Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

Meramal Elektabilitas Ganjar Pranowo: Akankah Terjun Bebas, atau Malah Come Back is Real?

Aqil Husein Almanuri oleh Aqil Husein Almanuri
31 Maret 2023
A A
Meramal Elektabilitas Ganjar Pranowo: Akankah Terjun Bebas, atau Malah Come Back is Real?

Meramal Elektabilitas Ganjar Pranowo: Akankah Terjun Bebas, atau Malah Come Back is Real? (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Elektabilitas Ganjar Pranowo bisa jadi terjun bebas setelah tragedi ini. Come back masih mungkin, tapi ya, susah.

Sepak bola bagi sebagian orang sudah menjadi paham, bahkan ada yang menganggapnya sebagai agama. Dalam konteks analogi, pernyataan ini nggak salah, apalagi melihat sifat dan sikap fanatik penggemar pada tim kebanggaannya masing-masing. Diibaratkan agama, bola juga menjadi bagian dari keyakinan seseorang. Tak peduli timnya kalah, fanatik yang berangkat dari kecintaan akan terus ada.

Kalau nggak percaya, liat fans Cadiz, tim embuh di Spanyol itu. Ada lho fanbase-nya di Indonesia. Itu kalau bukan cinta, apalagi yang bikin mereka bertahan mencintai klub tersebut?

Apalagi sepak bola kerap dikaitkan dengan identitas kebangsaan. Siapa yang tidak bangga jika melihat Timnas eksis dalam dunia sepak bola? Jangankan dalam ranah dunia, mengalahkan Malaysia saja sudah bisa membuat emak-emak yang nggak suka bola loncat-loncat kegirangan.

Tentu banyak yang sakit hati ketika mendengar FIFA dengan resmi membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah pagelaran Piala Dunia U-20. Pembatalan itu terjadi karena penolakan beberapa pihak di Indonesia atas berlaganya Israel dalam pertandingan, selain karena juga tidak yakinnya FIFA jika Indonesia menjadi tuan rumah. Bukan hanya batal jadi tuan rumah, Indonesia juga akan mendapatkan sanksi lanjutan.

Salah satu pihak yang menentang juga datang dari salah seorang politikus yang juga digadang-gadang akan menjadi Capres untuk kontestasi Pemilu 2024 mendatang. Ya, Ganjar Pranowo, politikus PDI Perjuangan yang selama ini dikenal sebagai sosok yang dekat dengan kaum milenial.

Ganjar dan elektabilitasnya

Selama ini, Ganjar memang menyita perhatian publik dengan elektabilitas yang lebih dominan ketimbang capres lain. Beberapa survei menyebut Ganjar unggul, sekalipun tidak mendapat restu dari Bu Mega selaku ketum partai. Di antara Puan dan Anies yang lebih dulu dideklarasikan, dan beberapa nama lain, nama Ganjar lebih bersinar. Bahkan, tidak tertandingi.

Dalam beberapa survei, Ganjar terbilang masih konsisten dengan kisaran angka 30 persen. Konsistensi ini menjadi bekal kuat (untuk sementara waktu) bagi Ganjar dalam melenggang pada kontestasi. Namun, ekspektasi mayoritas publik peluangnya bisa jadi menjadi lebih kecil dengan pernyataan dan komentar Ganjar tentang Israel dalam Piala Dunia U-20 2023.

Baca Juga:

Pancen Edan! UM Itu Singkatan dari Universitas Negeri Malang, Seorang Ganjar Pranowo pun Ikut Salah Sebut

Membaca Peluang Suara Ganjar-Mahfud di Madura: Apakah Putra Madura Bisa Berjaya di Tanah Sendiri?

Komentar Ganjar Pranowo menjadi salah satu yang disorot dan mendapat cibiran publik. Hal itu karena pernyataan Ganjar diklaim menjadi salah satu alasan FIFA membatalkan Indonesia menjadi tuan rumah.

Benar memang, Ganjar memang masih menjadi Capres paling populer secara elektabilitas, namun presentase pada survei terbaru cenderung stagnan, tidak ada peningkatan. Bahkan, jika boleh saya khawatir, elektabilitas Ganjar akan mengalami penurunan. Meski di satu sisi, ini menjadi peluang menggiurkan bagi Ganjar, peluang yang sangat politis.

Hujan kritikan yang diterima Ganjar di laman Instagramnya menjadi salah satu indikatornya. Simpati publik terhadap politisi PDI ini berubah menjadi amarah. Lebih-lebih mereka pencinta bola yang memang mendukung penuh Indonesia menjadi tuan rumah FIFA World Cup U-20 2023. Bahkan banyak komentar dan tagar menolak Ganjar menjadi presiden dilayangkan.

Indonesia gila bola

Saya sempat membuat observasi kecil-kecilan, dengan melihat data penyuka sepak bola di Indonesia. Alhasil, ternyata data yang tampil cukup besar. Pada Desember 2022 kemarin misalkan, pencinta sepak bola di Indonesia adalah yang terbanyak di dunia. Secara persentase, 60-an persen dari penduduk yang ada di negara ini. Itu pun kalau nggak ada peningkatan. Sebab, setiap tahunnya, angka tersebut selalu mengalami peningkatan.

Bayangkan, jika persentase itu sama-sama mendukung Indonesia jadi tuan rumah, yang berarti kontra terhadap Ganjar. Ganjar bisa saja kalah bahkan sebelum bertanding.

Apalagi, pagelaran Piala Dunia bukan hanya tentang pencinta bola. Ini lebih general, menyangkut identitas nasional. Mereka yang tidak punya kecintaan pada dunia bola, bisa jadi merasakan kekecewaan yang serupa. Meski mereka juga punya simpati yang sama terhadap Palestina, namun bagi mereka, sepak bola dan politik adalah dua hal yang berbeda. Kemungkinannya, Ganjar tak akan laku pada kalangan ini.

Come back is real?

Namun, ini bukan ramalan yang mutlak. Sebab, di sisi lain, Ganjar masih bisa selamat atau bahkan bisa saja menaikkan elektabilitasnya. Penolakan Ganjar terhadap tim Israel untuk bertanding juga diamini oleh banyak pihak. Pihak-pihak yang memang mendukung Israel tidak ikut bertanding dengan alasan kemanusiaan. Dengan ini, Ganjar masih punya peluang untuk mempertahankan.

Selanjutnya, mengaca pada teori Brand Awareness dalam sistem ekonomi, bahwa merek yang sering dibicarakan dan menjadi perbincangan, berpotensi laku lebih awal dan banyak peminat. Dalam ranah politik, teori ini juga bisa dipakai. Ganjar yang sekarang menjadi perbincangan publik juga berpotensi untuk meraup simpatisan lebih besar lagi. Meski bagi saya, kemungkinan ini kecil.

Mari kita lihat, apakah Ganjar Pranowo bisa selamat, atau justru jadi nama yang diingat orang sebagai penyebab negara ini tak bisa bergembira barang sedikit saja.

Penulis: Aqil Husein Almanuri
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sepak Bola Indonesia Sebaiknya Memang Dibekukan Saja!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Maret 2023 oleh

Tags: elektabilitasganjar pranowopiala dunia u-20
Aqil Husein Almanuri

Aqil Husein Almanuri

Hamba Tuhan yang Melankolis. Kadang mengajar, kadang nulis, kadang kuliah, kadang ngopi, dan gemar mengamati dunia politik pemerintah.

ArtikelTerkait

Brebes, Lampung versi Jawa Tengah (Unsplash)

Alasan Brebes Layak Disebut Lampung Versi Jawa Tengah

10 Mei 2023
Mas AHY, Kurangi Bawa-bawa Pak SBY dalam Orasi, Anda Nggak Kalah Jago kok!

Mas AHY, Kurangi Bawa-bawa Pak SBY dalam Orasi, Anda Nggak Kalah Jago kok!

25 September 2022
Tips Bleaching Rambut Putih kayak Ganjar Pranowo

Tips Bleaching Rambut biar Putih kayak Ganjar Pranowo

10 Juni 2023
Membaca Peluang Suara Ganjar-Mahfud di Madura: Apakah Putra Madura Bisa Berjaya di Tanah Sendiri? universitas trunojoyo madura

Membaca Peluang Suara Ganjar-Mahfud di Madura: Apakah Putra Madura Bisa Berjaya di Tanah Sendiri?

24 Oktober 2023
Membayangkan Andai Gaji Guru 30 Juta seperti Janji Ganjar Pranowo

Membayangkan Andai Gaji Guru 30 Juta seperti Janji Ganjar Pranowo

20 September 2023
Dosa-dosa Ganjar Pranowo (Wikimedia Commons/humas.jatengprov.go.id)

5 “Dosa” Ganjar Pranowo: Capres PDIP yang Meninggalkan Jawa Tengah

5 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Oleh-Oleh Khas Wonosobo yang Sebaiknya Kalian Pikir Ulang Sebelum Membelinya Mojok.co

Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

3 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.