Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Membuka Rahasia Cara Pedagang Menemukan Tempat Hajatan untuk Berdagang

Firdaus Ala Illiyyin oleh Firdaus Ala Illiyyin
3 Februari 2023
A A
Tidak Ada Hajatan yang Menguntungkan Terminal Mojok

Tidak Ada Hajatan yang Menguntungkan (Ester Lia/Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di mana ada hajatan, di situ ada cuan mengalir. Pepatah itu mungkin yang paling menggambarkan para pedagang yang suka mangkal di sekitar tempat hajat orang atau sebuah acara. Mereka adalah para pedagang yang suka membuka lapak di kanan-kiri tempat orang yang sedang punya hajat pernikahan ataupun yang lainnya.

Barang yang biasa dijual oleh para pedagang ini pun bermacam-macam. Pada umumnya barang yang mereka jual adalah barang-barang yang dapat dikonsumsi oleh anak-anak seperti mainan dan berbagai macam jajanan. Bahkan ada juga yang lebih bervariasi seperti memancing ikan-ikanan dan juga melukis.

Pada umumnya para pedagang tersebut sudah buka lapak sehari sebelum hari-H. Hal itu mereka lakukan agar dapat spot yang enak dan nyaman untuk berdagang. Hal itu pula yang membuat mereka kadang harus menginap agar ketika pagi tiba, mereka bisa langsung membuka lapak untuk berdagang. Ben sat set bwosss..

Sudah cukup lama sebenarnya ada pertanyaan besar di benak saya mengenai hal ini. Yakni bagaimana cara para pedagang ini menemukan tempat hajat yang bahkan terletak jauh dari tempat biasa mereka mangkal. Tapi kesempatan bagi saya untuk tahu secara langsung dari salah satu pedagang tersebut baru saja datang menghampiri.

Tepatnya beberapa hari yang lalu ketika tetangga saya yang rumahnya persis berada di depan rumah saya sedang punya hajatan pernikahan. Sebagai tetangga yang baik dan kebetulan sedang pulang kampung, pagi itu jam 8 saya sudah berdandan dan bersiap diri mengenakan baju batik dan celana rapi buat berangkat landang, kalo di Jogja biasa disebut rewang.

Ketika saya ke luar rumah, tiba-tiba ada seorang mas-mas yang tidak saya kenal berdiri sambil bersandar di pagar depan rumah saya. Tak jauh darinya, ada sebuah gerobak pentol. Berhubung acara belum dimulai dan saya ingin sedikit mengganjal perut yang sudah keroncongan, akhirnya saya memutuskan untuk membeli pentol dari mas-mas tersebut.

Setelah sedikit mengobrol dan mengajukan beberapa pertanyaan kepada mas-mas penjual pentol tersebut, akhirnya pertanyaan mengenai bagaimana para pedagang ini menemukan tempat hajatan untuk mereka berdagang yang ada di benak saya terjawab tuntas. Nih saya spill.

Berteman dengan pihak sound system

Kemajuan teknologi benar-benar membuat beberapa hal lebih mudah. Tak terkecuali bagi para pedagang tersebut. Pada umumnya mereka akan meminta untuk bertukar nomor WhatsApp dengan para pemilik sound system atau pegawainya. Dengan menyimpan nomor satu sama lain, secara otomatis mereka akan bisa saling melihat WhatsApp story satu sama lain.

Baca Juga:

QRIS Dianggap sebagai Puncak Peradaban Kaum Mager, tapi Sukses Bikin Pedagang Kecil Bingung

Realitas Pahit di Balik Hajatan: Meriah di Depan, Menumpuk Utang dan Derita di Belakang

Dengan menjalin hubungan via WhatsApp seperti itu, maka para pedagang tersebut akan bisa langsung bertanya lokasi hajatan pada hari itu melalui personal chat. Atau paling tidak para pedagang bisa memantau story WhatsApp pihak sound system yang juga biasanya sering membagikan kegiatan mereka ketika sedang mengoperasikan sound system di hajatan orang.

Ia juga menambahkan bahwa ia tidak hanya mempunyai kontak satu pihak sound system saja. Ia memiliki beberapa kontak pihak sound system untuk mencari informasi lokasi hajatan. Dengan melakukan hal itu, ia jadi punya banyak opsi untuk berdagang.

Mencari sumber suara

Mas-mas penjual pentol yang saya ajak ngobrol tersebut ternyata sebenarnya pagi itu nggak berniat mangkal di hajatan dekat rumah saya. Tempat mangkalnya sehari-hari berjarak 3 kilometer dari rumah saya. Ia pun baru pertama kali itu berdagang di desa saya.

Namun ketika mendengar suara dentuman musik dari sound system tempat hajatan yang cukup kencang dan kebetulan tempat mangkal langganannya sedang sepi pembeli, jadi dia langsung saja mencari dan meluncur ke sumber suara. Eh rejeki nggak ke mana katanya.

Berbagi info sesama pedagang

Sama seperti perkumpulan ojek online atau sebuah organisasi, para pedagang itu pun ternyata memiliki sebuah grup WhatsApp yang tidak lain tidak bukan berfungsi untuk berbagi informasi seputar dodolan mereka. Sekali lagi, kemajuan teknologi benar-benar membuat beberapa hal lebih mudah, kawan!

Mas-mas penjual pentol itu juga menambahkan bahwa ia mempunyai beberapa grup WhatsApp yang berisi sesama pedagang, terutama pedagang pentol seperti dirinya. Tapi walaupun ada beberapa grup WhatsApp, ia berkata bahwa kadang ada juga yang tidak mau berbagi informasi.

Tiga hal itu lah rahasia ramainya para pedagang di sekitar tempat hajatan. Akhirnya, saya bisa tidur nyenyak tanpa kepikiran ini lagi. Have a nice dream, kawan!

Penulis: Firdaus A’la Illiyyin
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Tidak Ada Hajatan yang Menguntungkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 Februari 2023 oleh

Tags: HajatanpedagangRahasia
Firdaus Ala Illiyyin

Firdaus Ala Illiyyin

Mas-mas biasa saja.

ArtikelTerkait

3 Fakta Menyebalkan dari Jalan Ditutup karena Hajatan Terminal Mojok

Kata Siapa Orang Desa Lebih Toleran dan Nggak Egois kayak Orang Perumahan? Hoax Itu. Lihat Aja Saat Mereka Ngadain Hajatan

13 Juli 2023
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

13 Juli 2024
3 Penyebab Kemacetan Paling Menyebalkan yang Bikin Mati Tua di Jalan bunderan cibiru bandung

3 Penyebab Kemacetan Paling Menyebalkan yang Bikin Mati Tua di Jalan

5 September 2023
Kalian Bisa Bohong pada Siapa Saja, tapi Tidak pada Big Data

Kalian Bisa Bohong pada Siapa Saja, tapi Tidak pada Big Data

7 Maret 2020
4 Skill Karang Taruna di Desa yang Sulit Disaingi oleh Warga Kota Mojok.co

4 Skill Karang Taruna di Desa yang Sulit Disaingi oleh Warga Kota

25 Maret 2024
10 Istilah Job Desc Rewang Saat Hajatan di Gunungkidul Terminal Mojok.co

10 Istilah Job Desc Rewang Saat Hajatan di Gunungkidul

23 Maret 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.