Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Nama Saya Terinspirasi dari Bus dan Pemain Ketoprak

Aprilia Dyah Ayu Mustika Rini oleh Aprilia Dyah Ayu Mustika Rini
24 Februari 2021
A A
Nama Saya Terinspirasi dari Bus dan Pemain Ketoprak terminal mojok.co

Nama Saya Terinspirasi dari Bus dan Pemain Ketoprak terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah baca tulisan Sri Pramiraswari Hayuning Ishtara, saya jadi ingin sharing cerita di balik nama saya yang juga panjang seperti mbaknya ini. Nama saya Aprilia Dyah Ayu Mustika Rini. Nama dari lima desa dijadikan satu, begitu rata-rata komentar orang setelah mendengar nama saya. Walau begitu sebetulnya agak lucu karena nama ini terinspirasi dari bus dan pemain ketoprak.

Saya setuju dengan Arina, demikian Sri Pramiraswari Hayuning Ishtara akrab dipanggil, perihal pemberian nama anak dipengaruhi oleh zaman. Tentu saja. Zaman dulu, terutama orang Jawa, menamai anaknya satu sampai dua kata saja. Dan rata-rata menggunakan awalan “Su”. Misalnya Suwarno, Suwarni, atau lainnya. Fenomena ini juga terbukti di dalam keluarga saya. Orang tua saya lahir pada tahun 1940-an. Saya sendiri lahir pada 1991. Orang tua saya merasakan betul hawa pasca-kemerdekaan. Mereka menamai semua kakak-kakak saya dengan awalan “Su”. Sutomo, Susanto, dan Sutatik. Terus kenapa nama saya bisa sepanjang itu? Apa orang tua saya sudah lebih kreatif pada 1991?

Saya dan kakak-kakak saya punya perbedaan usia yang cukup jauh. Mereka lahir 1970-an. Waktu saya lahir, kakak pertama saya kuliah, kakak kedua saya SMA, dan yang ketiga SMP. Kelihatan dong, ada perbedaan zaman di antara saya dan ketiga kakak saya di sini.

Tahun sembilan satu, wawasan kakak saya pasti sudah berkembang. Entah dari sekolah, teman bergaul, atau mungkin dari radio. Belum ada televisi di kampung kami waktu itu, apalagi handphone.

Kata “Aprilia” adalah pemberian kakak saya yang nomor tiga. Dia bilang dia sampai berdoa dengan sungguh-sungguh supaya saya lahir bulan April. Dia ingin sekali memberikan nama itu. Syukurlah, kesampaian. Lalu “Dyah Ayu”, sumbangan dari kakak saya yang nomor dua. Katanya artinya ‘keturunan yang cantik’. Entah kakak saya tahu dari mana.

“Mustika”, cerita di balik nama ini yang menurut saya paling menarik. Nama ini diambil dari nama bus yang dulu pasti ditumpangi emak kalau pergi kontrol kandungan. Jadi, nama saya adalah nama bus. Saya langsung tertawa waktu tahu fakta ini. Sebuah bus telah menginspirasi emak. Lebih jauh, emak bercerita kalau dulu belum ada bus sama sekali. Yang ada paling-paling andong (kereta kuda) dan gerobak sapi. Ke mana-mana, emak dan bapak naik sepeda. Kadang kemudian disambung naik andong. Gerobak sapi sendiri lebih difungsikan untuk angkutan barang seperti genteng, gabah, atau hasil panen lainnya. Kemudian muncul bus di akhir tahun 1980-an. Makanya pada waktu saya di perut, emak bisa naik bus dan pergi kontrol ke dokter. Sebelumnya (waktu hamil kakak-kakak saya dulu) tidak pernah. Oleh karena itulah, buat emak, pergi kontrol kandungan ke dokter naik bus itu adalah sesuatu yang luar biasa. Maka saya pun paham kalau emak kemudian mengutip nama bus Mustika untuk mengenang masa-masa itu. Pada akhirnya, sampai saya sebesar ini, saya tidak pernah melihat bus itu. Mungkin bus itu sudah pensiun dan digantikan bus model baru. Ternyata, ide emak untuk mengutip nama bus jadi nama saya terbukti bijak karena nyatanya nama itu tetap ada sampai jauh melampaui zaman busnya. Dan kenangan emak akan masa-masa itu pun terselamatkan. Untung saja, dulu belum ada bus Kramat Jati.

Terakhir, kata “Rini”. Pemberian emak juga. Kalau sebelumnya, emak dapat inspirasi dari bus, kali ini emak dapat inspirasi dari pemain ketoprak. Tahu ketoprak? Ketoprak adalah seni drama tradisional Jawa yang diselingi gendhing-gendhing jawa dan iringan musik gamelan. Sekarang memang sudah tidak terlalu populer, tapi zaman dulu ketoprak begitu dicintai. Seperti halnya sinetron Ikatan Cinta saat ini. Emak adalah jamaah penikmat ketoprak. Sampai-sampai emak punya pemain idola. Namanya Rini. Rini ini, menurut yang digambarkan emak, orangnya sangat cantik dan begitu hebat dalam memainkan perannya. Totalitas gitu, katanya. Emak pun ingin melihat sosok Rini dalam diri saya. Kalau ketoprak zaman dulu memainkan lakon Ikatan Cinta, mungkin emak akan kasih nama saya Andin.

Terlepas dari komentar orang yang menyebut nama saya itu nama lima desa, saya sangat suka dengan nama saya yang panjang itu. Terlebih ada cerita unik di baliknya. Meski sebenarnya ada kalanya repot juga punya nama yang panjangnya tidak umum.

Baca Juga:

Ternyata Bulan Puasa dan Lebaran Tidak Lagi Sama Setelah Orang Tersayang Tiada, Tradisi Banyak Berubah dan Jadi Nggak Spesial

Akibat Menyandang Nama Aneh, Seumur Hidup Nama Saya Dikira Typo: Sekali Lagi, Saya Dinas, Bukan Dimas!

Nama saya ada 25 huruf. Tidak muat kalau ditulis di bulatan-bulatan Lembar Jawab Komputer. Setiap kali tes menggunakan LJK, saya hanya bisa mengarsir bulatan nama Aprilia Dyah Ayu. Itu saja sudah capek. Selain drama pengisian LJK, saya juga pernah kewalahan waktu mendapat tugas mengeja nama dalam Bahasa Inggris. Bayangkan saja, jumlah huruf nama saya menyaingi jumlah total huruf abjad. Saya sampai perlu menghafal ejaan nama saya berulang kali.

Waktu SMA, salah seorang guru saya iseng menyingkat nama saya menjadi A.D.A.M.R. Singkatan itu akhirnya membuat teman-teman saya terinspirasi untuk memanggil saya Adam. Adam R juga kemudian mengingatkan mereka saya pada tragedi hilangnya pesawat Adam Air yang sangat misterius itu. Mendadak saya merasa jadi seperti jin.

Waktu kuliah, nama panjang saya tidak membuat cerita apa-apa. Teman-teman  saya juga ada yang namanya panjang. Jadi nama saya terkesan biasa saja dan tidak ada yang perlu dibahas.

Rasa waswas kemudian muncul waktu saya akan menikah, sama seperti yang ditakutkan Arina, takut kalau lidah calon suami mendadak keseleo waktu akad. Kan tidak lucu. Di undangan pernikahan kami saja, nama kami sudah terlihat sangat jomplang. Sanaji dan Aprilia Dyah Ayu Mustika Rini. Nama saya bahkan perlu dua baris. Kesannya jadi seperti Sanaji akan menikahi Aprilia Dyah Ayu dan Mustika Rini. Ini pun jadi bahan gurauan teman-teman kami. Calon suami saya diwanti-wanti supaya menghafal nama saya dengan baik jauh-jauh hari supaya tidak keseleo pada waktu akad. Namun, alhamdulillah itu tidak terjadi. Aman. Kami sah dalam satu kali ijab qobul.

Itu dia cerita dibalik nama saya yang panjang. Tentu saja, saya sangat berterima kasih pada kedua orang tua dan kakak-kakak saya sudah memberikan nama itu, meski tidak saya ucapkan secara langsung. Nama itu adalah doa terbaik dari mereka. Oya, ngomong-ngomong, saya biasa dipanggil Ayuk.

BACA JUGA Menggugat Fenomena Nama Anak Zaman Sekarang yang Susahnya Minta Ampun

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Februari 2021 oleh

Tags: Keluarganama anak
Aprilia Dyah Ayu Mustika Rini

Aprilia Dyah Ayu Mustika Rini

Saya ibu muda dari satu anak perempuan yang lucu-lucu gemesin. Pernah sekolah, kuliah, dan menikah.

ArtikelTerkait

Generasi Sandwich

Usia Baru 20 Tahun Tapi Sudah Jadi Generasi Sandwich

26 Juli 2019
Arisan Keluarga: Budaya yang Harus Tetap Dijaga meski Nggak Menarik Buat Anak Muda

Arisan Keluarga: Budaya yang Harus Tetap Dijaga meski Nggak Menarik Buat Anak Muda

10 Agustus 2024
membalas pesan

Malasnya Berurusan Dengan Orang yang Online Tapi Enggan Membalas Pesan

2 Agustus 2019
Nyatanya, Keluarga Jepang seperti Chibi Maruko-chan Sudah Hampir Nggak Ada Terminal Mojok

Nyatanya, Keluarga Jepang seperti Chibi Maruko-chan Sudah Hampir Nggak Ada

27 April 2022
Mempertanyakan Nama Anak 'Queenzha' yang Jadi Favorit Orang Tua Muda Terminal Mojok

Kenapa Nama Anak ‘Queenzha’ Jadi Favorit Orang Tua Muda?

28 Februari 2021
ibu rumah tangga rendah diri istri aktivis rumah tangga suami sibuk mojok.co

Jadi Istri Aktivis Tak Seindah Cerita Senja

21 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026
Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas Mojok.co

Angkringan di Kendal Tak Lagi Merakyat: Harga Tambah Mahal dan Porsi Semakin Menyedihkan, Makan Jadi Cemas

7 April 2026
Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

Kata Siapa Tinggal di Gang Buntu Itu Aman dan Nyaman? Rasakan Sensasinya Ketika Gang Buntu itu Ditumbuhi Kos-kosan

1 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.