Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Nestapa Jadi Warga Sumenep: Bupati dan Wabup Nunggak Pajak Mobil Dibiarin, tapi Warga Ngibarin Bendera One Piece Disanksi

Aqil Husein Almanuri oleh Aqil Husein Almanuri
8 Agustus 2025
A A
Nestapa Jadi Warga Sumenep: Bupati dan Wabup Nunggak Pajak Mobil Dibiarin, tapi Warga Ngibarin Bendera One Piece Disanksi

Nestapa Jadi Warga Sumenep: Bupati dan Wabup Nunggak Pajak Mobil Dibiarin, tapi Warga Ngibarin Bendera One Piece Disanksi

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi warga Sumenep adalah salah satu cobaan bagi saya. Mulai dari menjadi kabupaten termiskin ketiga Jawa Timur, langganan dilanda banjir dan kekeringan karena buruknya kelola tata ruang, maraknya alih fungsi lahan yang tak pernah tercover secara baik oleh kebijakan, dan tentu masih banyak lagi.

Baru-baru ini, cobaan itu terasa makin berat, ketika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui pernyataan Wakil Bupati, Imam Hasyim, akan melarang masyarakat mengibarkan bendera Jolly Roger dari kartun One Piece di momen kemerdekaan. Tak tanggung, masyarakat yang melakukan itu akan diberikan sanksi. Imam menganggap pengibaran itu akan memecah belah masyarakat.

Imam juga mengatakan kalau pihaknya sudah berkoordinasi dengan semua perangkat di bawahnya hingga ke tingkat desa untuk memastikan tak ada pengibaran bendera One Piece di Sumenep.

Tak harus menjadi Nakama untuk terganggu atas pernyataan ini. Kita paham, berkibarnya bendera One Piece di bawah merah putih yang viral akhir-akhir ini justru adalah bentuk kecintaan masyarakat terhadap negaranya. Kita juga paham, masyarakat melakukan itu sebagai wujud protes dan kritik. Sangat berlebihan jika dianggap sebagai pemecah belah.

Wabup pernah tak bayar pajak mobil

Saya rasa Imam bukan cuma terlalu lebay, tapi juga ngala’ karebba dibi’ (seenaknya sendiri). Padahal beberapa waktu yang lalu, dirinya dan Cak Bupati, Fauzi Wongsojudo kepergok tidak bayar pajak mobil dinas (Mobdin). Ya, mereka nunggak pajak tahunan.

Mobdin Bupati Sumenep yang nunggak pajak adalah mobil Mercy GLS dengan nomor polisi M 1367 VP. Mobil ini menunggak pajak selama 2 tahun, terhitung sejak Desember 2023. Selain itu juga ada Pajero Sport dengan nomor M 1236 VP yang ternyata nunggak selama 1 tahun.

Sementara Dua Mobdin Wabup Sumenep yang juga menunggak pajak yaitu Toyota Voxy V A/T Vin Colour Black berpelat nomor M 1535 VP sejak 27 September 2024 dan Toyota Fortuner M 1513 VT sejak 1 April 2025.

Pelat nomor mobil dinas ternyata juga tidak sesuai atau menyalahi data kendaraan yang tercatat di instansi kepolisian. Dan ini dikonfirmasi langsung oleh Kapolres Sumenep, AKBP Henri Noveri Santoso. Lucu, kan?

Baca Juga:

6 Syarat yang Harus Dipenuhi Madura sebelum Bermimpi Menjadi Provinsi Sendiri

Tugu Keris dan Terminal Sumenep Proyek Buang-buang Uang: Sudah Tak Menarik, Kualitasnya Jelek pula

Pajak mobil terbayarkan setelah hal tersebut viral. Ya, ini kasus sudah terlewat dan warga mungkin sudah melupakan. Tapi ketika Imam Hasyim bicara soal pemecah belah dan sanksi atas berkibarnya bendera One Piece, saya jadi ingin menyoal keadilan Pemkab atas masalah yang terjadi.

Sumenep makin tak jelas

Padahal kalau kita mau objektif, tidak bayar pajak kendaraan oleh orang yang disebut Bupati dan Wakil Bupati itu lebih krusial ketimbang hanya mengibarkan bendera anime sebagai upaya kritik. Tak ada retorika memecah belah, tak ada statemen menye-menye tentang nasonalisme ketika ketangkap basah tak bayar pajak. Sampai sini saya harap Pemkab sekalian paham.

Dari pemerintah di tingkat nasional hingga ke tingkat daerah, satu yang membuat saya heran adalah sibuknya mereka mengurusi hal-hal sekelas bendera anime. Padahal jelas tak ada bentuk makar. Kita bisa saksikan di beberapa gambar yang viral, bendera merah putih tetap gagah berkibar di atas bendera tengkorak itu.

Di Sumenep, melarang dan mengurusi pengibaran bendera One Piece bagi warganya adalah tindakan konyol dan buang-buang waktu. Pemkab Sumenep masih punya bejibun PR untuk dikerjakan, seperti; Korupsi dana BSPS yang melibatkan oknum aparat Desa, alih fungsi lahan, migas Kangean, Visit Sumenep yang makin nggak jelas arahnya, disparitas akses warga kepulauan, jalan rusak, dan yang paling penting adalah kemiskinan struktural.

Bukan justru menuding warga yang mengibarkan bendera anime sebagai pemecah belah. Apalagi sampai akan menjatuhkan sanksi. Wassalam…

Penulis: Aqil Husein Almanuri
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Mempertanyakan Tarawih Beramplop di Sumenep, Sebuah Usaha Meramaikan Masjid atau “Memelihara” Kemiskinan?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Agustus 2025 oleh

Tags: bupati sumenepkapolres sumenepmobil dinas bupati sumenepsumenepwakil bupati sumenep
Aqil Husein Almanuri

Aqil Husein Almanuri

Hamba Tuhan yang Melankolis. Kadang mengajar, kadang nulis, kadang kuliah, kadang ngopi, dan gemar mengamati dunia politik pemerintah.

ArtikelTerkait

Jeritan Petani Sumenep: Krisis Benih Tanaman yang Mengancam Kelangsungan Ekosistem Pertanian

Jeritan Petani Sumenep: Krisis Benih Tanaman yang Mengancam Kelangsungan Ekosistem Pertanian

25 Juli 2023
Jalan Adirasa, Petaka bagi Pengendara di Sumenep bupati sumenep

Jalan Adirasa, Petaka bagi Pengendara di Sumenep

20 Agustus 2023
Senjakala Ojek Online di Sumenep: Dulu Berjaya, Kini Terlunta-lunta

Senjakala Ojek Online di Sumenep: Dulu Berjaya, Kini Terlunta-lunta

12 Maret 2023
Tugu Keris Sumenep, Tugu Aneh Senilai Rp2,5 Miliar yang Menuai Kecurigaan Warga Lokal Mojok.co

Tugu Keris Sumenep, Tugu Aneh Senilai Rp2,5 Miliar yang Dicurigai Warga Lokal

28 Juli 2025
Culture Shock di Sumenep Madura: Kikil Campur Kacang Hijau Bernama Kaldu Kokot

Culture Shock di Sumenep Madura: Kikil Campur Kacang Hijau Bernama Kaldu Kokot

1 Oktober 2024
Ilustrasi Madura Ditinggal Jawa Timur, Saatnya Jadi Provinsi Sendiri (Unsplash)

Madura Tertinggal, ketika Jawa Timur Maju Pesat Menjadi Alasan Kuat Madura Justru Harus Jadi Provinsi Sendiri

5 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

12 Tipe Dosen yang Dibenci Mahasiswa Apalagi yang Sok Tuhan (Unsplash)

Saya Sempat Bercita-cita Jadi Dosen, tapi Setelah Lihat Gajinya, Saya Langsung Ganti Cita-cita

4 Januari 2026
Tiga Tradisi Madura yang Melibakan Sapi Selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, Biar Obrolan Nggak Itu-Itu Aja

3 Tradisi Madura yang Melibatkan Sapi selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, biar Obrolan Nggak Itu-itu Aja

6 Januari 2026
Alasan Kebumen Ditinggalkan Warganya dengan Berat Hati Mojok.co

Alasan Kebumen Ditinggalkan Warganya walau dengan Berat Hati

7 Januari 2026
Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

10 Januari 2026
Healing dari Palembang ke Lampung Penuh Perjuangan, tapi Sepadan dengan yang Didapat Mojok.co

Healing dari Palembang ke Lampung Penuh Perjuangan, tapi Sepadan dengan yang Didapat

5 Januari 2026
Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

5 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja
  • Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah
  • Dari Coffee Shop “Horor”, Nira, hingga Jam Tangan Limbah Kayu: Pasar Wiguna Menjaga Napas UMKM Lokal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.