Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

Membedah Lirik Lagu Bujangan yang Kurang Mashok

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
19 Januari 2022
A A
Membedah Lirik Lagu Bujangan yang Kurang Mashok

Membedah Lirik Lagu Bujangan yang Kurang Mashok (pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dipikir-pikir lagi, lirik “Bujangan” sebenarnya kurang mashok

Tak ada yang berani menghina Koes Plus. Begitu juga saya, tak mungkin saya berani menghina mereka. Band yang super duper legend ini, punya karya yang tak boleh dianggap main-main. Sampai hari ini lagu mereka masih rutin menghiasi radio, pesta, reunian, hingga panggung-panggung besar. Saya tetap yakin, karya mereka akan terus dikenal hingga era anak cucu saya nanti.

Salah satu lagu yang terpatri di ingatan dan sanubari adalah “Bujangan”. Sebuah lagu yang langsung bisa dipahami hanya dengan membaca tajuknya. Lagu dengan melodi nan ceria ini, nyatanya masih lestari dan dikenang oleh banyak orang. Sehingga, kerap menjadi referensi untuk memahami kehidupan para jomblowan dan jomblowati dari zaman ke zaman. Tak ada maksud menghina lagu ini, saya hanya kurang cocok dengan liriknya. Nah, mari kita telaah saja liriknya dari bait ke bait.

Begini nasib jadi bujangan

Ke mana-mana asalkan suka

Tiada orang yang melarang

“Nasib jadi bujangan”, sebuah penegasan hakiki, bahwa membujang adalah nasib. Padahal, banyak juga yang memang memilih menjadi bujangan dan tak akan menikah seumur hidup mereka. Bagi banyak orang, jomblo adalah pilihan, dan itu tak mengapa. Begitu juga dengan orang yang memilih untuk menikah, itu juga hak mereka. Intinya, melajang atau menikah merupakan pilihan.

Di bait selanjutnya, kita bisa menemukan sebuah stigma umum nan gatheli yang kerap disematkan pada para lajang. Masih banyak saja yang menganggap semua jomblo itu sama. Bahwa jomblo bisa bebas pergi ke mana saja dan tak ada yang melarang. Kenyataannya, tak semua jomblo seperti itu. Ada juga yang mau jalan tapi duit cupet. Beberapa bahkan tetap dilarang jalan oleh orang tuanya. Mungkin tak ada pihak yang melarang, tapi banyak yang punya tanggung jawab, yang bahkan tak bisa ditinggalkan meski di akhir pekan.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Hati senang walaupun tak punya uang

Hati senang walaupun tak punya uang

Ini bagian paling bikin saya geleng-geleng. Siapa yang hatinya senang kalau tak punya uang? Tak semua jomblo hidup untuk dirinya sendiri tanpa tanggungan apapun. Uang memang bukan segalanya, tapi kalau tak ada uang, segalanya bisa hancur. Di era Omnibus Law, masih banyak lajang yang menjadi tulang punggung keluarga, bahkan keluarga besarnya. Tak punya uang, berarti keluarganya remuk redam. Apalagi harus bayar kos, uang makan, kirim duit ke rumah, uang sekolah adik-adiknya, beli kuota internet, dan lain sebagainya. Dikira hidup cuma soal makan doang?

Apa susahnya hidup bujangan

Setiap hari hanya bernyanyi

Tak pernah hatinya bersedih

Gila, manusia mana yang tak pernah bersedih? Jangankan bernyanyi, berpikiran waras saja kadang sulit. Tekanan kerja, menganggur, pandemi, belum lagi hati tersakiti yang belum bisa move on. Masih banyak yang menganggap menjadi jomblo itu isinya senang-senang belaka, pun banyak waktu luangnya. Ra mashoook banget. Lirik lagu ini menjadi gambaran nyata tentang pandangan secara umum yang kurang mashook pada para jomblo.

Tapi, setelah dipikir-pikir lagi, setiap orang boleh punya pandangannya masing-masing. Tapi, ya nggak seenak udel sendiri juga. Mungkin lagu ini adalah pengalaman pribadi mereka sendiri. Bisa saja mereka ini memang santai dan bebas saat masih lajang dulu. Namun, tak semua orang punya keadaan dan kehidupan yang sama. Tak semua jomblo itu bebas merdeka tanpa tanggung jawab sama sekali. Bahkan, pilihan untuk melajang juga harus mulai dipahami sebagai pilihan hidup. Tak perlu lagi saling serang, menjatuhkan, apalagi debat kusir tak penting lewat thread di Twitter.

Sesekali hidup harus dibikin woles dan nyantai. Yang jomblo santai, yang sudah menikah woles, sama-sama saling menghargai. Yang penting, pas waktunya kerja, ya kerja. Pas waktunya main, ya main. Apalagi kerjanya jadi wakil presiden, pasti menyenangkan sekali. Datang ke podcast, rajin tersenyum, kelihatannya santai sekali. Ah, tapi hidup memang isinya hanya sawang sinawang semata. Siapa tahu, jadi wakil presiden itu ternyata tanggung jawabnya berat minta ampun. Iya, nggak, sih?

Penulis: Bayu Kharisma Putra
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: bujangankoes plus
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

19 Februari 2026
Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

20 Februari 2026
Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingunkan Pengunjung Mojok.co

Berharap Terminal Bawen Semarang Segera Berbenah agar Tidak Membingungkan Pengunjung

20 Februari 2026
Innova Reborn, Mobil Zalim yang Mengalahkan Kesalehan Zenix (Wikimedia Commons)

Innova Reborn Mobil yang Nakal dan Zalim, tapi Tetap Laku karena Kita Suka yang Kasar dan Berisik, bukan yang Saleh kayak Zenix

15 Februari 2026
Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

21 Februari 2026
Imlek 2026 Kenangan Simbah Mensyukuri Dodol sebagai Rezeki (Wikimedia Commons)

Imlek 2026 Menjadi Kenangan Manis akan Usaha Simbah Menurunkan Kasta Dodol sebagai Upaya Berterima Kasih kepada Rezeki

17 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan
  • Salut dengan Ketahanan Yamaha Mio Sporty 2011, tapi Maaf Saya Sudah Tak Betah dan Melirik ke Versi Baru
  • Mall Kokas, Tempat Paling Membingungkan di Jakarta Selatan: Bikin Pekerja “Mati” di Jalan, tapi Diminati karena Bisa Cicipi Gaya Hidup Elite
  • Mobil Pribadi Pilihan Terbaik Buat Mudik Membelah Jawa: Pesawat Terlalu Mahal, Sementara Tiket Kereta Api Ludes Dibeli “Pejuang War” KAI Access
  • Pemilik Kos di Jogja Muak dengan Tingkah Mahasiswa Jakarta: Tak Tahu Diri dan Ganggu Banget, Ditegur Malah Serba Salah
  • Niat Daftar LPDP Berujung Kena Mental, Malah Diserang Personal oleh Pewawancara dan Tak Diberi Kesempatan Bicara

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.