Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Mohon Maaf Warga Surabaya, Tahu Isi yang Isinya Bihun Itu Kelihatan Nggak Niat

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
10 Desember 2025
A A
Mohon Maaf Warga Surabaya, Tahu Isi yang Isinya Bihun Itu Kelihatan Nggak Niat

Mohon Maaf Warga Surabaya, Tahu Isi yang Isinya Bihun Itu Kelihatan Nggak Niat

Share on FacebookShare on Twitter

Salah satu culture shock dari banyak culture shock yang saya alami ketika berada di Surabaya adalah fakta bahwa tahu sumpel (tahu isi) di Surabaya itu isinya didominasi oleh bihun. Selama kurang lebih setahun hidup di Surabaya, sulit menemukan tahu isi yang isinya sayur, seperti kubis, wortel, tauge, atau bahkan daun bawang, sulit sekali.

Sebagai pecinta tahu isi, saya sebenarnya bukan tipe yang kaku yang menganggap bahwa tahu isi harus isinya sayuran, ada kalanya isi daging, ayam, atau rebung pun, aman-aman saja. Asalkan enak, punya keotentikan, ada ciri khas cita rasanya, dan bikin penikmatnya merasakan sensasi gorengan yang mengenyangkan.

Tapi tahu isi bihun ini, aduh, makanan yang menurut saya diracik nggak serius. Sebab, perpaduan antara tahu dengan bihun nyatanya nggak melahirkan harmonisasi rasa yang menggugah selera.

Bihun itu nggak kuat ngangkat rasa

Bihun, menurut saya karakternya seperti penumpang ketika dijadikan isian dalam tahu. Makanan ini jadi pemain utama dan rasanya enak kalau ikut rombongan makanan yang berkuah, seperti soto, bakso, atau bihun rebus. Pun kalau nggak berkuah, ya ditumis dengan bumbu yang kental dan kuat, misal bihun goreng atau tumis bihun yang ada campuran potongan bakso atau daging. Makin nikmat ditambah dengan sayuran hijau seperti sawi.

Nah ketika keberadaannya itu ada di isian tahu, seringnya bihun cuma direbus atau ditumis sekadarnya, kemudian ditambah sedikit wortel dengan garam-merica seperlunya. Lalu langsung disumpel ke dalam tahu. Jadi ketika digigit, perpaduan tahu dan bihun yang kena lidah terasa cuma kulit tahu ditambah tepung goreng. Sementara isi bihunnya hambar, tak berkarakter, bahkan benyek atau hancur sehingga bikin eneg.

Kondisi itu terjadi karena bumbunya memang sulit menempel di bihun. Sebab, bihun kan licin dan agak kenyal, kalau bumbunya diberikan nggak niat, tanpa teknik yang benar, jadinya seperti sedang makan sesuatu yang teksturnya tanpa rasa.

Adakalanya, tahu isi bihun ini ada rasa gurihnya, tapi samar-samar dan nggak jelas. Lebih parah lagi, saya menemukan tahu isi bihun yang rasanya cuma minyak. Inilah yang bikin tahu isi bihun saya anggap sebagai makanan yang salah konsep. Ekspektasi banyak orang ketika makan tahu isi tentu isian yang berbumbu. Tapi realitanya, hanya bihun yang disumpel nggak niat. Sehingga miskin rasa.

Tahu isi yang isinya lengkap tuh, mamamia

Kita bedakan dengan tahu isi yang isiannya sekawanan sayur-sayuran. Bahan isian seperti wortel, kubis, tauge, dan daun bawang ditumis terlebih dahulu bersamaan dengan bawang putih, merica, kadang ditambah dengan kaldu bubuk. Ketika dikunyah, ada rasa manis dari sayur, gurih dari bumbu, dan tekstur yang juicy. Ini yang bikin tahu isi punya karakter dan cita rasa.

Baca Juga:

Lontong Balap Makanan Khas Surabaya Paling Normal, Pendatang Pasti Doyan

5 Rekomendasi Kuliner Babi Surabaya untuk Kalian yang Menghabiskan Cuti Natal di Kota Pahlawan

Tahu isi yang seperti ini, selain enak dan mengenyangkan, juga memberikan nilai gizi yang relatif lengkap. Kebutuhan protein dihadirkan melalui tahu, kemudian wortel kaya dengan vitamin A, kol menawarkan nutrisi vitamin K dan C, sementara tauge melimpah dengan vitamin C, K, dan B kompleks. Dan paling penting, sayur-sayur tersebut kaya dengan serat. Jadi selain enak, nilai gizi dari tahu sumpel isi sayur juga nggak main-main.

Mungkin pembelaan menggunakan bihun sebagai isian adalah soal aspek ekonomi. Karena bihun itu murah dan mengembang. Sehingga kalau dilihat sekilas, tahu jadi terkesan padat dan besar. Jadi dari kaca mata penjual, bihun adalah cara terselubung meminimalkan biaya produksi. Di sisi lain, bagi para pembeli, bihun memang lebih mengenyangkan.

Persoalannya, dari kaca mata penikmat rasa, tahu sumpel yang isinya bihun terkesan seperti menghilangkan jati diri dari tahu sumpel itu sendiri. Karena sejatinya, tahu isi haruslah punya kekayaan rasa yang bikin penikmatnya jadi ketagihan. Rasanya yang kuat juga membuatnya cocok ketika diposisikan sebagai lauk.

Nggak melarang, tapi…

Sebagai penutup, saya mau bilang kalau tulisan ini nggak bermaksud melarang tahu isi bihun ala Suroboyoan, melainkan kritik halus supaya kita sama-sama menuntut keseriusan mengolah makanan, meski hanya sepotong gorengan. Kalau pedagang tetap ingin mempertahankan bihun sebagai isian, ya silakan saja, tapi tolong perlakukan bihun sebagaimana mestinya. Minimal dimasak dengan bumbu yang layak, bukan sekadar pengganjal ruang kosong dalam tahu.

Sebab, bagi banyak orang yang tumbuh besar dengan tahu isi sayur yang gurih dan berkarakter, bertemu tahu isi yang isinya bihun hambar itu rasanya seperti ketemu sahabat lama yang tiba-tiba berubah jadi orang asing. Jadi, mohon maaf warga Surabaya, tapi selama tahu sumpel masih diisi bihun tanpa jiwa, saya akan tetap berdiri di barisan pencinta tahu isi sayur yang percaya bahwa gorengan enak itu soal rasa, bukan sekadar kelihatan penuh.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Lontong Kupang Tidak Cocok untuk Lidah Saya yang Terlampau Agraris

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Desember 2025 oleh

Tags: bihunkuliner surabayatahu isitahu sumpel
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

5 Rekomendasi Kuliner Babi Surabaya untuk Kalian yang Menghabiskan Cuti Natal di Kota Pahlawan

5 Rekomendasi Kuliner Babi Surabaya untuk Kalian yang Menghabiskan Cuti Natal di Kota Pahlawan

22 Desember 2025
Kuliner Apung Surabaya, Dulu Viral Kini Terancam Bubar: Rasa Makanan (Kelewat) Biasa, Maintenance pun Ala Kadarnya

Kuliner Apung Surabaya, Dulu Viral Kini Terancam Bubar: Rasa Makanan (Kelewat) Biasa, Maintenance pun Ala Kadarnya

5 Juli 2024
Culture Shock Orang Jawa Makan Soto Betawi, Soto yang Kuahnya Pakai Susu

Culture Shock Orang Jawa Makan Soto Betawi, Soto yang Kuahnya Pakai Susu

31 Agustus 2023
Bihunku, Bihun Instan yang Sulit Disaingi

Bihunku, Bihun Instan yang Sulit Disaingi

19 Agustus 2025
5 Tempat Makan di Surabaya dengan Porsi Jumbo, Dijamin Wareg Terminal Mojok

5 Tempat Makan di Surabaya dengan Porsi Jumbo, Dijamin Wareg!

21 Januari 2023
Lontong Balap Makanan Khas Surabaya Paling Normal, Pendatang Pasti Doyan Mojok.co

Lontong Balap Makanan Khas Surabaya Paling Normal, Pendatang Pasti Doyan

8 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Penilai Properti: Profesi "Sakti" di Balik Kredit Bank yang Sering Dikira Tukang Ukur Tanah

Penilai Properti: Profesi “Sakti” di Balik Kredit Bank yang Sering Dikira Tukang Ukur Tanah

31 Maret 2026
Trauma Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Menderita Mojok.co

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

31 Maret 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
Hilangnya Estetika Kota Malang Makin Kelam dan Menyedihkan (Unsplash)

Di Balik Wajah Kota yang Modern: Kehidupan Kelam di Labirin Gang Sempit dan Hilangnya Estetika Kota Malang

29 Maret 2026
Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial

30 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi
  • Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.