usaha warung

Punya Usaha Warung di Desa Harus Siap dengan Risiko Banyak Orang Ngutang yang Entah Kapan Dibayarnya

9 Juni 2026
Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas Terminal

Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas

9 Juni 2026
4 Mitos Seputar Skripsi yang Bikin Mahasiswa Stres magang skripsi kuantitatif

Tips Cepat Lulus Skripsi Kuantitatif Tanpa Jadi Tumbal Statistik dari Dosen, Dijamin Waras!

4 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.