Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Meterai Tempel Boleh Dipakai dalam Pendaftaran Seleksi CPNS 2024, Bukti Nyata kalau Pemerintah Hobi Nge-prank Warganya

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
6 September 2024
A A
Meterai Tempel Boleh Dipakai dalam Pendaftaran Seleksi CPNS 2024, Bukti Nyata kalau Pemerintah Hobi Nge-prank Warganya

Meterai Tempel Boleh Dipakai dalam Pendaftaran Seleksi CPNS 2024, Bukti Nyata kalau Pemerintah Hobi Nge-prank Warganya (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah kemarin penggunaan e-meterai dalam seleksi CPNS 2024 diwajibkan, eh, sekarang pemerintah mengubah kebijakan sehingga meterai tempel boleh dipakai. Kenapa nggak dari awal aja, sih?

Menjelang satu hari sebelum penutupan pendaftaran seleksi CPNS 2024 kemarin (5/9) ada dua pengumuman penting yang mengejutkan. Pertama, pendaftaran ASN diperpanjang sampai tanggal 10 September dari yang awalnya 6 Sepember. Sebuah pengumuman yang disambut sukacita oleh mayoritas pejuang CPNS 2024. Setidaknya masih ada harapan untuk melanjutkan seleksi CPNS 2024 mengingat dalam beberapa hari ini sedang riuh dengan drama e-meterai.

Belum cukup sampai di situ, pemerintah masih punya kejutan kedua. Meterai tempel akhirnya boleh dipakai sebagai opsi untuk menggantikan e-meterai. Untuk keputusan yang terakhir ini respons masyarakat terbagi menjadi dua. Di satu pihak ada yang bersyukur karena mendapatkan kemudahan. Sementara pihak yang lain merasa kecewa karena pemerintah tidak bersikap adil.

Masyarakat kecewa lantaran pemerintah lamban memberikan solusi

Keputusan melonggarkan penggunaan meterai tempel disambut tawa getir. Pelamar yang sudah berjuang mati-matian demi e-meterai cuma bisa pasrah dengan keputusan lucu ini. Barangkali energi untuk marah saja sudah tidak punya. Sebab seluruh energi sudah tersedot habis untuk drama e-meterai. Merasa diprank pemerintah? Oh, sudah tentu.

Sebenarnya prahara e-meterai ini sudah bisa dirasakan bibit-bibitnya sejak tanggal 2 September 2024. Ekskalasinya semakin tinggi menjelang tanggal 6 September, jadwal awal penutupan pendaftaran. Ratusan ribu orang yang mengakses e-meterai secara bersamaan membuat server kewalahan.

Bukan hanya kesulitan membeli e-meterai, orang yang sudah membeli dari jauh-jauh hari pun dibuat stres. Pasalnya mereka nggak bisa mengakses e-meterai yang sudah dibeli. Orang-orang panik di sana sini. Mengingat waktu penutupan pendaftaran semakin mepet, sedangkan kelangkaan e-meterai belum ada solusinya.

Jika saja pemerintah sigap melonggarkan aturan saat suasana mulai chaos, saya yakin mereka nggak akan dihujat habis-habisan seperti ini. Masyarakat nggak akan kehilangan uang dan waktunya dengan sia-sia hanya untuk mengurusi e-meterai. Nggak sedikit lho yang rugi sampai ratusan ribu namun e-meterainya tetap nggak bisa dipakai. Tidak menutup kemungkinan ada yang sakit karena begadang dan stres perkara e-meterai. Nggak akan ada pula korban tipu-tipu calo yang dengan teganya masih mendulang untung di tengah kesulitan orang lain.

Keputusan mewajibkan e-meterai alih-alih meterai tempel memang sudah riskan dari awal

Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, pendaftaran seleksi CPNS kerap berujung diperpanjang. Alasannya klasik, server pemerintah nggak sanggup melayani pelamar yang membludak. Dari kasus yang terus berulang ini, seharusnya pemerintah sadar diri dengan kemampuannya.

Baca Juga:

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

3 Sisi Gelap Jembatan Suramadu yang Bikin Wisatawan Enggan Balik Lagi ke Madura

Memang seharusnya penggunaan e-meterai dijadikan opsional saja dari awal, jangan diwajibkan. Nggak perlu memaksakan digitalisasi kalau server saja masih bapuk. Bukannya jadi praktis, rakyat malah dibikin mau nangis dengan kebijakan ini.

Lucunya, angan menerapkan digitalisasi ini terasa kurang serius. Sebab masih banyak instansi yang mempersyaratkan tanda tangan basah, bahkan menulis tangan dokumen untuk kemudian dibubuhi e-meterai. Aneh bukan? Mending sekalian saja pakai cara konvensional. Toh baik e-meterai dan meterai tempel punya legalitas yang sama.

Lagi pula kalau dipikir-pikir lagi, penggunaan meterai tempel bisa jadi solusi tengah bagi semua pihak. Pelamar nggak akan merasa dipersulit. Pemerintah nggak perlu repot-repot menyiapkan server yang powerfull.

Di sisi lain, keuntungan dari penjualan meterai tempel bisa dirasakan rakyat kecil. Sebab meterai tempel bisa ditemukan dengan mudah di fotokopian dan toko-toko kecil di pelosok pemukiman. Berbeda dengan e-meterai yang profitnya hanya berputar di kalangan atas saja.

Ralat dari pemerintah tidak akan bisa memuaskan semua pihak

Dari kasus ini, kita bisa melihat bahwa keputusan yang mencla-mencle itu akan terkesan serba salah. Sudah dimudahkan pun masih ada saja pihak yang nggak puas. Wajar sih karena pelonggarannya telat. Sebagian besar pelamar sudah terlanjur berjuang habis-habisan demi mematuhi persyaratan awal. Belum lagi masih ada potensi TMS (tidak memenuhi syarat) jika ada kesalahan dengan e-meterainya. Kekecewaan mereka tentu sangat bisa dimaklumi.

Berpikir masak-masak sebelum membuat kebijakan memang sangat diperlukan. Termasuk mempersiapkan upaya mitigasi untuk berbagai jenis kendala. Mengubah-ubah peraturan justru menunjukkan kalau pembuat kebijakan nggak kompeten. Lagi-lagi rakyat yang akan dirugikan dari penerapan aturan yang nggak jelas.

Banyak sekali bahan evaluasi dari pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2024 ini. Nggak hanya soal perubahan kebijakan dari mewajibkan penggunaan e-meterai jadi bisa memakai meterai tempel. Pada akhirnya, segala sesuatunya sudah terlambat untuk disesali. Ikhlaskan saja kebijakan pemerintah yang kerap menguji kesabaran. Kita berdoa yang terbaik semoga para pejuang CPNS 2024 diberi kelancaran dalam setiap usahanya.

Penulis: Erma Kumala Dewi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA E-meterai Cara Halus Pemerintah “Merampok” Duit dan Waktu Pelamar CPNS 2024.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 September 2024 oleh

Tags: CPNS 2024E-meteraimeteraipendaftaran cpnspilihan redaksi
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

Panduan Ringan Sebelum Memutuskan Beli Mobil Bekas Terminal Mojok

Panduan Ringan Membeli Mobil Bekas

2 Juni 2022
Kesaksian Suporter Malam Mencekam di Kanjuruhan dan Saya yang Gagal Menjadi Manusia Terminal Mojok

Kesaksian Suporter: Malam Mencekam di Kanjuruhan dan Saya yang Gagal Menjadi Manusia

3 Oktober 2022
5 Aturan Tidak Tertulis yang Harus Dipahami Wisatawan Saat Liburan ke Malang

5 Aturan Tidak Tertulis yang Harus Dipahami Wisatawan Saat Liburan ke Malang

20 Februari 2025

Busana Kim Kardashian di Met Gala Nggak Beda dengan Kiri Kekimcil-Kimcilan

17 September 2021
5 Hal yang Bikin Pendatang Melongo Saat di Solo

5 Hal yang Bikin Pendatang Melongo Saat di Solo

21 Februari 2023
Simpang Lima Gumul, Tempat Jahanam yang Kini Jadi Ikon Kebangaan Warga Kediri Mojok.co kabupaten kediri kediri kuno kini jakarta

Simpang Lima Gumul, Tempat Jahanam yang Kini Jadi Ikon Kebangaan Warga Kediri

27 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

23 Februari 2026
Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

20 Februari 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

UNNES Semarang Rajin Menambah Mahasiswa, tapi Lupa Menyediakan Parkiran yang Cukup

24 Februari 2026
Manis Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Tetangga Mojok.co

Manisnya Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu yang Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Saudara

26 Februari 2026
Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

20 Februari 2026
6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag- Cuma Bikin Sakit Hati! (Wikimedia Commons)

6 Oleh oleh Khas Jogja Paling Red Flag, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Sakit Hati

22 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.