Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Mencari UI/UX Paling User Friendly di Aplikasi Belanja Online

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
9 Juni 2021
A A
Mencari UI/UX Paling User Friendly di Aplikasi Belanja Online terminal mojok.co

Mencari UI/UX Paling User Friendly di Aplikasi Belanja Online terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

“Di mana lobi utamanya?”

Saya pernah kebingungan mencari area lobi sebuah mal yang baru buka di Jogja. Untuk beberapa alasan, saya merasa mencari lobi utama mal tersebut bagaikan tantangan labirin. Padahal, saat itu, saya sedang mengejar waktu karena ada penyanyi idola yang datang dan menggelar konser mini di sana. Butuh beberapa kali naik dan turun eskalator untuk saya akhirnya sampai ke lobi utama.

ADVERTISEMENT

Bertahun-tahun kemudian, kebingungan ini seolah berpindah tempat ke genggaman ponsel. Merebaknya aplikasi di ponsel pintar, termasuk untuk kebutuhan belanja online, membuat kita semestinya terbiasa menekan tombol tertentu untuk menjalankan proses yang dibutuhkan. Tapi, bukan tidak mungkin kalau aplikasi-aplikasi ini malah menyesatkan kita, persis dengan saat-saat kita kebingungan mencari musala di beberapa mal: di basement atau rooftop?

Tata letak ini, dalam aplikasi, dikenal dengan istilah UI/UX. Saya sendiri baru pertama kali mendengarnya setelah seorang kawan mulai bekerja sebagai desainer UI. Tadinya, saya kira UI/UX adalah nama universitas yang bisa dipilih lewat jalur SNMPTN. Seperti dulu saya bingung di antara UI/UGM, tetapi malah gagal masuk dua-duanya.

Ups, maaf curhat.

UI adalah kepanjangan dari user interface. Ia adalah desain antarmuka yang tugasnya berinteraksi dengan pengguna yang ingin memakai produk atau layanan digital. UI merupakan tampilan atau bagian visual dari aplikasi atau website yang mungkin sedang kamu buka sekarang dan sering kamu gunakan.

Sementara itu, UX adalah user experience yang berkaitan dengan cara atau pengalaman seseorang (atau pengguna) dalam merasakan sesuatu. Secara singkat UX bertanggung jawab membuat seorang pengguna merasa puas menggunakan layanan sebuah aplikasi atau website. Misalnya, peletakan tombol menu di aplikasi belanja online kesukaanmu agar mudah dijangkau dengan ibu jari selagi kamu menggulirkan laman utama.

Sebagai orang yang kerap tergugah hatinya untuk menabung dalam bentuk invoice belanja online, mau nggak mau, saya jadi mengamati bagaimana UI/UX yang ditawarkan beberapa e-commerce, khususnya yang paling banyak diunduh. Agar lebih memudahkan, mari kita sebut dengan nama si Hijau, si Ungu, dan si Oranye.

Baca Juga:

3 hal yang mendorong saya meninggalkan Alfagift dan beralih Klik Indomaret walau lebih mahal

Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

Pertama, si Hijau.

Dalam sebuah artikel di laman nomor 1 pencarian Google, si Hijau masuk dalam daftar 3 besar UI/UX terbaik perusahaan start-up di Indonesia. Selain dengan kekuatan doa dari Jimin dan anggota lain di BTS yang pernah jadi brand ambassador-nya, apa yang membuat si Hijau begitu menarik?

Si Hijau memberikan menu berbeda untuk buyer dan seller dalam satu aplikasi. Ini adalah terobosan yang memudahkan semua pengguna karena mampu memisahkan urusan usaha dan belanja pribadi. Namun yang pasti, baik seller maupun buyer akan setuju dengan poin ini: si Hijau punya tampilan antarmuka yang minimalis, tapi justru memudahkan siapa saja untuk menggunakannya dengan optimal. 

Prinsip desain si Hijau adalah user centered design yang berfokus pada kebutuhan pengguna. Ya, prinsip ini sama seperti prinsip ke-bucin-an kita saat kasmaran: gebetan adalah nomor satu. Bagi si Hijau, kebutuhan pengguna adalah segalanya.

Desain dirancang setelah si Hijau menganalisis perilaku pengguna dalam menggunakan produknya. Dengan kata lain, si Hijau nggak memaksa penggunanya berubah mengikuti produknya. Justru, ia memfasilitasi bagaimana pengguna “bertingkah” saat menggunakan aplikasi si Hijau.

Dan itulah, teman-teman, bagaimana cinta bekerja.

Kedua, si Ungu.

Mengingat warna kesukaan saya adalah ungu, saya cukup excited waktu pertama kali mengunduh aplikasi ini. Namun, ada beberapa review kurang memuaskan soal tampilan UI di si Ungu, meski ia juga mendapat banyak pujian soal banyaknya diskon. Warna yang dinilai tidak konsisten dan pemilihan font yang kurang pas di aplikasi mobile menjadi salah satu faktor kenapa UI si Ungu terasa membingungkan. Padahal, si Ungu sendiri kerap menerima pujian sebagai pemilik UI/UX yang user friendly di laman website. Apakah tampilan UI/UX di website dan aplikasi mobile itu memang seperti perasaan Iqbal dan Acha di film Mariposa, alias berbanding terbalik?

Yang menyenangkan dari si Ungu, proses pendaftaran akun bisa berlangsung dengan cepat. Hanya saja, pilihan untuk log in dan sign in masih tidak dibedakan. Selain itu, alih-alih mengoptimalkan kolom pencarian dan wishlist pengguna, si Ungu malah menyodorkan kelewat banyak barang rekomendasi.

Ketiga, si Oranye.

E-commerce yang satu ini warnanya agak ngejreng dan mengingatkan saya dengan sebuah gosip di masa kecil, di mana orang-orang bilang bahwa karakter Lala di Teletubbies meninggal dan akan digantikan karakter baru berwarna oranye. Gosip ini terbukti salah, tapi gimana dengan tampilan UI/UX-nya?

Nyatanya, si Oranye ini kelewat user friendly, kalau enggan dibilang “terlalu ramai”. Selain membuat penggunanya bisa berbelanja sambil menyimak live dari seller, si Oranye juga menghadirkan menu permainan bagi pengguna. Bagi saya pribadi, ini bisa bikin saya batal belanja karena terdistraksi games. Niatnya mau scrolling lihat koleksi rok terbaru, eh malah main game colong-colongan air—misalnya.

Pada akhirnya, dari ketiga UI/UX aplikasi-aplikasi di atas, yang lebih “memanjakan” mata memanglah yang desainnya simpel dan mudah dipahami, alih-alih yang menawarkan terlalu banyak menu dan memunculkan iklan pop-up di mana-mana. Orang-orang yang berbelanja online tentu butuh cara mudah untuk menemukan barang yang dicari, selain tempat pembelian yang terpercaya dan memiliki barang berkualitas tinggi. Iya, kan? 

Dengan ditutupnya paragraf ini, saya rasa kita bisa sama-sama sepakat bahwa warna hijau umumnya dijadikan tanda “jalan terus” bukan tanpa alasan. Dengan filosofi ini, marketplace si Hijau memang layak maju terus dengan segala kemudahannya.

Bismillah, diketemuin sama Kim Seokjin BTS.

BACA JUGA 4 Podcast untuk Kamu yang Bercita-cita Menjadi Desainer UI dan UX dan tulisan Aprilia Kumala lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Juni 2021 oleh

Tags: aplikasiaplikasi belanjaGaya Hidupinterfacepengalaman penggunaReviewtampilanUI/UX
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Editor lepas. Copywriter. Kata Pottermore, dia lulusan Hufflepuff. Saat ini menjadi seorang freelancer paruh waktu yang operasional hidupnya didorong oleh dedikasi penuh pada semesta Harry Potter.

ArtikelTerkait

Mengenang Kejayaan Ragnarok Online, Game Online Paling Fenomenal di Indonesia Alasan Saya Ketagihan Nonton Aplikasi Bigo Live Derita Pemain Game Online yang Main Pakai HP

Alasan Saya Ketagihan Nonton Aplikasi Bigo Live

7 Juni 2020
Warga Ibu Kota, Nggak Perlu Nyinyir kalau Orang Daerah Antre Mie Gacoan Terminal Mojok.co kudus

Pengalaman War Opening Outlet Mie Gacoan di Kudus: Hanya Orang yang Sabarnya Sundul Langit yang Sanggup Antre Berjam-jam demi Mi Pedas

17 Agustus 2023
Insidious: The Red Door: Ceritanya kok Mirip kayak 2 Film Awal? Ini Film Apa Tugas Kuliah, Bos, kok Copy Paste? insidious

Insidious: The Red Door: Ceritanya kok Mirip kayak 2 Film Awal? Ini Film Apa Tugas Kuliah, Bos, kok Copy Paste?

13 Juli 2023
Vespa Matic Itu Overrated, Masih Kalah Nyaman dengan Yamaha Mio Generasi Pertama, Jauh!

Vespa Matic Itu Overrated, Masih Kalah Nyaman dengan Yamaha Mio Generasi Pertama, Jauh!

16 Januari 2024
hidup sederhana

Suka Foya-Foya Kok Ngakunya Hidup Sederhana, Biar Apa?

16 September 2019
barang kw

Budaya “Pokok Duwe Masio KW” di Masyarakat

12 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman cabut gigi gratis dengan dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

Pengalaman cabut gigi gratis oleh dokter koas: memang nggak keluar biaya, tapi dibayar dengan cuti dan jadwal yang tak tentu

4 Agustus 2026
Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang Mojok.co

Membayangkan tiap kantor punya fasilitas daycare, hati orang tua pekerja pasti lebih tenang

9 Agustus 2026
GTM pada anak, drama paling menguji kesabaran dan kreativitas orang tua Mojok.co

GTM pada anak, drama paling menguji kesabaran dan kreativitas orang tua

9 Agustus 2026
Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026
Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026
Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian Mojok.co

Fenomena “makan” tabungan yang ramai di medsos kini saya alami sendiri, betapa menyesakkan hidup di tengah ketidakpastian

8 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.