Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Menebak Karakter Orang dari Caranya Ketawa di Media Sosial

Riyanto oleh Riyanto
26 Juni 2020
A A
cara ketawa di media sosial mojok.co

cara ketawa di media sosial mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sudah jelas bahwa hiperrealitas membuat kita lebih nyaman dan bisa asyik di media sosial. Di sana, kita bebas mengomentari segala hal, termasuk kejadian-kejadian lucu yang kita temukan. Salah satu hal paling gampang untuk mengomentari hal lucu adalah dengan tertawa. Ini hal yang patut kita soroti karena di negara ini banyak banget jenis ketawa di media sosial. Entah siapa yang memulainya terlebih dahulu, tetapi banyak penganut masing-masing jenis tertawa itu. Pun masing-masing penganut jenis tertawa bisa kita tebak karakternya seperti apa.

Berikut ini adalah tebakan saya tentang karakter seseorang dari cara mereka tertawa di media sosial. Bagi yang jenis tertawanya belum tercantum, mohon jangan membakar saya ya, soalnya perbendaharaan aliran teks tertawa saya belum begitu banyak.

Cara ketawa di media sosial #1 Ketawa “wkwkwk”

Ampun. Jenis yang satu ini sering banget muncul. Selalu saja saya punya temen yang pake cara itu untuk tertawa, entah di komen Instagram atau pas chatting. Nggak tahu gimana dua huruf konsonan itu bisa mengekspresikan tertawa dan menjadi tren, pokoknya hampir semua orang yang saya kenal menggunakan jenis model ini.

Biasanya karena teks tertawa ini digunakan semua orang, berarti karakter penggunanya ya para pengikut tren. Biasanya lagi pasti mereka sangat aktif di media sosial dan nggak bisa jauh-jauh dari gadget. Satu lagi, biasanya yang tertawanya pake jenis ini, pasti intensitas chatingannya sering banget. Bisa chatingan sama gebetan, temen, pacar, selingkuhan, atau sama admin olshop sekalian.

Pokoknya jenis yang gemar ngobrol gitu deh, dan selali mencoba mencairkan suasana dengan menambahkan “wkwkwk” di akhir kalimat biar nggak dibilang sombong karena balesnya pendek-pendek.

Cara ketawa di media sosial #2 Ketawa “xixixi”

Yang tertawanya pake beginian biasanya adalah mereka yang ingin memiliki kesan imut. Iya, kalo wkwkwk terlalu umum dan biasa saja, menggunakan xixixixi akan terkesan lucu-lucu menggemaskan gitu. Ya bayangin aja, gimana sih bunyi dari xixixi kalo diucapkan? Jadi… “khi khi khi” atau “ki ki ki ki” atau “ksi ksi ksi ksi” atau hanya “hi hi hi” atau malah out of the box dan berbunyi “tri tri tri”?

Ya pokoknya bunyi-bunyian di atas tergolong bunyi yang lirih-lirih lucu menggemaskan deh. Jadi, bagi penggunanya ya pasti mereka yang sifatnya kalem-kalem imut gitu.

Cara ketawa di media sosial #3 Ketawa “awokwaokawokwaok”

Rasanya saya ingin membanting ponsel saya kalo ada yang tertawa pake jenis satu ini. Kayak… ya ampun ada banyak banget cara buat mengekspresikan tertawa, dan ada saja yang milih cara paling unik ini? Lagian bisa dibayangkan nggak sih ada manusia di kehidupan sehari-hari yang bunyi ketawanya awokwaokawokwaok? Itu demit aja bakal ngeri.

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Drama Cina: Ending Gitu-gitu Aja, tapi Saya Nggak Pernah Skip Menontonnya

Tetapi ya meskipun unik, tetap ada saja yang pake. Biasanya yang tertawanya begini ya tipe-tipe orang yang slengekan dan bejajikan dan ekspresif pol. Iya, ekspresif dengan totalitas yang tinggi, sampai-sampai untuk meyakinkan kawan di dunia maya kalo dia lagi tertawa, dia make cara yang paling unik.

Cara ketawa di media sosial #4 Ketawa “hahaha”

Nah ini jenis yang paling jujur dan manusiawi. Iya, sebagaimana bunyi tertawa yang adalah ‘ha ha ha”, maka menuliskan “ha ha ha” sebagai ekspresi tertawa di media sosial adalah tindakan yang paling apa adanya. Biasanya pengguna tulisan “ha ha ha” adalah mereka yang realistis, nggak neko-neko, kalem, dan jujur. Iya, jujur, soalnya apa yang dia tuliskan sama apa yang bakal keluar dari suaranya kalo tertawa akan berbunyi sama.

Cara ketawa di media sosial #5 Ketawa pake emot

Nah ini biasanya adalah mereka yang ekspresif, tetapi nggak mau menggunakan “awokawoakaowkawok” karena imej bakalan jatuh kalo menggunakan itu—biasa, kalo lagi pertama-tama kenal dan chat-chatan kan jaga imej dulu. Juga kalo menggunakan “ha ha ha” kayak flat dan kurang keliatan tertawa beneran gitu. Makanya dipakelah berbagai emoji ketawa yang ada di daftar keyboard.

Cara ketawa di media sosial #6 Ngerekam suara ketawa sendiri

Ini hanya bisa kejadian di dunia perchatingan sih ya. Jenis orang yang tertawa dengan cara ini adalah mereka yang pingin menunjukkan kalo mereka benar-benar lagi tertawa. Bagi mereka, tulisan tidak bisa menunjukkan betapa heboh mereka tertawa. Lagi pula banyak yang menuliskan teks tertawa tetapi hanya sebagai formalitas dan aslinya nggak ada ekspresi sama sekali. Makanya, demi menunjukkan kepada lawan bicara kalo dia sedang tertawa terbahak-bahak, maka direkamlah suara tertawanya dan dikirimkan.

Tetapi hati-hati kalo ada yang mengirim suara tertawa ya. Harus tahu waktu dan situasi. Jangan pernah memutar suara tertawa kiriman seseorang, apalagi nomor nggak dikenal, apalagi kalo ternyata bunyinya “hihihihihihi” ala kuntilanak. Kan ngeselin juga kalo diputer dan membahanalah suara ketawa kuntilanak itu. Bukannya lucu malah bikin merinding. Lebih merinding lagi, eh kalo tetiba mbak kuntinya muncul beneran.

BACA JUGA Jurus Ngeles Mahasiswa Biar Nggak Ngumpulin Tugas dan tulisan Riyanto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Juni 2020 oleh

Tags: ketawaMedia Sosial
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

Pacaran kok Tuker-tukeran Media Sosial, Situ Waras?

Pacaran kok Tuker-tukeran Media Sosial, Situ Waras?

13 Mei 2022
Tradisi Kupatan sebagai Tanda Berakhirnya Hari Lebaran Masa Lalu Kelam Takbir Keliling di Desa Saya Sunah Idul Fitri Itu Nggak Cuma Pakai Baju Baru, loh! Hal-hal yang Dapat Kita Pelajari dari Langgengnya Serial “Para Pencari Tuhan” Dilema Mudik Tahun Ini yang Nggak Cuma Urusan Tradisi Sepi Job Akibat Pandemi, Pemuka Agama Disantuni Beragama di Tengah Pandemi: Jangan Egois Kita Mudah Tersinggung, karena Kita Mayoritas Ramadan Tahun Ini, Kita Sudah Belajar Apa? Sulitnya Memilih Mode Jilbab yang Bebas Stigma Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial? Masjid Nabawi: Contoh Masjid yang Ramah Perempuan Surat Cinta untuk Masjid yang Tidak Ramah Perempuan Campaign #WeShouldAlwaysBeKind di Instagram dan Adab Silaturahmi yang Nggak Bikin GR Tarawih di Rumah: Ibadah Sekaligus Muamalah Ramadan dan Pandemi = Peningkatan Kriminalitas? Memetik Pesan Kemanusiaan dari Serial Drama: The World of the Married Mungkinkah Ramadan Menjadi Momen yang Inklusif? Beratnya Menjalani Puasa Saat Istihadhah Menghitung Pengeluaran Kita Kalau Buka Puasa “Sederhana” di Mekkah Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Kenapa Saf Tarawih Makin Maju Jelang Akhir Ramadan? Apakah Menutup Warung Makan Akan Meningkatkan Kualitas Puasa Kita? Mengenang Serunya Mengisi Buku Catatan Ramadan Saat SD Belajar Berpuasa dari Pandemi Corona Perlu Diingat: Yang Lebih Arab, Bukan Berarti Lebih Alim Nonton Mukbang Saat Puasa, Bolehkah? Semoga Iklan Bumbu Dapur Edisi Ramadan Tahun Ini yang Masak Nggak Cuma Ibu

Kenapa Kita Sulit Menerima Perbedaan di Media Sosial?

12 Mei 2020
5 Tips Berdebat di Media Sosial agar Terhindar dari Debat Kusir terminal mojok

5 Tips Berdebat di Media Sosial agar Terhindar dari Debat Kusir

6 Agustus 2021
Hari Ibu, Perayaan Penuh Cinta yang Harusnya Jadi Ajang Introspeksi Seorang Anak

Hari Ibu, Perayaan Penuh Cinta yang Harusnya Jadi Ajang Introspeksi Seorang Anak

22 Desember 2023
3 Hal yang Sebaiknya Jangan Diunggah di LinkedIn kalau Tidak Ingin Menyesal Mojok.co

3 Hal yang Sebaiknya Jangan Diunggah di LinkedIn kalau Tidak Ingin Menyesal

30 Maret 2025
menegur

Menegur dan Mengingatkan Tanpa Mempermalukan

15 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon Mojok.co

Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon

8 Februari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026
Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia
  • Bagi Pekerja Bergaji Dua Digit “Nanggung” di Jakarta, Menyewa Apartemen di Tengah Kota Lebih Baik Ketimbang Ambil KPR di Pinggiran
  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.