Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Nasib Punya Pohon Sonokeling yang Selalu Dikejar Pengepul

Humam Zarodi oleh Humam Zarodi
1 Agustus 2021
A A
pohon sonokeling kayu primadona mojok

pohon sonokeling kayu primadona mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Mulanya saya tidak paham dengan banyaknya orang yang datang ke rumah ataupun kirim pesan singkat ke nomor saya. Mereka menanyakan apakah pohon sonokeling yang berada di kebun yang saya miliki akan dijual. Kalau dijual mereka akan membeli dengan harga yang menurut saya waktu itu cukup besar.

Ya, saya mewarisi satu petak kebun dengan luas sekitar 400 meter persegi di salah satu dusun di daerah Banguntapan. Kebun yang sebagian besar bervegetasi pohon jati dan kelapa itu saya warisi dari ibu saya, yang sudah meninggal delapan tahun silam. Nah, ibu saya ibu mewarisi dari kakek saya yang asli dusun tersebut.

Kehebohan ini bermula ketika awal Maret 2021 kemarin. Ada pesan singkat dari nomor asing yang masuk ke telepon genggam saya. Ia mengirimkan foto dan video pohon sonokeling disertai dengan pesan menanyakan apakah pohon sonokeling yang ada di foto dan video tersebut akan dijual.

Sontak saya jawab, “Maaf Pak, semua pohon yang ada di kebun tersebut tidak akan saya jual.” Dijawab lagi orang orang tersebut, “Mas, kalau mau dijual besok pagi saya bawakan uang 7,5 juta, skalian saya tebang.” Batin saya, nekat banget orang ini, lha wong sudah dijawab tidak dijual kok masih terus mengejar. Kemudian saya blokir saya nomor asing tersebut.

Saya punya prinsip tidak akan menjual warisan apa pun dari orang tua. Pesan dari orang tua tentang warisan saya ingat-ingat betul. Pesannya, kalau bisa jangan sampai menjual warisan untuk konsumsi atau istilahnya untuk kesenangan belaka. Warisan itu harus dijaga dan dirawat untuk keberlangsungan sampai anak cucu. Dan benar, pesan turun temurun dari kakek saya ke ibu, trus pesan dari ibu ke saya itu membawa keberkahan.

Betapa tidak, pohon jati dan kelapa yang ada di kebun yang ditanam oleh kakek saya, memberikan keberkahan tak terhingga nilainya. Rumah yang saya tempati sekarang ini di daerah Kotagede, kayu-kayunya berasal dari kebun tersebut. Dan ketika kayu-kayu tersebut ditebang untuk pembangunan rumah, akar pohon jati yang sudah ditebang tumbuh kembali dan sekarang sudah tumbuh besar dan siap untuk ditebang kembali.

Kembali ke pohon sonokeling yang menghebohkan itu. Saya tidak tahu sama sekali kalau di kebun tersebut tumbuh pohon sonokeling. Setelah memblokir nomor asing tersebut, kemudian saya telepon orang yang dipasrahi oleh orang tua saya untuk merawat kebun tersebut. Saya tanya, “Lek, apakah ada pohon sonokeling di kebun tersebut, ini kok ada orang mau beli dengan harga 7,5 juta?” Orang kepercayaan orang tua saya itu lalu menjawab, “Ada satu pohon, Mas. Oh iya, saya lupa kasih kabar kalau kemarin ada orang yang datang ke rumah saya menanyakan pohon itu, mau dijual atau tidak. Saya jawab kalau semua pohon yang ada disitu tidak dijual. Tapi, orang itu kemudian minta nomor HP Mas. Saya kasihkan saja.”

Dalam rentang empat bulan sampai tulisan ini tulis, kurang lebih sudah ada lima orang yang silih berganti datang ke rumah ataupun kirim pesan singkat menanyakan pohon sonokeling. Tawaran paling tinggi untuk satu pohon sonokeling sebesar Rp11 juta. Namun lagi-lagi saya tidak mau untuk melepas pohon sonokeling tersebut. Padahal sekarang sedang masa sulit ekonomi.

Baca Juga:

Pantai Watukarung, Primadona Wisata Pacitan yang Aksesnya Bikin Wisatawan Nangis

5 Kuliner Tulungagung yang Sulit Dijumpai di Daerah Lain, sekalipun Ada Rasanya Beda

Saya coba googling untuk mencari informasi tentang pohon sonokeling. Kayu sonokeling dikenal sebagai kayu mewah asli pulau Jawa. Bersama dengan kayu jati, sonokeling menjadi primadona, dan sekarang malah harganya lebih mahal dari pada jati. Keunggulannya mempunyai tingkat keawetan sangat baik dan kuat, tekstur kayu ini khas dan indah. Sehingga harganya pun menjadi mahal. Namun tumbuhan asli Indonesia (Jawa) ini mulai sulit ditemukan di habitat aslinya karena banyak yang ditebang.

Saya juga menemukan banyak berserakan berita maraknya pencurian pohon sonokeling di berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dilansir dari Surabaya Tribunnews pada tanggal 17 Maret 2021, pohon sonokeling seharga Rp80 juta dicuri dari kawasan situs sejarah Goa Pasir Tulungagung. Kemudian saya menemukan berita lagi, ada pencurian juga di ruas jalan di Tulungagung yang ditaksir bernilai 60 juta rupiah.

Kemudian saat saya sedang ada pekerjaan di Pacitan akhir Juni 2021 kemarin, saya sempat tanya kepada salah satu warga di salah satu desa di Pacitan. “Pak, pohon sonokeling disini laku berapa kalau dijual?”, tanya saya. “Nganu mas, kemarin ada tetangga desa yang menjual 3 pohon keling dengan harga total 75 juta, tapi diameter pohonnya 150 cm, ” jawab salah satu warga desa. Saya membatin, berarti satu pohon bisa dihargai 25 juta. Padahal tawaran paling tinggi untuk pohon sonokeling saya hanya Rp11 juta.

Setelah pulang dari Pacitan, kemudian saya diskusi dengan istri, minta pertimbangan apakah kita akan menjual pohon sonokeling atau tidak. Saya ceritakan juga bahwa harga pohon sonokeling di Pacitan bisa mencapai 25 juta per pohon, itu dengan diameter 150 cm. Istri ternyata menolak untuk menjual dengan alasan itu tanah warisan, semua pohon yang ada di atas tanah tersebut untuk anak cucu kita saja, istilahnya untuk tabungan anak cucu.

Kemudian saya langsung telpon kepada penjaga kebun di dusun, pesan kalau pohon sonokeling yang ada di kebun tersebut tidak dijual apabila ada orang yang tanya. Prinsip saya dan istri, kami tidak menanam dan merawat, biarkan saja itu menjadi tabungan untuk anak cucu.

Salam sehat dan lestari.

Sumber gambar: YouTube Zaneta Mahija

BACA JUGA Pemerintah yang Gagal Kendalikan Pandemi, kok, Malah Rakyatnya yang Disalahin? dan tulisan Humam Zarodi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 27 September 2021 oleh

Tags: Gaya Hidup Terminalkayukayu jatipacitanpengepulpohon sonokelingprimadonatulungagung
Humam Zarodi

Humam Zarodi

Seorang bapak dengan 4 orang anak dan 1 istri serta pencinta klub Liverpool FC.

ArtikelTerkait

Menerka Alasan para Fans K-Pop Sangat Royal Saat Beli Merchandise Idolanya terminal mojok.co

Menerka Alasan para Fans K-Pop Sangat Royal Saat Beli Merchandise Idolanya

11 Juni 2021
Tanpa Asuhan Keluarga Kent, Superman Nggak Akan Jadi Pahlawan terminal mojok.co

Tanpa Asuhan Keluarga Kent, Superman Nggak Akan Jadi Pahlawan

16 Agustus 2021
Marlboro Kretek Itu Sebenarnya Enak, meskipun Tembakaunya Kadang Nggak Merata dan Kurang Padat terminal mojok

Marlboro Kretek Itu Sebenarnya Enak, meskipun Tembakaunya Kadang Nggak Merata dan Kurang Padat

18 Juni 2021
sepatu futsal specs ortuseight mojok

4 Alasan Sepatu Futsal Ortuseight Lebih Baik Dibanding Specs

16 Juni 2021
freshcare minyak angin mojok

Freshcare, Minyak Angin Terbaik yang Pernah Ada

17 Juni 2021
Menghindari Perilaku Tsundoku, Membeli Banyak Buku Namun Tidak Dibaca terminal mojok

Menghindari Perilaku Tsundoku, Membeli Banyak Buku Namun Tidak Dibaca

10 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Orang Lebih Memilih Menu Kopi Susu Gula Aren daripada Menu Kopi Lain di Kafe Mojok.co

4 Alasan Orang Lebih Memilih Kopi Susu Gula Aren daripada Menu Kopi Lain di Kafe

12 Januari 2026
Aku Cinta Kartasura, Kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

Aku Cinta Kartasura, kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

12 Januari 2026
Tidak Ada Nasi Padang di Kota Padang, dan Ini Serius. Adanya Nasi Ramas! angkringan

4 Alasan Makan Nasi Padang Lebih Masuk Akal daripada Makan di Angkringan  

11 Januari 2026
4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang "Kalah" dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar Mojok.co

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

11 Januari 2026
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

14 Januari 2026
3 Pertanyaan yang Dibenci Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Mojok.co jurusan PAI

Saya Tidak Ingin Menjadi Guru walaupun Memilih Jurusan PAI, Bebannya Tidak Sepadan dengan yang Didapat!

11 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.