Skema jahat dan korup bernama “kuota internet hangus” resmi dibatalin sama MK, 235 triliun uang rakyat dicuri lewat skema ini

MK batalin sistem jahat dan korup bernama kuota internet hangus (Unsplash)

MK batalin sistem jahat dan korup bernama kuota internet hangus (Unsplash)

Jumat, 24 Juli 2026, MK resmi membatalkan sistem jahat dan korup bernama kuota internet hangus. Ini sebuah kemenangan bagi rakyat!

“Terserah mau buat download GTA 5 atau apa, penting malam ini habis,” ujar Mas Rizky, si redaktur Mojok, waktu saya mengeluh tidak ada kuota. 

Dengan sigap blio mengaktifkan tethering ponselnya yang tidak bersandi. Syukur-syukur semua orang di tongkrongan kami memakai kuota internetnya. Karena dalam 4 jam, kuota internet yang masih 50GB akan hangus.

Sistem kuota internet hangus memang bukan hal asing. Malah sudah jadi kewajaran bagi kita semua. Saking wajarnya, kita lupa ada kecurangan halus yang dilakukan penyedia jasa komunikasi. 

Kuota hangus yang selama ini kita ikhlaskan adalah sumber keuntungan nakal bagi oligopoli internet. Dan kita dipaksa menurut dengan asumsi menyetujui syarat dan ketentuan.

Tapi semua berubah pada Kamis 23 Juli 2026. MK mengabulkan sebagian tuntutan 3 penggugat perihal kuota internet hangus ini. Maka perkara skema baru kuota internet ini harus segera dijalankan. Sehingga masyarakat tidak lagi dicurangi perkara kebutuhan primer modern ini.

3 lapis rakyat menggugat skema kuota internet hangus

Perkara kuota internet hangus ini bukan isu baru di Indonesia. Jauh sebelum gugatan masuk pada 2025, keresahan masyarakat perihal sistem kuota hangus sudah ramai. 

Kuota internet harus habis dalam tenggat waktu pendek. Seperti kasus Mas Rizky tadi, kuota yang bisa untuk mengunduh GTA 5 berkali-kali harus hangus karena pergantian hari.

Puncaknya adalah pandemi, ketika kuota internet tidak lagi jadi kebutuhan tersier. Tapi sudah menjadi primer setelah pangan. Roda ekonomi, interaksi sosial, sampai distribusi informasi bergerak oleh kuota yang bisa hangus ini.

Akhirnya, pengemudi ojek online (ojol) Didi Supandi, pedagang kuliner daring Wahyu Triana Sari, serta dosen/advokat Rega Felix melayangkan gugatan. Seolah mewakili tiga lapis masyarakat yang membutuhkan kuota internet. Tarik ulur selama setahun ini akhirnya melahirkan putusan yang mengubah paradigma tentang kuota internet.

Bukan jasa, tapi hak milik

Kita harus melihat kuota internet dengan cara yang layak. Selama ini kita mendengar doktrin bahwa kuota internet adalah layanan jasa. 

Padahal, ada proses jual beli yang terjadi, dan masyarakat membayar secara penuh. Bukan seperti membayar layanan pijat atau cleaning service rumahan, tapi produk bernama “kuota internet”.

Sialnya, penyelenggaraan perkara kuota menetapkan sistem ganda. Kuota internet berlaku berdasarkan volume dan waktu pakai. Ilusi produk dan jasa ini menghasilkan breakage profit.

Perusahaan bisa mendulang keuntungan tapi tidak dikonsumsi pengguna internet. Dan siapa yang rugi dengan skema kuota internet hangus ini? Tentu saja kita!

Kerugian triliunan karena sistem kuota internet hangus

Indonesian Audit Watch (IAW) sudah mengestimasi kerugian yang kita tanggung. Sebesar Rp235 triliun Rupiah yang seharusnya jadi hak konsumen eh malah dinikmati oligopoli komunikasi Indonesia. 

Kuota yang rakyat beli dengan memeras keringat, bahkan utang, tidak bisa kita nikmati 100%. Sedangkan penyedia jasa menikmati sisa kuota yang bisa mereka jual lagi dengan skema promo semu yang melanjutkan sistem jahat ini. 

Semua kelihatan normal ketika kita dianggap menyetujui syarat dan ketentuan.

Apakah kita bisa menolak ketika layanan internet sudah dikuasai oligopoli? Ketika semua penyedia layanan melakukan kecurangan yang sama? Tidak ada pilihan lain selain menjalani sistem yang mencurangi kita selama puluhan tahun ini.

Maka putusan MK ini harus segera dilaksanakan. Tidak ada lagi pencurian berkedok konsensus

Meskipun ada sedikit rasa cemas dengan manuver penyedia jasa nanti. Entah kenaikan harga signifikan, sampai pembatasan layanan internet dengan dalih nggak peduli istilahnya. Tapi setidaknya kita, rakyat semenjana ini, mengurangi satu dari ratusan sistem yang mencurangi hidup dan penghidupan.

Penulis: Prabu Yudianto

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Korupsi Masa Aktif Kuota Data Internet 28 Hari Benar-benar Merugikan Pelanggan, Provider Segera Tobat!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version