Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Politik

Membenahi Citra Bea Cukai di Mata Publik, PR Prabowo yang Wajib Diselesaikan

Filda Kamila oleh Filda Kamila
6 Desember 2024
A A
Membenahi Citra Bea Cukai di Mata Publik, PR Prabowo yang Wajib Diselesaikan

Membenahi Citra Bea Cukai di Mata Publik, PR Prabowo yang Wajib Diselesaikan

Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintahan Prabowo memang baru seumur jagung. Tapi, sudah begitu banyak yang dia lakukan. Sebab, kelewat banyak PR yang harus diselesaikan olehnya. Dari banyaknya PR yang beliau harus selesaikan, persepsi rakyat terhadap bea cukai adalah salah satunya.

Coba lemparkan topik tentang bea cukai dalam tongkrongan, saya yakin banyak orang yang akan mengeluarkan statement negatif. Itu memang tak bisa dimungkiri lagi, sebab kelewat banyak atraksi negatif yang pegawainya lakukan selama ini.

Contoh kasus paling viral adalah ditahannya bantuan untuk SLB oleh Bea Cukai, dan ditagih ratusan juta. Kasus tersebut memantik emosi banyak orang, karena bantuan tersebut memang bukan sesuatu yang menimbulkan profit, tapi murni untuk membantu pendidikan para difabel. Orang Indonesia mudah tersentil emosinya, dan kasus ini, begitu sukses memantik emosi rakyat, tapi dengan cara yang–tentu saja–tidak menyenangkan.

Deretan kasus tersebut, akhirnya memantik banyak pertanyaan. Apakah badan ini masih bisa dipercaya? Jika bisa, apakah ada jaminan bahwa tahun depan tidak ada lagi kasus serupa?

Apa yang Bea Cukai lakukan akan memengaruhi citra Prabowo

Bea Cukai memang bekerja di bawah Kementerian Keuangan, tapi apa pun yang departemen tersebut lakukan, pasti akan berpengaruh pada citra Prabowo. Pemerintahan Prabowo dianggap sebagai Jokowi 2.0, alias hanya melanjutkan apa yang Jokowi lakukan. Ini positif jika konteksnya adalah meraup suara saat pilpres. Tapi saat menjalankan pemerintahan, justru itu tidak bisa dibilang bagus sama sekali.

Jika Prabowo tidak membenahi kekurangan-kekurangan di masa jabatan Jokowi, atau melampauinya, hal ini bisa jadi preseden buruk untuknya. Orang-orang akan membicarakan ini semua karena Jokowi, bukan Prabowo. Sebagai orang yang dikenal begitu memegang harga dirinya, tentu ini bukan hal yang menyenangkan untuknya. 

Secara pribadi, salah satu yang bisa dilakukan Prabowo untuk go infinity and beyond Jokowi ya membenahi kinerja-kinerja departemen yang dianggap buruk. Salah satunya ya Bea Cukai. Badan ini memang bukan suatu badan yang akan dimonitor oleh rakyat 24/7, tapi karena sudah ada persepsi negatif, akan terjadi snowball effect jika Bea Cukai kembali melakukan atraksi negatif.

Memang, Bea Cukai bukanlah hal yang urgent, seperti memberantas kemiskinan, makan siang gratis, tapi tak ada salahnya Prabowo fokus pada hal ini juga. Toh, anak buahnya begitu banyak. Memastikan badan ini tidak membuat atraksi yang negatif harusnya tidak berat. Saya percaya bahwa tidak semua anak buah Prabowo itu seperti Miftah. Masih banyak yang kompeten dan tidak hobi bikin blunder.

Baca Juga:

Derita dan Kejadian Konyol Pengalaman Saya Saat KKN di Jember: Salah Satunya Dikira Timses Prabowo Hanya karena Berpakaian Necis

Menangisi Menteri yang Kena Reshuffle Itu Konyol!

Meningkatnya citra Bea Cukai, setidaknya menghilangkan sedikit beban yang ada di pundak Prabowo. Bebannya kelewat besar, dan menghilangkan satu demi satu adalah langkah bijak. Kalau makan siang gratis gagal, menurunkan angka kemiskinan gagal, setidaknya dalam pemerintahannya, Bea Cukai-nya nggak tolol-tolol amat.

Masalah di Bea Cukai kelewat kronis

Namun, memperbaiki citra Bea Cukai bukan perkara mudah. Data menunjukkan betapa sistemik dan kronisnya permasalahan di lembaga ini. Dalam Corruption Perception Index (CPI), Indonesia hanya mengalami stagnasi pada tahun 2023 dengan tahun sebelumnya, dan peringkatnya juga merosot dari 110 menjadi 115. Menempatkannya di peringkat 110 dari 180 negara. 

Salah satu penyebab utama rendahnya skor ini ya karena korupsi yang terus terjadi di institusi pengumpul pendapatan negara, termasuk Bea Cukai. Hal ini diperkuat dengan adanya data riset Transparency International Indonesia (TII) yang menyebutkan tiga instansi paling korup. Pertama Bea Cukai (62 persen), kedua kepolisian (56 persen), dan ketiga TNI (46 persen). Jadi dapat disimpulkan bahwa lembaga dengan potensi korupsi terbesar di Indonesia adalah Bea Cukai.

Fenomena ini ditunjukkan dengan beragam kasus penyelewengan terbaru. Ditemukan kasus suap yang melibatkan pejabat senior Bea Cukai Riau pada 2023, pejabat tersebut ditangkap karena memfasilitasi impor ilegal barang mewah.

Korupsi seperti ini nggak hanya merugikan negara tetapi juga menciptakan ketidakadilan, di mana pelaku bisnis yang patuh terpaksa menghadapi proses yang lebih lambat dan mahal. Bahkan di Pelabuhan Tanjung Priok, waktu rata-rata customs clearance mencapai 6,4 hari, jauh lebih lama dibandingkan standar 1,5 hari di pelabuhan utama Asia Tenggara lainnya, akibat praktik korupsi seperti permintaan suap.

Korupsi yang struktural

Korupsi di Bea Cukai juga menunjukkan bias struktural. Kasus Ari Askhara pada 2019, yang terlibat dalam penyelundupan sepeda mewah melalui Garuda Indonesia, mengungkapkan bagaimana pejabat Bea Cukai memberikan perlakuan khusus kepada individu dengan kekuatan politik. Hasilnya, pungutan bea masuk senilai Rp532 juta berhasil dihindari, menunjukkan bagaimana hukum di Indonesia diterapkan secara selektif. 

Langkah reformasi digitalisasi seperti TradeNet memang sudah diterapkan, namun belum maksimal jika dibandingkan dengan lembaga negara lainnya di bawah naungan Kemenkeu. Hal ini ditunjukkan dengan data bahwa nilai kinerja pelayanan-Indeks Kinerja Pelayanan (Service Performance Index), Bea dan Cukai menduduki peringkat 3 terbawah dengan nilai 3,93 diatas Lembaga Peradilan (3,67) dan Polisi (3,79). Sehingga, bea cukai masih memiliki kinerja pelayanan yang buruk jika dibandingkan lembaga negara lainnya.

Intervensi politik tak membantu sama sekali

Selain itu, intervensi politik juga makin memperburuk keadaan. Sebuah studi dari Indonesia (Jesaja dan Setiawan, 2022) menunjukkan bahwa korupsi di Indonesia disebabkan oleh sikap tamak aparatur negaranya. Ketika diberikan jabatan yang tinggi dan memiliki  jaringan politik yang kuat, memberikan potensi besar kasus korupsi dalam Bea Cukai.  

Kasus korupsi tidak hanya dilakukan oleh individu namun membentuk kelompok yang saling melindungi pejabat Bea Cukai (Winurini, 2017), korupsi menjadi terinstitusionalisasi dan semakin sulit diberantas.

Untuk memutus siklus korupsi ini ya Indonesia membutuhkan reformasi peradilan dan politik yang memastikan kemandirian Bea Cukai dari pengaruh politik. Menegakkan hukum terhadap tokoh berpengaruh akan menunjukkan bahwa tidak ada yang kebal hukum, dan ini akan mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga ini.

Agar reformasi jangka panjang berhasil, Maka Kementerian PAN-RB menunjukkan pentingnya rekrutmen aparatur negara yang berkualitas, termasuk pada rekrutmen pada aparatur bea dan cukai. Pegawai harus memegang standar etika yang tinggi. Setiap bentuk korupsi harus diberi hukuman yang tegas dan cepat. 

Langkah yang lebih substansial

Untuk mengubah ini, Prabowo perlu menekankan reformasi yang lebih substansial. Digitalisasi penuh, penguatan mekanisme pengawasan, serta perlindungan untuk pelapor adalah langkah yang tak bisa ditawar. 

Pelajaran bisa diambil dari Singapura, yang memanfaatkan blockchain untuk menciptakan sistem pelacakan barang yang transparan dan tidak manipulatif. Selain itu, penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggar, termasuk mereka yang memiliki kekuatan politik, dapat menciptakan efek jera.

Memperbaiki Bea Cukai tidak hanya akan meningkatkan citra lembaga ini, tetapi juga memperkuat fondasi pemerintahan Prabowo. Jika korupsi dapat ditekan, tidak hanya pendapatan negara yang meningkat, tetapi juga kepercayaan rakyat terhadap pemerintah yang lebih transparan, dan tegas.

Penulis: Filda Kamila
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pejabat Bea Cukai Yogyakarta Viral Pamer Kekayaan, Cederai Tingginya Angka Kemiskinan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Desember 2024 oleh

Tags: bea cukaiKorupsiMasalahPrabowo
Filda Kamila

Filda Kamila

Mahasiswa Ilmu Administrasi Fiskal Universitas Indonesia.

ArtikelTerkait

Culture Shock Orang Jawa yang Merantau ke Bali turis asing sewa motor

Pelarangan Turis Asing Sewa Motor di Bali: Perketat Aturannya, Jangan Langsung Larang

17 Maret 2023
Joker coki pardede anji artis mojok

Plis deh, Coki Bukan Joker, dan Berhenti Menyamakan Artis yang Kena Masalah dengan Joker

6 September 2021
Mendukung Ide Hebat Rompi Penangkal Korupsi Ciptaan KPK unila

Mendukung Ide Hebat Rompi Penangkal Korupsi Ciptaan KPK

3 Juni 2022
pak prabowo

Pak Prabowo, Katakan pada Pak Jokowi Bahwa Saya Sudah Siap Bersama Rakyat untuk Mendukung dan Mengontrol Kepemimpinan Bapak

30 Juni 2019
setya novanto bebas revisi pp 99 2012 yasonna loaly bebas umur 64 tahun penjara sukamiskin

Daftar Kegiatan Setya Novanto jika Jadi Dibebaskan Berkat Revisi PP 99/2012

7 April 2020
Mars dan Himne KPK Beneran Penting Banget untuk Pemberantasan Korupsi, Percaya deh

Mars dan Himne KPK Beneran Penting Banget untuk Pemberantasan Korupsi, Percaya deh

19 Februari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Solo Baru Sebelum Mangkrak seperti Sekarang Mojok.co

Pandawa Water World Sempat Jadi Destinasi Wisata Primadona Sukoharjo sebelum Mangkrak seperti Sekarang

30 Januari 2026
Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

31 Januari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.