Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Memasuki Era Berpengaruhnya Pendapat Netizen dalam Menentukan Nasib Para Anonim

Umi Wardah Septiani oleh Umi Wardah Septiani
1 Januari 2020
A A
Laporan Microsoft DCI Keliru, Netizen Indonesia Itu Cuma Baperan kok terminal mojok.co

Laporan Microsoft DCI Keliru, Netizen Indonesia Itu Cuma Baperan kok terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kita telah hidup di era serba praktis dan digital yang sering disebut era modern. Pada masa ini kita akan selalu menemukan manusia-manusia yang selalu bergelut dengan benda yang dapat digenggam berbentuk persegi panjang. Iyaps itulah gadget atau juga biasa disebut smartphone atau bahkan juga handphone.

Ketiganya memiliki definisi yang hampir sama, tergantung pada konsumen yang memilih sebutan apa. “Ya ibarat kita nentuin pilihan hati lah yaaa.” Benda tersebut selalu dibawa ke mana saja dan dibutuhkan. Hayooo ngaku siapa yang bawa HP nya pas lagi di kamar mandi?

Tentu era serba digital ini memudahkan beberapa akses yang dapat dinikmati secara online. Coba inget kalau dulu kalian lihat TV dan nonton iklan kosmetik misalnya, “Ih aku pengin beli deh di toko X, ada nggak ya?” Sekarang kalian cuma tinggal search di HP nyari yang harganya paling murah atau paling mahal kek, semua ada. Abis itu nyampe rumah barangnya. “Waw gampang ya, yang ngga gampang ya nyari duitnya.”

“Eh, tapi kan sekarang modal pegang HP aja bisa jadi duit, ya nggak sih?” Ya, begitulah. Kini HP dapat membawa segudang manfaat dan perubahan sosial yang luar biasa. Coba kita pikir kalau dulu kita lagi kepisah jauh sama gebetan atau siapa gitu di keluarga. Kita bakal nungguin suatu momen biar bisa ketemu lihat wajahnya. Nah tapi sekarang, kalau kita gunain fitur video call aja, udah bisa lihat wajahnya. Bahkan dia potong rambut atau ganti warna rambut pun pun kita bisa tahu dengan cepat. Wah hebat ya dunia saat ini~

Tidak hanya HP yang semakin canggih, tapi media sosial juga semakin mengembangkan fiturnya. Coba sekarang hitung berapa media sosial yang kalian gunakan? Pasti banyak yang gunain lebih dari satu kan? Hayooo ngaku.

Mulai dari Facebook, Instagram, Snapchat, WhatsApp, Line, sampai Twitter, punya kelebihan masing-masing serta fitur yang berbeda. Meski beberapa juga punya kesamaan, sih. Dulu, kalau mau foto pake filter lucu-lucu kan biasa buka Snapchat. Nah, sekarang Instagram pun menyediakan fitur itu dan semakin digandrungi para peminatnya. Tapi jangan salah sangka kalau Snapchat sekarang udah sepi,

Tentu masih banyak dong yang milih Snapchat. Bayangin gini, “Aku kalau upload foto yang cakep-cakep bukanya Instagram. Pengin upload bikin status, di Facebook. Eh filter Snapchat yang ini lucu banget, bisa bikin jadi tua, muda, laki-laki, perempuan, anak kecil, atau bahkan bisa bikin jadi kaya jin, ups. Twitter seru banget sih orangnya, lucu-lucu bisa aja bikin konten.”

Kita semua tahu, masing-masing media sosial dicari untuk memenuhi apa yang sedang kita ingin. Tidak terkecuali Twitter yang dulunya sempat meredup popularitasnya tapi kini melonjak melesat ke angkasa. Makin banyak nih pengguna Twitter yang sempet pergi tapi balik lagi atau bahkan para pengguna baru. Twitter kini terkenal dengan kontennya yang lucu akibat kerecehan para penggunanya.

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Akun Affiliate yang Jualan Numpang Tragedi Itu Biadab, dan Semoga Nggak Laku!

Selain itu, ragam kisah ambyar, menyeramkan ataupun spill tentang kontroversi juga banyak dimuat di Twitter melalui thread misalnya. Apalagi kini banyak bermunculan base anonim (yang belum tahu base itu apa bisa Googling lah, ya). Base ini semakin banyak jumlahnya dan selalu memiliki pengikut yang banyak. Kalian bisa menemukan ragam postingan yang unik. Tentu salah satu yang menarik perhatian saya adalah para anonim yang mengirim suatu kisah atau screen capture chatingnya dengan keluarga ataupun orang tersayang.

Hal ini saya lihat unik karena dapat ditemukan beberapa postingan yang mencoba meminta pendapat para rakyat Twitter. Misalnya kaya gini nih, “Aku malu banget sama Mas Crush, masa aku kelepasan kentut di depannya hehe.” Atau misalkan kirim screen capture yang menunjukkan per-cekcokan dia dengan pasangannya kemudian bilang gini, “Aku bingung mau gimana lagi. Dia udah berkali-kali aku kasih kesempatan tapi masih tetep aja. Menurut kalian aku harus gimana?”

Tentu kalian para pengguna Twitter udah akrab kan dengan hal ini? Ini bisa jadi memunculkan beberapa perspektif. Kita bisa melihat base ini sebagai sarana pencari perhatian dari netizen. Atau bahkan pendapat para netizen dapat membantu dan dapat menjawab kebingungan pengirim anonimnya. Bahkan, nggak jarang loh kita bisa temukan ragam komentar pedas yang menghujat atau tidak sepakat dengan tindakan sender (panggilan bagi pengirim anonim lewat base).

Tetapi, kita bisa melihat melalui kacamata lain. Jika pendapat netizen yang beragam bentuknya dapat memberikan sender ketenangan bahwa masih banyak orang yang peduli. Selain itu, bisa jadi juga pendapat-pendapat netizen ini memberikan ia jawaban yang benar dan membuat ia lebih berpikir dalam mengatasi suatu masalah.

Para netizen dunia maya yang beragam pemikirannya dalam mengungkap pendapatnya tentang postingan sender mampu memberikan ragam perspektif. Hal ini bahkan dapat kita lihat sebagai hal positif bagi sender. Bisa jadi sender merasa memiliki support system melalui netizen, atau bahkan ia berhasil menyelesaikan masalahnya berkat bantuan netizen.

Wow, luar biasa juga ya efeknya bagi sender! Oleh karenanya, perlu bijak juga kan kita buat menulis komentar. Bahkan hujatan ataupun ketidaksepakatan dengan sender pun dapat berpengaruh luar biasa. Kita tidak tahu jari kita dapat berpengaruh apa bagi orang lain.

Bisa jadi berpengaruh baik atau bahkan depresi yang diakibatkan oleh para manusia di dunia maya bernama netizen ini. Dapat dikatakan juga, pendapat netizen menentukan bagaimana kita harus berlaku atau menyelesaikan suatu masalah. Kalau biasanya kita manut konstruksi sosial, apakah kini dapat dikatakan kita manut konstruksi media sosial?

BACA JUGA Fenomena Askmenfess: Apakah Kita Se-desperate Itu Cari Lawan Bicara? atau tulisan Umi Wardah Septiani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Januari 2020 oleh

Tags: akun baseNetizenTwitter
Umi Wardah Septiani

Umi Wardah Septiani

ArtikelTerkait

Shopee Affiliate vs TikTok Affiliate: Mana yang Paling Cuan?

Akun Affiliate yang Jualan Numpang Tragedi Itu Biadab, dan Semoga Nggak Laku!

22 Oktober 2025
Dear Ferdian Paleka, YouTuber yang Udah Ngerjain Transpuan terminal mojok.co

Nggak Ada yang Peduli Tahun Berapa dan Asalmu saat Nonton Video di YouTube

9 Juni 2020
katolik garis lucu tutup edaran imbauan keuskupan jakarta twitter katolik lucu kristen mojok

Katolik Garis Lucu Bangkit di Hari ke-3? Mengingat Lagi Kelucuan Yesus Bungee Jumping

9 Juni 2020
7 Ide Buah Tangan untuk Membesuk Orang Sakit yang Kebal dari Nyinyiran Netizen

7 Ide Buah Tangan untuk Membesuk Orang Sakit yang Kebal dari Nyinyiran Netizen

7 Juni 2023
twitter #DearMeTenYearsAgo

#DearMeTenYearsAgo: Seperti Bermetamorfosis, Alay adalah Fase Kehidupan

29 Mei 2019
Nikah Gratis di KUA: Sebuah Tren yang Layak Dinormalisasi dan Dirayakan

Nikah Gratis di KUA: Sebuah Tren yang Layak Dinormalisasi dan Dirayakan

2 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu Mojok.co

5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu

15 Februari 2026
Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Lulusan S2 Merantau ke Jakarta Sudah 3 Tahun: Kini Tidak Lagi Memikirkan Mimpi tapi Cara Bertahan Hidup dan Tetap Waras

18 Februari 2026
Innova Reborn, Mobil Zalim yang Mengalahkan Kesalehan Zenix (Wikimedia Commons)

Innova Reborn Mobil yang Nakal dan Zalim, tapi Tetap Laku karena Kita Suka yang Kasar dan Berisik, bukan yang Saleh kayak Zenix

15 Februari 2026
Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar Mojok.co

Cuan Jualan Takjil Memang Menggiurkan, tapi Cobaannya Nggak Kalah Besar

21 Februari 2026
4 Gudeg Jogja yang Rasanya Enak dan Cocok di Lidah Wisatawan

Gudeg Jogja Pelan-Pelan Digeser oleh Warung Nasi Padang di Tanahnya Sendiri, Sebuah Kekalahan yang Menyedihkan

18 Februari 2026
Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti
  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!
  • 3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa
  • Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang
  • Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa
  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.