MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso

MR DIY Tempat Belanja yang Lebih Nyaman, Lengkap, dan Worth It ketimbang Miniso (Zarate via Wikimedia Commons)

Saya yakin semua orang sepakat bahwa window shopping di toko-toko seperti MR DIY dan Miniso memang punya efek menghilangkan stres. Berkeliling di antara rak-rak, ngeliatin, dan pegang-pegang barang-barang lucu, tapi pada akhirnya nggak beli ternyata memang seseru itu untuk dilakukan. Dan rupanya pelaku kegiatan ini juga banyak, utamanya di kalangan pelajar dan mahasiswa.

Akan tetapi belanja di MR DIY dan Miniso juga worth it kok untuk dilakukan. Entah alasan beli di kedua toko tersebut karena nggak enak sama pegawainya atau memang sebelum datang sudah ada target barang yang akan dibeli, semuanya sah-sah saja. Kebetulan juga barang-barang di kedua toko itu sama-sama lucu, up-to-date sama tren, dan harganya nggak sampai nguras kantong.

Bisa dibilang MR DIY dan Miniso sama-sama punya karakteristik yang serupa. Kedua toko retail peralatan rumah tangga dan aksesoris ini sama-sama nyaman untuk sekadar dijadikan tempat melihat-lihat atau untuk belanja sekalian. Tapi, di antara keduanya, mana sih yang lebih worth it dan nyaman untuk berbelanja?

MR DIY lebih mudah dijangkau

Dari segi aksesibilitas, MR DIY lebih mudah dijangkau oleh semua kalangan. Berbeda dengan Miniso yang “mainnya” cuma di mall, toko kuning ini banyak cabangnya yang merupakan sebuah toko mandiri dan dengan gedung tersendiri sekaligus tetap punya gerai yang terletak di dalam mall.

MR DIY bukan hanya menguasai pasar di kota-kota besar. Ia juga menjelajahi kota-kota tier 2 dan 3 atau kota-kota kecil. Dengan begitu, masyarakat yang tinggal di daerah tanpa mall, misalnya seperti Kabupaten Bantul dan Kabupaten Temanggung, masih bisa main ke toko tanpa harus jauh-jauh ke kota sebelah. Dilansir dari website resminya, gerai toko yang identik dengan warna kuning ini sudah ada di 37 provinsi di Indonesia. Jangkauannya seluas itu, lho.

Cuma minusnya di tempat-tempat tersebut sekali bayar parkir, kita cuma bisa keliling MR DIY. Berbeda dengan di mall, sekali bayar parkir bisa keliling semua sudut mall.

Produk lebih beragam

Miniso memang punya produk yang lucu dan langsung menarik perhatian begitu kita melihatnya. Miniso juga lebih sering collab dengan karakter atau kartun yang sedang naik daun. Tapi MR DIY menang dari segi ragam produknya.

MR DIY jauh lebih lengkap dibandingkan Miniso. Apa pun yang kita cari pasti ada di toko yang terkenal dengan jingle-nya itu. Paling nggak ada sepuluh kategori produk yang ditawarkan, di antaranya alat rumah tangga, perabotan, perkakas, alat tulis dan olahraga, perhiasan dan kosmetik, mainan anak, aksesoris mobil, peralatan listrik, hadiah, serta aksesoris komputer dan HP.

Beberapa tipe produk memang ada yang sama dengan Miniso. Tapi di Miniso, mana bisa kita nemu perlengkapan eksterior mobil, kan? Jadi bisa kita simpulkan toko kuning ini one stop solution untuk semua benda yang mau kita cari.

Harga barang di MR DIY lebih murah

Selain terkenal dengan tagline sekaligus jingle-nya yang berupa “Ada aja idenya”, MR DIY juga punya moto “Always low price” yang bisa kita lihat langsung di bawah logonya. Dan moto ini beneran sejalan dengan kenyataan karena harga-harga barang di sana murah, jauh lebih murah dibandingkan Miniso.

Jujur saja, setiap punya rencana window shopping di sana, saya tetap pulang membawa tentengan karena barang yang saya anggap lucu ternyata harganya pas di kantong. Pengalaman agak berbeda saya rasakan di Miniso. Beberapa barang di Miniso memang lucu dan murah, tapi sebagian besar lainnya masih agak pricey dan nggak worth the value.

Oh iya, saya pernah baca sebuah kelakar yang bilang bahwa harga-harga barang di MR DIY itu murah karena UMR Daerah Istimewa Yogyakarta juga rendah. Agak perih gitu pas baca.

Miniso menang dari segi estetika

Satu hal yang belum bisa dimenangkan oleh MR DIY adalah soal estetika, gaya, dan penataan barang. Oke, MR DIY dan Miniso sama-sama rapi dalam menampilkan barang yang mereka tawarkan. Tapi, Miniso jauh lebih mampu menarik perhatian dibandingkan MR DIY.

Menurut saya, pencahayaan yang ada di Miniso jauh lebih terang sehingga membuat semua benda yang ada di dalamnya bisa langsung kita intip ketika sedang jalan di depannya. Selain itu, Miniso nggak memasang stiker apa pun di kacanya. Bahkan Miniso menggunakan kacanya sebagai showcase untuk koleksi terbarunya. Ini juga membuat saya merasa penasaran dan seperti “ditarik” untuk masuk ke dalam Miniso.

Tapi dari empat kategori yang saya kuliti ini, MR DIY cuma kalah di satu kategori. Dan kebetulan, kategori-kategori yang dimenangkan MR DIY itu memang merupakan tiga pilar utamanya, yaitu hemat, lengkap, dan dekat. Tiga hal ini saja sudah mampu mengalahkan Miniso secara telak, lho.

Jadi, saya simpulkan bahwa MR DIY adalah tempat yang lebih nyaman dan worth it, baik untuk belanja maupun lihat-lihat aja.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Dosa MR DIY yang Nggak Bisa Diampuni, Bikin Pelanggan Kapok Datang Lagi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version