Napak Tilas Rute Perjalanan Bu Tejo dan Kolega: Dari Dlingo Sampai PKU Gamping

Opini Julia Suryakusuma terhadap Film ‘Tilik’ Berbau Kolonialisme Gaya Baru feminisme terminal mojok.co

Opini Julia Suryakusuma terhadap Film ‘Tilik’ Berbau Kolonialisme Gaya Baru feminisme terminal mojok.co

Keindahan Bantul menjadi sorotan di samping lihainya Bu Tejo menggocek pertahanan rumah tangga lawan. Mulai dari hutan pinus, pantai-pantai yang mak sliwer liwat, dan juga wajah manis Yu Nah yang mau mukok. Namun, di balik semua itu, perjalanan yang dilalui mereka, seakan menyediakan waktu terhormat untuk bergibah sepuasnya. Jalanan sepi dan nggak ada polisi tidur. Adanya polisi beneran.

Nah, maka dari itu, mari kita bedah rute perjalanan sekaligus napak tilas perjalanan Bu Tejo dan kolega selama bergibah di atas truk menuju rumah sakit. Beberapa fakta sudah didapat, yakni daerah asal mereka, yakni Dlingo. Melihat semangat truk Gotrek dalam menggawangi cangkem lunyu para ibu-ibu, saya memperkirakan truk ini sudah makan asam garam perjalanan rute mBantulan. Dan hanya satu daerah yang pantang mundur walau ajur, yakni Dlingo.

Ibaratkan titik keberangkatan mereka adalah Terong, Dlingo. Ketika dialog dimulai dan truk milik Gotrek mulai keluar dari desa. Hingga gambar menunjukan Bu Tejo mengeluarkan ponsel dan memperlihatkan foto Dian dempel-dempelan, truk Gotrek masih menuju jalur desa dan indikasinya hanya satu tujuan jalan besar yang akan ia tuju, yakni Jalan Pleret–Pathuk.

Bu Tri mulai join the chat, dengan kata-kata andalan dan sebagai pemanas suasana, menunjukan truknya Gotrek sudah memasuki area jalan besar. Dari sana, mereka menyusuri jalur alternatif yakini Pleret–Pathuk. Jalur ini memang dikenal “dikatuti” karena akan bertemu dengan jalur Cino Mati. Namun, menengok kapasitas dan jam terbang Gotrek ditambah truknya yang dalam kondisi on fire, jalur ini makanan ringan untuknya.

Sebenarnya Gotrek contoh yang baik, untuk melewati trek sulit, ia harus paham kondisi dan seluk beluk kesiapan mesin. Tur kalian semua nggak tahu wae kalau truknya Gotrek dilengkapi Coup de Burst. Anti njungkel lan standing. Tapi, Gotrek kurang mulus membawa truknya lantaran Yu Nah sampai mukok-mukok mesaake begitu. Mungkin Gotrek lupa ia sedang membawa ibu-ibu, bukan sedang membawa gabah.

Pasca Yu Nah muntah, Gotrek malah mengidul. Ada dua indikasi, pertama ia mencari rute yang akan kepenak dan nggak pating gronjal. Kedua, ia sengaja mencari rute lebih panjang dan tambah lama supaya ghibahan ibu-ibu semakin menjadi. Truk ini menuju ke arah Wukirsari menggunakan rute Dengkleng, Wukirsari, Imogiri. Dengan kontur persawahan yang bergumul dengan syahdunya pegunungan khas Bantul Selatan.

Buktinya adalah ketika Bu Tejo kepuyuh, Gotrek berhenti di persawahan luas dan terhampar pegunungan di belakangnya. Kemudian, mereka berhenti di sebuah Masjid yang khusyuk walau nggak terlalu besar. Nama Masjid tersebut adalah Al Huda. Setelah itu, Gotrek adalah pahlawan lantaran menyuruh Yu Nah untuk di depan biar nggak muntah lagi.

Setelah selesai kencing, truk Gotrek terindikasi menyusuri jalan ngetan menuju SMAN 1 Imogiri. Pitikih si Gotrek, kalau tujuannya Rumah Sakit Nur Hidayah nggak masalah. Mungkin Gotrek mengambil jalan bagus, supaya ibu-ibu seminim mungkin melewati jalan-jalan yang banyak polisinya.

Pas Bu Tri, playmaker ghibah, nimpali Dian sedang main dengan om-om di mall (mall-nya mall mana, ya?), truk Gotrek sudah sampai di daerah Sumberagung, Jetis. Dengan jalan yang dilewati, terlihat mewah alias mepet sawah, melengkapi pemandangan yang biasa dijumpai mana kala melewati jalur alternatif dari Imogiri menuju Bantul Kota.

Truk Gotrek pun menyatakan kandas ketika mereka melewati daerah sekitaran Sabdodadi. Untung saja mogoknya di daerah “agak kota”, coba semisal mogok ketika njamping di Cino Mati, tentu aset bangsa seperti Bu Tejo ini akan sangat disesalkan semisal tumbang.

Ketika Bu Tejo dan Yu Ning bertarung hebat menggunakan haki Lambe Turah, truk Gotrek mengalami musibah, yakni ketilang karena kedapatan membawa ibu-ibu di truknya. Nah, lokasi tersebut berada di daerah Bantul Kota sisi Utara agak ngetan sedikit mendekati SMAN 3 Bantul.

Namun, ketika ketilang, Bu Tejo dan Yu Ning sempat menyatakan sepaham untuk nyokot pak polisi. Sepertinya saya harus mewawancarai pak polisi yang bertugas ketika menilang truk Gotrek. Saya penasaran satu hal, beneran dicokot Bu Tejo apa enggak. Ketika scene dalam film Tilik menujukan gapura “Bantul Projotamansari”, saya memperkirakan gapura ini berada di daerah Melikan Lor, dekat dengan SMPN 2 Bantul.

Setelah keluar dari Bantul Kota, truk Gotrek ini melaju menyusuri Jalan Bantul di Kecamatan Sewon sampai tembus ke Ring Road Selatan. Patut menjadi pertanyaan, selama melewati Ring Road Selatan, apakah truk Gotrek melintas bersama para remaja putus cinta yang sedang sambat, nggrememeng dan mbatin di motornya sembari menangis?

Tujuan akhir adalah Rumah Sakit PKU Gamping. Ealah Bu Lurah, mbok ya pakai rumah sakit yang dekat-dekat saja. Padahal ada Nur Hidayah, Njebugan, atau Wirosaban wes. Dapat disimpulkan Bu Lurah itu tidak solutip. Namun, melihat sepak terjang Mbak Dian, apakah ini merupakan sebuah kebetulan semata? Atau ada maksud terselubung? Kita harus simak obrolan grub WhatsApp PKK Dasawisma Terong yang di-admin-i oleh Bu Tejo.

BACA JUGA 5 Panduan Ghibah Bu Tejo di Film ‘Tilik’ bagi Netizen Sejagat dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Exit mobile version