Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Menengok Literatur Para Pujangga Jawa di Perpustakaan Rekso Pustoko

Fransiska Viola Gina Prasasti oleh Fransiska Viola Gina Prasasti
21 September 2020
A A
Hargai Orang yang Belajar Bahasa Jawa, dong. Jangan Sedikit-sedikit Dibilang Nggak Pantas terminal mojok.co

Hargai Orang yang Belajar Bahasa Jawa, dong. Jangan Sedikit-sedikit Dibilang Nggak Pantas terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Berdasarkan Sensus BPS tahun 2010 saja, suku Jawa merupakan kelompok terbesar di Indonesia dari total populasi lho. Namun, nggak banyak masyarakat suku Jawa yang mengerti betul produk budaya Jawa, terutama karya tulis cendekiawan Jawa (biasa disebut pujangga) masa lalu. Agaknya sebutan “wong Jawa nanging ora njawani” memang benar adanya.

Peninggalan-peninggalan intelektual Jawa lama yang tersusun dalam naskah-naskah serat memang sudah sulit ditemui. Namun, sejumlah besar arsip literatur Jawa masih bisa dibaca di perpustakaan keraton Jawa di Solo dan Yogya. Perpustakaan Rekso Pustoko (arti harfiah, ‘penjaga buku’) milik Keraton Mangkunegaran Surakarta adalah salah satunya. Di perpustakaan ini, tersimpan 700 naskah sastra, sejarah, dan pengajaran moral yang ditulis para pujangga masa lalu.

Tenang saja, 700 naskah kuno tersebut tidak benar-benar kuno seperti yang kalian bayangkan. Tidak semua naskah dalam perpustakaan lusuh dan hanya bisa dibaca orang yang mengerti bahasa Jawa krama inggil. Di sini, ada petugas yang mengalih aksara serta mengalihbahasakan naskah-naskah tersebut agar dapat publik yang lebih luas.

Alih aksara berarti mengubah naskah yang ditulis dalam aksara Jawa ke aksara Latin. Sedangkan alih bahasa artinya menerjemahkan naskah berbahasa Jawa hasil alih aksara tadi ke dalam bahasa Indonesia.

“Untuk naskah kunonya sudah banyak yang dilatinkan, sedangkan alih bahasa baru dimulai tahun kemarin, jadi yang terjemahan baru sedikit sih,” jelas Bayun Marsiwi, petugas katalogisasi di Perpustakaan Rekso Pustoko.

Saya jadi penasaran, bagaimana rasanya berhadapan dengan naskah-naskah lama ini setiap hari seperti yang dilakukan Bayun?

Ia berkisah, pekerjaan alih aksara dan bahasa ini tak terlalu sulit karena latar belakangnya sebagai sarjana filologi, ilmu yang mempelajari manuskrip kuno. Baginya, bekerja di Rekso Pustoko justru sangat mengasyikan karena bisa mengabdi sambil mendapat pengetahuan baru. Kecuali untuk satu hal. “Yang nggak seru itu kalau alih aksara naskah tulisan tangan yang agak abstrak. Waduh, pusing ngabisin waktu,” kata Bayun, terkekeh.

Selain naskah kertas, naskah lontar, dan arsip kolonial, perpustakaan Rekso Pustoko juga menyimpan koleksi foto-foto kuno dan lempeng prasasti milik Puri Mangkunegaran. Salah satu koleksi paling menarik adalah kitab tulisan Pangeran Samber Nyawa (Mangkunegara I) yang menceritakan sejarah para nabi sampai raja Jawa. Karya lain yang tak kalah berharga ialah kumpulan karya sastra Mangkunegara IV yang merupakan salah satu pujangga setelah Ranggawarsita (wafat 1873).

Baca Juga:

Perpustakaan di Indonesia Memang Nggak Bisa Buka Sampai Malam, apalagi Sampai 24 Jam

Derita Jadi Pustakawan: Dianggap Bergaji Besar dan Kerjanya Menata Buku Aja

Tapi yang palung menyita perhatian Bayun adalah referensi tentang sifat manusia. Dengan senyum malu, ia menyebut pengetahuan sifat manusia berdasar hari lahir merupakan salah satu naskah yang paling menarik minatnya.

“Jadi setiap kelahiran hari tertentu itu mempunyai sifat yang khas baik laki-laki maupun perempuan. Itu adalah salah satu ilmu titen (pengamatan) dari leluhur yang masih digunakan saat ini,” ujarnya.

Naskah-naskah sejarah mitologi Jawa juga tak kalah seru. Misalnya, bagaimana dewa-dewi Hindu dimasukkan dalam silsilah keturunan Nabi Adam. “Jawa itu unik. Tetap mengolaborasi perbedaan. Selain Hindu-Buddha yang saya sebutkan tadi, Kristen juga masuk. Jadi Batara Guru kakinya lumpuh dan punya empat tangan itu karena berdosa menghina Yesus Kristus. Semakin membaca karya sastra Jawa, semakin tahu kalau Jawa itu unik,” terang Bayun.

Namun, sebagaimana nasib klasik pusat arsip di Indonesia, koleksi literature Jawa di Rekso Pustaka tak terlalu terawat karena dana yang terbatas. Misalnya untuk memperbaiki buku yang rusak, Perpustakaan Nasional hanya membantu melapisi dengan tisu jepang supaya awet. “Awet sih, tapi ketika dilapisi (tisu Jepang), malah jadi nggak kelihatan tulisannya. Miris lagi, Pemkot Solo datang kalau ada maunya. Mungkin ada proyek. Cuma minta data, setelah itu ya blas…,” keluh Bayun.

Foto dari situs web Perpustakaan Rekso Pustoko

BACA JUGA Ronce Melati di Busana Pengantin Pria Jawa Adalah Simbol Usus Terurai Milik Pemberontak 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 April 2022 oleh

Tags: keraton mangkunegaranliteraturPerpustakaanpujanggarekso pustokosejarah
Fransiska Viola Gina Prasasti

Fransiska Viola Gina Prasasti

ArtikelTerkait

micin

Banggalah Jadi Budak Micin, Perdebatan soal Tidak Sehatnya MSG Bukan Perkara

2 Desember 2020
Sewa Tanah Gratis Buruh Jawa: Sejarah Pabrik Gula di Jogja

Sewa Tanah Gratis Buruh Jawa: Sejarah Pabrik Gula di Jogja

15 Juli 2022
5 Drama Korea Adaptasi Sejarah yang Berakhir Tragis Terminal Mojok

5 Drama Korea Adaptasi Sejarah yang Berakhir Tragis

6 Agustus 2022
Sejarah Drama Korea_ dari Pentas di Media Terbatas hingga Meraih Popularitas  terminal mojok

Sejarah Drama Korea: dari Pentas di Media Terbatas hingga Meraih Popularitas 

18 Juni 2021
Sejarah Senggakan: Awalnya Pelengkap, Kini Jadi Menu Utama

Sejarah Senggakan: Awalnya Pelengkap, Kini Jadi Menu Utama

6 April 2022
Kisah Lokomotif Tua yang Teronggok di Depan SMK 2 Jogja yang Ternyata Lokomotif Paling Bersejarah Di Indonesia

Kisah Lokomotif Tua yang Teronggok di Depan SMK 2 Jogja yang Ternyata Lokomotif Paling Bersejarah Di Indonesia

25 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebohongan Pengguna iPhone Bikin Android Jadi Murahan (Pixabay)

Kebohongan Pengguna iPhone yang Membuat Android Dianggap Murahan

18 Januari 2026
Motor Supra, Motor Super yang Bikin Honda Jaya di Mata Rakyat (Sutrisno Gallery/Shutterstock.com)

Tanpa Motor Supra, Honda Tidak Akan Menjadi Brand Motor Terbaik yang Pernah Ada di Indonesia

16 Januari 2026
Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg Mojok.co

Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg

17 Januari 2026
Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

Tugas Presentasi di Kampus: Yang Presentasi Nggak Paham, yang Dengerin Lebih Nggak Paham

17 Januari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Pengakuan Joki Skripsi di Jogja: Kami Adalah Pelacur Intelektual yang Menyelamatkan Mahasiswa Kaya tapi Malas, Sambil Mentertawakan Sistem Pendidikan yang Bobrok

19 Januari 2026
Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.