Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Menjelaskan Soal Magelang dan Segala Kesalahpahaman yang Menyertai

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
17 Oktober 2021
A A
borobudur magelang yogyakarta mojok

borobudur magelang yogyakarta mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak lahir hingga sekarang, Magelang sudah terpatri di data kependudukan saya. Saya mas-mas asli Magelang. Dengan kata lain, ditakdirkan menjadi orang sini, bisa dibilang terjebak. Tinggal di sini bukan perkara mudah. Harus dipahami jika Magelang tak ada bedanya dengan banyak kota lain yang bukan Jakarta, jadi banyak informasi yang tidak kalian tahu.

Mungkin sudah saatnya ada yang turun gunung dan mulai meluruskan segala informasi yang keliru. Segala kesalahpahaman dan fitnah harus ditepis dengan presisi. Bahwa sebenarnya banyak pihak yang salah dalam memahami kota ini, atau terpapar informasi yang keliru. Hal ini tak boleh berlanjut dan dianggap hal biasa. Marilah saya bina, agar tak ada lagi yang seenak udelnya sendiri dalam memandang kota ini.

Candi Borobudur itu ada di Magelang

Ini kesalahan paling umum yang kerap menyakiti Magelang. Kemasyhuran Borobudur sudah tak perlu dipertanyakan. Yang harus dipertanyakan adalah kewarasan orang-orang yang menganggap bahwa candi Borobudur ada di Jogja ataupun Solo. Ingat, jangan sampai salah lagi. Candi ini terletak di desa dan kecamatan Borobudur, tepat di atas tanah kabupaten Magelang. Meski saya setuju saat ada yang bilang jika candi Borobudur itu milik Indonesia, bukan cuma kota ini. Tapi, lak yo kuwi wis jelas, Bos.

Magelang sebenarnya ada dua

Ya, Magelang memang ada dua. Layaknya Jamal dan Dobleh, ada Kota Magelang dan Kabupaten Magelang. Mereka serupa tapi tak sama, terutama luas wilayah dan UMK-nya. Untuk info saja, UMK kabupaten lebih besar dari kota, dan wilayah kota lebih kecil dari kabupaten. Tapi, masih banyak yang penghasilan perbulannya di bawah UMK. Kalau ada gebetan via Tinder yang mengaku orang Magelang, harus diperhatikan dengan saksama. Bisa jadi dia orang kabupaten Magelang, yang memiliki 21 kecamatan, kalian bakal susah nyarinya.

Biaya hidup yang murah

Murah, mahal, itu semua tergantung sudut pandang. Memang, harga makanan dan tempat wisata lebih murah dibanding Jakarta, Semarang, atau Jogja. Tapi, itu semua adalah romantisasi usang. Palingan mereka ke Magelang hanya seminggu buat liburan. Kalau benar-benar tinggal di sini dan merasakan cari kerja di sini, saya yakin tak akan seenak itu mereka ngomong. Murah adalah kepalsuan belaka.

Magelang belum masuk dalam wilayah Finlandia, meski pernah menjadi bagian kerajaan Kalingga yang adil dan makmur. Kota ini masih milik NKRI. Nyari kerja di sini juga susah, sama dengan wilayah Indonesia yang lain. Itulah kiranya yang membuat kawan-kawan saya merantau. Masih banyak pekerja yang tak digaji layak, bahkan di bawah satu juta sebulan. Ada yang putus sekolah, tunawisma, dan harga tanah yang makin tak masuk akal. Saya kira, permasalahan seperti ini jamak terjadi di mana pun, selagi masih wilayah NKRI.

Makin banyak pabrik baru berdiri di kota ini. Padahal masalah limbah pabrik-pabrik yang lama belum selesai. Tempat wisata makin banyak, terutama di kawasan pertanian dan lahan terbuka hijau. Itu semua terjadi karena wisata menang lebih menjanjikan daripada pertanian. Masalah klasik dan pelik yang mudah ditemui. Pada kenyataannya, tempat saya tinggal masih terdampak kebijakan amburadul dan kesenjangan struktural, seperti tempat Anda sekalian. Kita sama, senasib, seperjuangan.

Tak semua orang Magelang yang menulis kenal Agus Mulyadi

Saat pertama kali tulisan saya lolos ke rubrik Esai Mojok dan juga media lain, pertanyaan gatheli ini selalu muncul. “Kenal Agus Mulyadi, dong?” Rupanya hal itu juga dirasakan oleh banyak orang Magelang lain, yang suka dan menggeluti dunia tulis menulis. Saya tahu, Agus Mulyadi adalah begawan dunia kepenulisan, pun tulisannya bagus. Tapi, tak serta merta semua adalah temannya. Seumur hidup saya belum pernah bertemu Agus Mulyadi, meski beberapa kali ke kampung Happy WaterKing (Seneng, Banyurojo).

Baca Juga:

Banyuwangi Jawa Timur dan Banyuwangi Magelang: Nama Boleh Sama, tapi Soal Nasib Berbeda Jauh

Banyu Langit Agro Park Magelang, Tempat Liburan yang Tepat untuk Momong Anak

Tapi, meski menyebalkan, terkadang itu bisa jadi patokan, bahwa setidaknya ada yang membaca tulisan saya. Hitung-hitung pansos lewat ketenaran blio juga. Meski tetap saja, ketenaran Agus Mulyadi terlampau kalah jauh oleh Suzana, Nafa Urbach, dan Khoirul Anam yang menikahi ricecooker.

Itulah beberapa fakta yang perlu kalian tahu tentang kota ini. Seperti kota lain yang bukan Jakarta, memang hal ini nggak penting-penting amat. Tapi, punya informasi yang dalam tentang kota bisa membantu kalian di kemudian hari. Siapa tahu kalian dapet jodoh orang kota ini~

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Oktober 2021 oleh

Tags: agus mulyadiborobudurmagelang
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

KRL Jogja Magelang Moda Transportasi yang Dibutuhkan Warga (Unsplash)

KRL Jogja Magelang Semakin Dibutuhkan Warga, Pemerintah Sebaiknya Segera Mewujudkannya

7 Januari 2025
Julukan Kota Sejuta Bunga Masih Pantas Disematkan pada Magelang, tapi Ada Syaratnya

Julukan “Kota Sejuta Bunga” Masih Pantas Disematkan pada Magelang, tapi Ada Syaratnya

18 Juni 2025
Pengalaman Pertama Berkunjung ke Bukit Rhema “Gereja Ayam” Magelang: Hampir Mati Kelelahan Naik Tangga, Diganjar Pemandangan Super Indah

Pengalaman Pertama Berkunjung ke Bukit Rhema “Gereja Ayam” Magelang: Hampir Mati Kelelahan Naik Tangga, Diganjar Pemandangan Super Indah

22 April 2025
Ini yang Akan Terjadi Seandainya Artos Nggak Ada di Magelang

Ini yang Akan Terjadi Seandainya Artos Nggak Ada di Magelang

6 Maret 2025
Daripada Bikin Malioboro, Ada Baiknya Magelang Fokus Wisata Seribu Candi Saja

Sudah Saatnya Magelang Menjadi Daerah Istimewa

17 Januari 2023
5 Hal yang Nggak Dimiliki Magelang: Rasanya Jadi Kurang Lengkap

5 Hal yang Nggak Dimiliki Magelang: Rasanya Jadi Kurang Lengkap

23 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

16 Januari 2026
Tidak Ada Nasi Padang di Kota Padang, dan Ini Serius. Adanya Nasi Ramas! angkringan

4 Alasan Makan Nasi Padang Lebih Masuk Akal daripada Makan di Angkringan  

11 Januari 2026
Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

16 Januari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Juga Pasar Minggu yang Nggak Kalah Seru

13 Januari 2026
3 Keunggulan Kereta Api Eksekutif yang Tidak Akan Dipahami Kaum Mendang-Mending yang Naik Kereta Ekonomi

3 Keunggulan Kereta Api Eksekutif yang Tidak Akan Dipahami Kaum Mendang-Mending yang Naik Kereta Ekonomi

17 Januari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Sidoarjo Bukan Sekadar “Kota Lumpur”, Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.