Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

Menangisi Menteri yang Kena Reshuffle Itu Konyol!

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
11 September 2025
A A
Menangisi Menteri yang Kena Reshuffle Itu Konyol!

Menangisi Menteri yang Kena Reshuffle Itu Konyol!

Share on FacebookShare on Twitter

Menteri kena reshuffle menteri kok ditangisin. Dia itu pejabat, pelayan publik, bukan idola. Nggak perlu ditangisin!

Beberapa hari ini kondisi perpolitikan Indonesia lagi gonjang-ganjing. Gelombang demonstrasi besar-besaran terjadi di sejumlah kota besar di Indonesia. Police brutality terjadi di mana-mana yang berimbas baik secara langsung atau tidak langsung membuat 10 orang gugur. Mudah-mudahan seluruh amal ibadah mereka yang gugur diterima Tuhan. Buat perjuangan mereka tidak sia-sia dengan terus mengkritik pemerintah! Panjang umur perjuangan!

Ok, sudah cukup basa-basi pembukaannya.

Masih lanjutan dari kelamnya kondisi perpolitikan Indonesia, sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto kena reshuffle. Reshuffle sendiri bukan barang baru, ia merupakan hak prerogatif Presiden untuk memilih, menukar, atau mencopot posisi Menteri yang beliau anggap perlu.

Di sini, saya tidak akan membahas gimana kinerja menteri yang kena reshuffle tersebut atau memprediksi kinerja menteri baru. Saya cuma mau geleng-geleng kepala karena ada banyak orang yang menangisi pejabat publik yang kena reshuffle tersebut. Kok bisa?

Saya membatin, “Ngapain menangisi mereka? Yang harus ditangisi itu Manchester United dan jutaan fans lainnya, termasuk saya!”

Untuk apa menangisi (mantan) menteri yang menurut LKHPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara) punya harta puluhan miliar Rupiah? Yang harus ditangisi itu hidup kalian, yang penghasilannya saja belum tentu nyampai UMR Jogja, yang padahal, nyampai UMR Jogja aja itu hidupnya sama sekali jauh dari layak.

Yang harus ditangisi itu kendaraan kalian, yang mentok cuma motor matic dengan cicilan ngos-ngosan yang harus kalian bayar cicilannya biar pejabat bisa hidup mewah!

Baca Juga:

Derita dan Kejadian Konyol Pengalaman Saya Saat KKN di Jember: Salah Satunya Dikira Timses Prabowo Hanya karena Berpakaian Necis

Kalau Mau Cari Uang Jangan Jadi Guru, Terus Mereka Mau Makan Apa? Tenaga Dalam?

Menteri mah bakal kaya sekalipun nggak menjabat lagi sampai akhir hayatnya

Saya yakin, menteri yang kena reshuffle, sekalipun nggak kembali menjabat kembali sebagai Menteri atau terpilih sebagai pejabat pada periode pemerintahan selanjutnya itu bisa hidup tenang sampai akhir hayatnya.

Pasalnya, berdasarkan LKHPN, kekayaan beliau itu ada puluhan miliar. Belum ditambah aset lainnya seperti tanah, rumah, mobil, dan logam mulia. Mau sampai akhir hayatnya rebahan juga aman. Buat makan ada yang masakin. Mau pergi ada yang nyopirin. Kalau uang dapur masih kurang, masih bisa jadi dosen tamu di kampus-kampus, bikin seminar sana-sini, hadir di podcast YouTuber ini-itu, atau bisa juga bikin buku atau bikin channel YouTube sendiri.

Daripada menangisi menteri yang kena reshuffle, mending menangisi guru honorer yang hanya digaji beberapa ratus ribu dalam satu bulan. Mending menangisi mereka yang gugur dalam aksi demonstrasi kemarin. Mending juga menangisi saudara-saudara kita yang meninggal karena ulah Zionis Israel. Bukan menteri yang kekayaannya jauh lebih kaya dari kita!

Explain it in football terms!

“Tapi kinerja beliau kan bagus! Beliau sudah menjabat sebagai Menteri selama belasan tahun!”

Sekalipun kinerja beliau bagus, anggap saja seperti Sir Alex Ferguson saat menahkodai Manhester United atau seperti Arsene Wenger saat menahkodai Arsenal, itu kan emang tugasnya? Bukan hal spesial? Mereka dibayar dari pajak negara untuk itu kan?

Logikanya gini.

Ferguson digaji dari uang klub (pihak swasta). Sukses atau gagalnya Fergie ketika menahkodai Manchester United dampaknya hanya langsung pada Manchester United dan fansnya. Sedangkan pejabat publik itu digaji dari rakyat. Kebijakan yang dibuat seorang Menteri itu berdampak pada taraf hidup ratusan juta orang. Kalau kebijakannya ngaco, jutaan orang bisa langsung jatuh miskin. Sedangkan kalau pelatih Manchester United gagal bawa juara, mentok-mentok jadi bahan bullyan Coach Justin aja.

Bedanya Ferguson dengan pejabat publik adalah soal tanggung jawab. Ferguson dihargai dan dihormati fans sepak bola sampai dibikinin patungnya dan namanya diabadikan jadi nama tribun di Old Trafford karena ia ngasih prestasi ke klub yang menggajinya. Tapi pejabat publik? Mereka digaji dari pajak rakyat. Sebagus apa pun prestasinya, itu bukan keistimewaan, tapi ya kewajiban.

Menangisi Ferguson itu wajar, karena sepak bola memang permainan emosi. Tapi menangisi pejabat publik? Itu berbahaya. Karena artinya kita memperlakukan politik layaknya kultus pribadi. Pejabat itu pelayan rakyat, bukan kultus pribadi.

Dia itu menteri, pejabat publik, bukan idola!

Rasanya, saya jadi pesimis dengan revolusi yang selama ini digaungkan dalam gelombang demonstrasi yang terjadi beberapa minggu ini. Tentang betapa mudahnya masyarakat Indonesia ini lupa tentang kebijakan menteri selama menjabat yang nggak pro rakyat. Tentang betapa mudahnya masyarakat Indonesia ini memaafkan seseorang, padahal beberapa minggu lalu ingin menjarah rumahnya?

Di banyak negara maju, termasuk Amerika, pejabat publik itu sebutannya public servant alias pelayan publik, pelayan masyarakat. Kalau kinerjanya bagus? Ya itu kewajiban. Kalau gagal? Harus siap diganti. Menangisi menteri artinya telah membolak balikan logika di atas. Yang harusnya dilayani jadi melayani. Ngerti kan?

Sebagai penutup, saya sendiri nggak ada masalah pribadi dengan mantan menteri yang namanya tidak perlu saya sebut dalam tulisan ini. Saya yakin kalian tahu siapa yang saya maksud. Yang saya kritisi adalah kebijakan beliau selama menjabat, serta fenomena masyarakat yang gampang sekali menangisi pejabat seolah mereka pahlawan pribadi. Padahal pejabat publik digaji untuk bekerja bagi rakyat, bukan untuk dijadikan idola.

Penulis: Raden Muhammad Wisnu
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Dear Sri Mulyani, Ini Bukan Hanya Soal Gaji Guru yang Kecil, tapi Juga Soal Hak Kesejahteraan dan Kewajiban Negara yang Harus Dipenuhi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 September 2025 oleh

Tags: menteriPraboworeshuffle menteriSri Mulyani
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Akun resmi Raden Muhammad Wisnu Permana. Akun ini dikelola oleh beberapa admin. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 dan akun Instagramnya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

4 Derita dan Kejadian Konyol Saat KKN (Unsplash)

Derita dan Kejadian Konyol Pengalaman Saya Saat KKN di Jember: Salah Satunya Dikira Timses Prabowo Hanya karena Berpakaian Necis

14 September 2025
Jurusan Ketahanan Nasional, yang Sering Dikira Ngikutin Jejaknya Prabowo

Ketahanan Nasional, Jurusan yang Sering Dikira Ngikutin Jejaknya Prabowo

15 April 2020
Memang Kenapa Kalau Tempo Sering Mengkritik Jokowi?

Jokowi, Kenapa Menhan Diminta Menyamar Jadi Mentan?

22 Juli 2020
Sri Mulyani, Kecaman Gaya Hidup Mewah Itu Nggak Akan Ada Efeknya

Sri Mulyani, Kecaman Gaya Hidup Mewah Itu Nggak Akan Ada Efeknya

26 Februari 2023
Prabowo capres Indonesia

Prabowo Masih Belum Bosan Nyapres dan Kita Jangan Pernah Bosan Mendukungnya

25 Oktober 2021
jon snow dan permainan tahta

Jon Snow dan Sosok Mendiang Gus Dur: Tak Perlu Mati-Matian Mempertahankan Tahta

16 Mei 2019
Muat Lebih Banyak
Tinggalkan Komentar

Terpopuler Sepekan

Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

8 Januari 2026
12 Tipe Dosen yang Dibenci Mahasiswa Apalagi yang Sok Tuhan (Unsplash)

Saya Sempat Bercita-cita Jadi Dosen, tapi Setelah Lihat Gajinya, Saya Langsung Ganti Cita-cita

4 Januari 2026
Mobil Innova Reborn, Mobil yang Bisa Dianggap sebagai Investasi Terbaik sekaligus Mesin Penghasil Uang innova reborn diesel

Saya Akhirnya Tahu Kenapa Innova Reborn Diesel Dipuja Banyak Orang, Beneran Sebagus Itu!

7 Januari 2026
Patung Macan Putih, Ikon Wisata Baru Kediri yang Menarik Wisatawan

Patung Macan Putih, Ikon Wisata Baru Kediri yang Menarik Wisatawan

6 Januari 2026
Daihatsu Ceria, Mobil Mungil yang Bikin Pengemudinya Benar-benar Ceria  Mojok.co

Daihatsu Ceria, Mobil Mungil yang Bikin Pengemudinya Benar-benar Ceria 

8 Januari 2026
Saya Sadar Dracin Tidak Bermutu, tapi Saya Tetap Menontonnya sampai Tamat

Saya Sadar Dracin Tidak Bermutu, tapi Saya Tetap Menontonnya sampai Tamat

8 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=SiVxBil0vOI

Liputan dan Esai

  • Dari Coffee Shop “Horor”, Nira, hingga Jam Tangan Limbah Kayu: Pasar Wiguna Menjaga Napas UMKM Lokal
  • Curhatan Guru BK Hari Ini: Profesi Dipandang “Sepele”, Padahal Harus Hadapi Gen Z yang Masalahnya Makin Kompleks
  • Tantangan Mahasiswa BINUS bikin Cerita Bergambar Soal Kehidupan Sehari-hari Anak Papua dan Guru Relawan
  • Kuliah Scam Itu Omongan Orang Bermulut (Kelewat) Besar yang Nggak Perlu Didengarkan
  • 19 Tahun Setelah Gempa Besar Mengguncang, Ingatan akan Teror di Sebuah Rumah Sakit Besar di Jogja Datang Kembali
  • Santri Penjual Kalender dan Peminta Sumbangan Masjid Jadi Pengganggu Desa: Datang Suka-suka, Ada yang Berbohong Atas Nama Agama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.