Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kecantikan

Mengenal Standar Kecantikan Korea yang Wajib Cantik Tanpa Cela

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
23 April 2021
A A
Mengenal Standar Kecantikan Korea yang Wajib Cantik Tanpa Cela terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Sewaktu SD dulu, Girls Generation atau yang lebih dikenal dengan SNSD sangat beken di kalangan anak-anak sekolahan. Teman saya yang saat itu nge-fans banget sama mereka sering menceritakan fun fact idolanya ke saya. Fakta yang sangat mengejutkan yang saat itu saya dengar adalah badan anggota SNSD yang benar-benar ramping. Bayangin deh, Soo-young yang tinggi badannya mencapai 172 cm punya berat badan 47 kg! Anggota lain juga nggak kalah skinny-nya. Standar kecantikan orang Korea memang tinggi. Dari profil mereka yang bisa dengan mudah dicari di internet, diketahui bahwa sebagian besar anggota SNSD punya berat badan di bawah 50 kg.

Semenjak saat itu saya jadi sering merenung untuk mendapatkan jawaban kenapa artis Korea harus langsing. Nggak cuma itu, saya juga heran sama wajah artis-artis Korea yang mulus, cakep, pokoknya bisa banget deh jadi contoh tubuh impian.

Rupanya masyarakat Korea Selatan punya standar kecantikan yang sudah menjadi ketetapan. Kalau kalian menyurvei orang Korea dan bertanya mengenai penampilan yang ideal, mayoritas dari mereka bakal menggambarkannya dengan serupa dan sesuai dengan standar yang ada.

Standar kecantikan ini memiliki akar dari paham yang berkembang di zaman dahulu. Keinginan untuk menampilkan fisik dalam kondisi terbaik banyak dipengaruhi oleh paham Konfusianisme yang dulu dipegang teguh selama masa berdirinya kerajaan di Korea. Menjaga tubuh, kulit, dan rambut adalah bentuk penghormatan kepada orang tua yang sudah melahirkan mereka ke dunia. Selain itu, pengaruh masa transisi negara Korea yang sebelumnya adalah negara jajahan dan berkembang juga membuat orang berlomba-lomba untuk menunjukkan status sosial dan kekayaannya lewat penampilan fisik. Para masyarakat kelas menengah berupaya untuk terlihat berbeda dari kelas bawah melalui pakaian dan tubuh yang mulus.

Kriteria penampilan ideal di zaman now juga banyak dipengaruhi oleh aktor, idol, dan model Korea Selatan. Artis yang sering dijadikan rujukan dan menjadi representasi sosok yang memenuhi standar antara lain IU, Suzy, Kim Tae-hee, Song Joong-ki, dan Cha Eun-woo. Nggak hanya masyarakat, calon artis atau pendatang baru pun diharuskan untuk mengikuti standar kecantikan yang ada. Istilahnya, ikuti standar yang ada atau bentuk standar baru.

Ada banyak aspek fisik yang harus dipenuhi kalau ingin disebut sebagai orang yang memenuhi standar. Orang Korea memiliki obsesi untuk punya tubuh yang ramping dengan berat badan di bawah rata-rata. Berat badan ideal yang memenuhi standar kecantikan bagi perempuan di Korea Selatan adalah di bawah 50 kg, dengan catatan tidak boleh terlalu kurus. Kalau berat badan kalian di atas angka yang sudah pakem tersebut, siap-siap untuk mencicipi kejulidan orang lain yang pedesnya minta ampun. Jihyo TWICE bahkan pernah dicaci karena tubuhnya yang berisi dan dianggap nggak mengurus dirinya dengan baik gara-gara hal itu.

Ini baru soal berat badan, Mylov. Jangan emosi dulu, ya, karena standar kecantikan yang ditetapkan buat wajah jauh lebih menguji kesabaran. Hihihi~

Bagian dari wajah yang paling sering bikin insecure, baik bagi cewek maupun cowok Korea adalah kelopak mata. Meskipun karakteristik orang Asia Timur adalah memiliki kelopak mata tunggal (monolid), tapi standar kecantikan Korea nggak begitu. Justru orang yang memiliki kelopak mata ganda (double eyelids) yang dikategorikan cantik. Banyak perempuan Korea yang kemudian pergi ke klinik operasi plastik untuk membuat kelopak mata ganda. Kabarnya, sekitar satu per tiga perempuan Korea pernah operasi kelopak mata. Lalu gimana untuk laki-laki? Keberadaan monolid pada laki-laki lebih bisa dikompromi dengan alasan bisa membuat mereka tampak lebih seksi.

Baca Juga:

Menonton Drama Korea Reply 1988 yang Legendaris setelah 10 Tahun Rilis

3 Drama Korea Terbaru yang Sebaiknya Jangan Ditonton demi Kesehatan Mental  

Masih di bagian mata, para perempuan Korea diharapkan mempunyai mata yang besar dan bulat. Katanya sih mata yang besar dan bulat ini bisa membuat mereka tampak lebih muda. Begitu juga dengan aegyo-sal atau kantong mata yang katanya bisa bikin wajah terlihat lebih imut. Eh, tapi ini bukan kantong mata yang hitam hasil bergadang ngerjain skripsi, ya. Kantong mata yang dimaksud ini bakal muncul ketika kalian tersenyum. Seo-hyun SNSD dan J-hope BTS adalah contoh idol Korea yang dianggap punya aegyo-sal yang cakep.

Kalau kalian termasuk orang yang suka memperhatikan bagian wajah orang Korea, kalian mungkin merasa kalau ukuran wajah mereka cenderung kecil dengan dagu lancip yang mirip seperti huruf V. Ini juga termasuk standar kecantikan di Korea. Wajah yang kecil dengan dagu dan rahang yang tajam jadi bagian tubuh yang must-have dan most-wanted. Perempuan diarahkan untuk lebih feminin dan punya karakteristik bagian tubuh yang “halus”, salah satunya dinilai melalui rahang dan dagu. Sementara untuk laki-laki, rahang dan dagu yang tajam memiliki andil besar untuk menambah persentase kegantengan bagi mereka.

Masih banyak lagi bentuk anggota tubuh yang dianggap ideal menurut kriteria masyarakat Korea. Saya rasa setiap bagian tubuh, dari ujung kepala sampai ujung kaki, sudah diatur untuk memenuhi harapan masyarakat.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Barone Siena dan Leonard Claire yang diterbitkan dalam sebuah laporan bertajuk The Korean Beauty Industry: How does it affect its society? menceritakan bahwa saat ini masyarakat Korea benar-benar mengalami stres gara-gara patokan penampilan yang cukup kejam ini. Kompetisi tentang penampilan menjadi bagian dari hidup mereka.

Nggak sedikit orang Korea yang rela merasakan sakit demi memiliki tubuh sempurna yang sesuai dengan standar kecantikan. Mereka rela untuk mengubah tulang rahang demi dagu berbentuk huruf V, melakukan rhinoplasty untuk memodifikasi struktur hidung, epicathoplasty untuk membuat mata terlihat lebih besar, hingga forehead augmentation biar dahi mereka juga memenuhi ekspektasi. Inilah alasan mengapa operasi plastik menjadi hal yang lumrah di Korea. Orang Korea harus memenuhi standar yang ditetapkan oleh masyarakat dan operasi plastik menjadi salah satu cara untuk mencapai tolak ukur tersebut.

Standar kecantikan bikin masyarakat semakin tertekan, tapi semakin menguntungkan para pemilik modal. Klinik kecantikan dan operasi plastik semakin dibutuhkan. Beberapa prosedur operasi plastik nggak bisa sekali jadi dan mengharuskan pasiennya untuk datang beberapa kali yang berarti semakin banyak duit keluar. Bahkan, sekarang muncul juga produk-produk untuk membantu para perempuan Korea mencapai parameter ideal tubuh seperti pelangsing betis hingga bantal yang bisa membuat bahu lurus dan tegas seperti Jennie Blackpink. Parah banget.

BACA JUGA Bedak Fanbo: Dicintai Berbagai Generasi, Kini Tampil di TV dan tulisan Noor Annisa Falachul Firdausi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 23 Desember 2021 oleh

Tags: beauty standardKorea Selatanoperasi plastikorang koreaskincare
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Bantal Duduk dan Mitos Pemantik Keberuntungan Ujian di Korea Selatan Terminal Mojok

Bantal Duduk dan Mitos Pemantik Keberuntungan Ujian di Korea Selatan

17 Maret 2022
skincare untuk cowok skincare lokal skincare routine mojok

5 Hal yang Wajib Dilakukan Sebelum Beli Skincare Baru

3 September 2020
acne fighter

Tak Ada yang Lebih Tabah Dari Acne Fighter

21 Juli 2019
Pachinko: Perjuangan Bertahan Hidup Zainichi Korea di Jepang Terminal Mojok.co

Pachinko: Perjuangan Bertahan Hidup Zainichi Korea di Jepang

9 Mei 2022
Budaya Palli-palli dan Kerja Keras Orang Korea Terminal Mojok

Budaya Palli-palli dan Kerja Keras Orang Korea

5 Februari 2022
6 Tips Skincare buat Sobat Misqueen Terminal Mojok

6 Tips Skincare buat Sobat Misqueen

21 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bekasi Justru Daerah Paling Nggak Cocok Ditinggali di Sekitaran Jakarta, Banyak Pungli dan Banjir di Mana-mana

Bekasi: Planet Lain yang Indah, yang Akan Membuatmu Betah

13 Januari 2026
Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

14 Januari 2026
8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026
Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan  Mojok.co

Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan 

19 Januari 2026
8 Istilah Bahasa Jawa yang Orang Jawa Sendiri Salah Paham (Unsplash)

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

18 Januari 2026
Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.