Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Memberi Motivasi Kerja dengan Melukai Hati Itu Goblok!

Kania Larasati oleh Kania Larasati
8 April 2021
A A
pelecehan seksual wanita berkumis motivasi kerja dengan perundungan bullying anak artis dihujat netizen ibu-ibu mojok.co

bullying anak artis dihujat netizen ibu-ibu mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Belum lama ini saya mengikuti seminar tentang kiat menjadi sukses di dunia bisnis. Ketika sedang asyik mendengarkan sambil ngunyah kacang, Si Bapak Fasilitator bilang bahwa ada dua cara untuk membuat karyawan Anda berprestasi dan melonjakan semangat kerjanya. Yang pertama, tentu saja membuat hatinya berbunga dengan motivasi. Yang kedua, membuat hatinya terluka.

Nah lho, hampir saja saya tersedak kacang ketika mendengar kalimat membuat hatinya terluka. Menurut Si Bapak Fasilitator ini, motivasi dengan membuat hatinya terluka adalah cara efektif supaya semangat karyawan bisa tumbuh di lingkungan kerja. “Saya kadang memang sengaja membuat hati beberapa orang yang bekerja untuk saya terluka supaya semangat kerja mereka kembali naik.” Si Bapak mencontohkan orang-orang sukses yang diundang di acara talkshow televisi Indonesia dengan latar belakang pernah mengalami perundungan (bullying) yang kemudian jadi orang tertutup dan mulai bangkit membuktikan diri mereka sendiri. Wow, sangat menyentuh! Kayaknya cocok nih, jadi cerita inspiratif opera sabun di televisi.

ADVERTISEMENT

Tapi, tunggu dulu, saya berlawanan arah dengan Si Bapak ini. Perundungan bukan hal yang patut untuk dikampanyekan apalagi dibudayakan di lingkungan kerja. Membangun motivasi melalui perundungan, intimidasi terhadap rekan kerja merupakan sebuah “dosa” yang harusnya lebih diperhatikan para pemegang kekuasaan di lingkungan kerja. Kecuali, jika memang ada karyawan yang tidak menyelesaikan pekerjaan dengan baik, tentu boleh ditegur. Pelaksanaan teguran ini pun tidak boleh menyinggung hal-hal personal dan fisikal yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.

Sejauh yang saya tahu sebagai seorang karyawan di salah satu perusahaan swasta, budaya menyakiti hati memang masih mengakar kuat apalagi di perusahan dengan sistem yang masih konvensional. Rawan dengan power abuse, mentang-mentang memiliki kekuasaan vertikal di kantor bisa semena-mena mengatai rekan kerja lainnya. Budaya memberi semangat dengan bullying selain sudah tidak relevan juga membuat tingkat stress bertambah. Dikutip dari MHA, dua dari setiap lima orang telah mengalami perundungan di lingkungan kerja. Dan hampir setengah yang ditargetkan mengalami stress dan mengalami gangguan kesehatan.

Banyak yang beranggapan bahwa memberi motivasi dengan melukai hatinya adalah sebuah gaya bagi seorang pemimpin. Sebuah karisma yang harus ditonjolkan dari seorang pemimpin, sehingga bawahannya “takut” dan menormalisasi sikap kasar dan teguran yang bersifat menyerang ke arah personal. Ujung-ujungnya bilang tolong, ini jangan dimasukkan hati ya, saya kan hanya menyemangati aja bukan bermaksud untuk menjelek-jelekkan, becanda aja! Wo, yo ra mashok!

Untuk itu, menormalisasi perundungan dengan dalih motivasi bekerja ataupun dalam hal lain bukanlah keputusan yang bijak untuk dilakukan. Menciptakan budaya yang sehat di lingkungan kerja dengan mendengar semua keluhan dari karyawan, tidak menyerang fisik dan isu sensitif pribadi yang berkaitan ketika memberikan teguran. Dan yang pasti kalau mau memberikan semangat ya berikan semangat secara benar, cukup dengan mengapresiasi pekerjaan yang telah diselesaikan tidak akan membuat jabatan anda turun.

Si Bapak Fasilitator ini pun tidak memberikan penjelasan tentang bagaimana melakukan apresiasi kepada karyawan dalam bentuk semangat secara emosional. Jika dipikir-pikir kembali, Ia hanya menjelaskan bagaimana membuat karyawan menelan mentah-mentah bahwa aturan yang diberlakukan oleh si bos benar adanya dan sebagai seorang karyawan “wajib” mematuhinya.

Nah, yang begini ini sudah mengarahkan menjadi jiwa-jiwa yang patuh dan tunduk pada atasan tapi yang salah server.

Baca Juga:

Selama Kasus Baru Ditangani kalau Viral, Jangan Harap Imbauan untuk Tidak Share Video Bullying Akan Digubris Orang-orang

Pengin Tahu Cara Orang Problematik Bekerja? Lihat Saja Kasus PPDS dan Jet Pribadi

Buat kalian yang mungkin merasa bahwa lingkungan kerja kalian toxic dan menunjukan sinyal-sinyal power abuse, tolong sadari bahwa itu sebuah masalah. Sadari bahwa bos tidak berhak mengoyak-oyak kesehatan mental seseorang. Ungkapkan jika perkataan rekan kerja ataupun pimpinan membuat tidak nyaman. Bukan berarti bersembunyi di balik dalih memberikan semangat dapat sah-sah saja menyemprot kalimat yang tidak elok apalagi tidak senonoh, termasuk kalimat pelecehan secara verbal dan fisik.

Dan ini sering terjadi, gemes banget, ingin sekali saya mencubit pipi orang. Ketika ada yang  tiba-tiba melontarkan kalimat seperti, “Udah kamu nggak papa ambil dokumen ke kantor sana dan sini, nanti makin kurus loh udah kurus banget gitu.” Atau “Eh si itu aja ditambahin area kerjanya biar kecilan dikit lah badannya, udah kegedean gitu badannya.” Apa tidak emosi panas jiwa dan raga, pemirsa?

Sebenarnya, bisa banget loh kita ini tidak perlu menambah-nambahi kalimat tidak perlu untuk memberi pekerjaan ke orang atau menanggapi apa yang sedang dikerjakan. Tetapi, saking sudah dinormalisasi kalimat offended dengan “ah, becanda doang. Gitu doang baper!” jadi orang yang angkat bicara membela diri sendiri akan dilabeli orang baperan. Bikin mingkem lagi, nggak jadi ngomong, deh.

Yuk, mulai sekarang belajar membuat lingkungan kerja menjadi lingkungan yang nyaman dan bikin betah. Bukan menjadi momok dimana orang yang tadinya mau menyemangati malah membuat sakit hati dan membuat orang tersebut turun performa kerjanya. Tidak perlu sok tahu dan membuat asumsi bahwa dengan melukai hati akan membuat mereka menjadi bangkit, menjadi semangat, dan sukses. Hidup tidak selurus itu, guys! Jangan-jangan dengan cara itu jadinya akan menghancurkan relasi kalian, kan nggak lucu juga ya. Dan tentu saja menghapus luka hati itu bukan perkara gampang tinggal dikasih tip-ex doang.

BACA JUGA Lucunya Bekerja di Perusahaan yang Pimpinannya Adalah Teman Sendiri 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 April 2021 oleh

Tags: bullyingkekerasan di kantormotivasi kerjatoxic
Kania Larasati

Kania Larasati

Seorang penikmat kopi susu dan penyuka notebook cover imut yang juga sedang mencoba menambal luka hati.

ArtikelTerkait

wanita berkumis berbulu lebat bullying gairah seksual mojok (1)

Berhenti Memandang Wanita Berkumis dan Berbulu Tebal Itu Identik dengan Gairah Seksual yang Tinggi

30 Mei 2021
The Glory Drama Balas Dendam Korban Bullying yang Bikin Penonton Syok Terminal Mojok

The Glory: Drama Balas Dendam Korban Bullying yang Bikin Penonton Syok

9 Januari 2023
Dear Korban Bullying, Baca 3 Buku ini untuk Menemanimu Bangkit terminal mojok.co

Dear Korban Bullying, Baca 3 Buku ini untuk Menemanimu Bangkit

13 Februari 2021
dibully

Apa yang Harusnya Orang Tua Lakukan kalau Anaknya Dibully?

20 September 2019
Menghargai Keberadaan Waria yang Ada di Sekitar Kita

Menghargai Keberadaan Waria yang Ada di Sekitar Kita

7 Desember 2019
bullying perundungan sekolah mojok

Bullying Masih Subur karena Sekolah Lebih Fokus Ngurusin Rambut dan Kaos Kaki

8 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

21 Juli 2026
Advan 360 Stylus: Laptop Lokal yang Bisa Jadi Tablet tapi Kurang Laris di Pasaran

Saya menyesal membeli laptop Advan, sebetulnya niat nggak sih bikin produk lokal yang bagus?

16 Juli 2026
Motor matic itu kutukan yang selalu rusak kalau saya punya uang (Unsplash)

Saya curiga, motor matic punya indra penciuman terhadap saldo rekening karena selalu rusak ketika saya punya uang

16 Juli 2026
Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

19 Juli 2026
Terminal Bungurasih Momok bagi Pengguna Jalan Raya Waru Sidoarjo, Macet Ora Umum! Mojok terminal bungurasih surabaya

Waru Sidoarjo, kecamatan penuh keistimewaan dan kemudahan, paling top di Sidoarjo!

17 Juli 2026
Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

17 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.