Motor Bebek Kendaraan Terbaik untuk Latihan Naik Motor, Matic Hanya Ciptakan Pengendara Manja

Motor Bebek Kendaraan Terbaik untuk Latihan Naik Motor, Matic Hanya Ciptakan Pengendara Manja Mojok.co

Motor Bebek Kendaraan Terbaik untuk Latihan Naik Motor, Matic Hanya Ciptakan Pengendara Manja (unsplash.com)

Pilih motor bebek atau motor matic?

Zaman sekarang, bisa naik sepeda motor itu bukan gaya-gayaan, tapi kebutuhan primer. Bayangkan kalau kita tidak bisa naik motor. Ruang gerak jadi terbatas dan berpotensi merepotkan orang lain untuk antar jemput.

Memang sih, ada ojek online yang siap sedia setiap saat. Tapi, tetap saja rasanya beda. Soalnya, yang pegang kendali bukan kita. Masa tiba-tiba mau memberhentikan ojol ketika lihat sesuatu yang menarik di jalan? Kan nggak enak.

Saya punya lho teman yang nggak bisa naik motor. Akhirnya, kalau mau kemana-mana, dia mengandalkan antar jemput dari keluarganya dan nebeng teman. Nah, teman yang ditebengin ini pernah curhat kalau sebenarnya ada kondisi tertentu yang bikin dia keberatan kalau ditebengin. Cuma ya gimana ya? Nggak enak mau nolak.

Itu sebabnya, kalau saat ini ada di antara kalian yang belum  bisa naik motor, saran saya daripada merepotkan orang lain, belajarlah. Mungkin saat ini kamu berpikir belum butuh karena sehari-hari sudah pegang mobil atau punya tebengan langganan. Tapi, yakinlah, kelak kamu akan memerlukan skill ini. Maka, daripada menyesal, lebih baik segera belajar naik motor.

Dan, ingat, sebaik-baiknya motor untuk belajar adalah motor bebek, bukan motor matic.

Motor matic bikin manja

Sungguh, saya nggak habis pikir dengan mereka yang belajar naik motor, tapi motornya menggunakan motor matic. Buat apa coba? Motor matic itu kan segampang-gampangnya kendaraan bermesin di muka bumi. Kamu tidak perlu pusing memikirkan perpindahan gigi atau koordinasi kaki. Cukup duduk manis, colok kunci kalau motornya masih model lama, atau putar knob kalau sudah keyless

Setelah itu? Ngenggggg… motor langsung melaju tanpa banyak drama. Jadi, letak belajarnya tuh di mana? Sungguh sangat instan dan memanjakan siapa saja. Kalau bahasa jawanya: Tuman!

Tanpa disadari, kemudahan pada motor matic inilah yang kemudian menjadi bumerang bagi mereka yang baru belajar naik motor. Pasalnya, pengendara pemula jadi kurang peka terhadap ritme mesin. Mereka merasa berkendara itu hanya soal memainkan gas saja. Akibatnya, banyak kita temui pengendara matic yang bawaannya srugal-srugul di jalanan tanpa perhitungan yang matang. Hmm, semoga bukan kamu, ya.

Motor bebek mengajarkan adab berkendara

Lain cerita kalau belajarnya pakai motor bebek. Secara teknis, motor ini memang jauh lebih susah dan menguras konsentrasi. Soalnya, yang bekerja bukan cuma tangan kanan saja, tapi kaki kiri harus stand by oper gigi dan kaki kanan harus siaga di rem belakang. Dengan kata lain, butuh sinkronisasi antara perasaan, tangan, dan kaki supaya motor bisa melaju dengan stabil dan tidak merugikan orang di sekitar.

Ribet? Jangan ditanya, pasti ribet banget bagi pemula. Siapa pun orang yang belajar naik motor bebek, pasti awalnya akan mengalami perpindahan gigi yang kasar. Motor bakal terasa njegleg atau tersentak kasar setiap kali injak pedal gigi. Suara mesin yang meraung karena lupa oper gigi atau motor yang tiba-tiba mati karena telat menurunkan gigi juga jadi hal yang biasa.

Tapi, justru di situ seninya. Kita dipaksa untuk mengenal ritme mesin, menajamkan feeling berkendara, dan kontrol emosi. Bahwa, gas itu tidak bisa langsung ditarik brutal, tapi harus menurunkan gas dulu sedikit, lalu injak gigi, baru tarik lagi. Begitu juga saat mau berhenti. 

Semua, ada aturannya. Nah, hal-hal itulah yang nantinya akan jadi ilmu yang mahal di jalanan. Sehingga, kita lahir sebagai pengendara yang punya adab, bukan cuma pinter ngegas dan ngerem doang.

Lebih mudah membiasakan diri ke motor matic

Alasan lain kenapa latihan motor sebaiknya menggunakan motor bebek adalah karena ketika kita sudah khatam dengan motor bebek, pindah ke motor matic itu seperti membalikkan telapak tangan. Gampang banget! Kita tidak akan kagok karena dasar keseimbangan dan kontrol gasnya sudah teruji saat berlatih dengan motor bebek. Tangan dan otak kita sudah terlatih peka. Sudah biasa susah, akhirnya begitu ketemu yang cuma gas doang, jelas easy-peasy.

Akan tetapi, coba bayangkan skenario sebaliknya. Kamu belajar pakai matic sampai mahir, lalu tiba-tiba di situasi darurat harus ketemu dengan motor bebek. Alamak! Apa nggak bingung 7 keliling dibuatnya? Kaki bakal kaku, mesin motor bakal meraung karena kamu lupa oper gigi, atau bahkan motor melompat karena kamu langsung ngegas setelah nurunin gigi.

Jadi? Setuju dong kalau motor bebek itu memang sebaik-baiknya motor untuk pemula? Jangan termakan dengan kata-kata “belajarlah dari yang gampang dulu”. Untuk urusan belajar naik sepeda motor, itu tidak berlaku. Apa itu belajar pakai motor matic? Motor bebek dong~

Penulis: Dyan Arfyana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Motor Matic Sering Dibilang Ringkih dan Modal Tampang doang, tapi Saya Tetap Memilihnya daripada Motor Bebek.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version