Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Memakai Lampu LED buat Lampu Rem Mobil Itu Contoh Pengendara Biadab

Achmad Fauzan Syaikhoni oleh Achmad Fauzan Syaikhoni
22 September 2023
A A
Memakai Lampu LED buat Lampu Rem Mobil Itu Contoh Pengendara Biadab

Memakai Lampu LED buat Lampu Rem Mobil Itu Contoh Pengendara Biadab (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mobil yang pakai lampu LED sebagai lampu rem itu biadab.

Membahas masalah pengendara itu udah kayak membahas perkara korupsi di suatu negara: nggak ada habis-habisnya. Seperti belakangan ini, saya dipertemukan dengan salah satu kesintingan pengendara mobil yang selama ini sama sekali belum saya duga.

Saya benar-benar kaget, sebab sejauh yang saya tahu, pengendara mobil jarang sekali menuai masalah. Malahan, pengendara mobil kerap kali jadi korban playing victim dari pengendara motor ketika dalam suatu masalah. Atau, masalah yang riil biasanya dilakukan sama pengendara mobil itu ya nggak jauh-jauh dari berhenti di jalur kiri, atau berkendaranya lelet tapi berada di tengah jalan.

Tapi ternyata saya salah. Dewasa ini, masalah yang dilakukan pengendara mobil bertambah. Kalau Anda pernah menemui pengendara mobil yang ketika nge-rem, lampu belakangnya menyala berwarna merah dan putih, itu betul-betul biadab. Betul, yang saya maksud adalah lampu warna putih yang silaunya minta ampun sampai bikin kita buta seketika. Saya yakin, baik pengendara motor maupun mobil, pasti akan terganggu kalau berada di belakang mobil brengsek itu.

Walaupun warna lampu rem dia katanlah sebagai bentuk nasionalisme, tetap saja saya sebagai rakyat jelata amat sangat nggak terima. Sebab, hal itu akan membawa petaka bagi seluruh rakyat yang berkendara.

Lampu LED pada kendaraan itu selalu dilengkapi dengan cut off

Saat menemui pengendara mobil tersebut, hal yang pertama kali terlintas dalam pikiran saya adalah, jelas lampu warna putih yang dipakai itu lampu LED. Nggak mungkin lampu warna putih yang terangnya minta ampun itu pakai lampu bohlam atau halogen.

Sebenarnya saya nggak masalah dengan LED-nya. Tapi yang bikin saya jengkel itu sorotan lampunya kemana-mana. Dan jelas, si brengsek itu nggak tahu kalau lampu LED yang dipasang di kendaraan ada spesifikasinya tertentu.

Kalau Anda punya kawan yang seperti itu, tolong banget kasih tahu bahwa lampu LED pada kendaraan pasti ada spesifikasi yang namanya “cut off’. Saya ulangi lagi, namanya “CUT OFF”.

Baca Juga:

Toyota Fortuner Mobil Mahal yang Jadi Terlihat Murahan karena Cara Berkendara Pengemudinya

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering “Keseleo”

Cut off dalam konteks lampu LED kendaraan berfungsi supaya sorotan cahayanya nggak sampai melebar ke mana-mana. Dengan kata lain, biar lampu LED-nya bisa fokus ke jalan, bukan ke arah pengendara di depan atau di belakangnya. Memang, kalau nggak ada cut off-nya, pancaran cahayanya lebih terang benderang. Tapi dampak pada kehidupan pengendara di depan atau di belakangnya itu sudah pasti terancam.

Saya pikir, tanpa ada istilah “cut off”, harusnya sebagai pengendara tahu kalau lampu di mobil itu nggak sembarang lampu. Atau kalau memang benar-benar nggak tahu, minimal sebagai manusia itu punya pikiran, “Kira-kira kalau memasang lampu LED putih buat lampu rem itu bahaya atau nggak, ya, buat pengendara di belakang.” Sayang sekali kalau punya mobil, tapi nggak punya pikiran sesederhana itu.

Baca halaman selanjutnya: Jangan menjadi pengendara mobil yang norak, deh!

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 23 September 2023 oleh

Tags: lampu ledlampu remmobil
Achmad Fauzan Syaikhoni

Achmad Fauzan Syaikhoni

Pemuda setengah matang asal Mojokerto, yang selalu ekstase ingin menulis ketika insomnia. Pemerhati isu kemahasiswaan, lokalitas, dan hal-hal yang berbau cacat logika.

ArtikelTerkait

Lampu LED Silau dan Knalpot Racing, Modifikasi Mobil yang Paling Saya Benci karena Mengganggu Banget Mojok.co

Lampu LED Silau dan Knalpot Racing, Modifikasi Mobil yang Paling Saya Benci karena Mengganggu Banget

28 September 2025
Betapa Menyebalkannya Orang yang Merokok di dalam Mobil  merokok sambil berkendara

Betapa Menyebalkannya Orang yang Merokok di Dalam Mobil 

26 Juli 2023
4 Perlengkapan Tambahan yang Sebaiknya Ada di Dalam Mobil terminal mojok

4 Perlengkapan Tambahan yang Sebaiknya Ada di Dalam Mobil

13 Desember 2021
5 Kelakuan Pengendara Mobil yang Bikin Emosi Pengendara Motor Terminal Mojok

Gara-gara Ikut Kursus Mobil, Saya Paham Kenapa Orang Indonesia Lebih Memilih Motor

23 Juni 2023
Tips Ikut Kursus Mobil_ Ambil yang Jumlah Pertemuannya Sedikit terminal mojok

Tips Ikut Kursus Mobil: Ambil yang Jumlah Pertemuannya Sedikit

20 November 2021
Alasan Beli Mobil Baru di Akhir Tahun 2024 Sangat Menguntungkan (Unsplash)

Kenapa Beli Mobil Baru di Akhir Tahun 2024 Sangat Menguntungkan?

20 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Menyiksa Suzuki Swift di Jalanan Pantura yang Tak Pernah Mulus dari Kudus ke Rembang

9 Maret 2026
ATM Pecahan 20 Ribu Menyelamatkan Saya dari Biaya Jasa Tukar Uang Baru Pinggir Jalan yang Nggak Masuk Akal Mojok.co

ATM Pecahan 20 Ribu Menyelamatkan Saya dari Biaya Jasa Tukar Uang Baru Pinggir Jalan yang Nggak Masuk Akal

10 Maret 2026
Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

7 Maret 2026
4 Tips Menikmati Lumpia Semarang Tanpa Terganggu Bau Pesing dari Rebungnya Terminal

4 Tips Menikmati Lumpia Semarang Tanpa Terganggu Bau Pesing dari Rebungnya

9 Maret 2026
Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah Mojok.co

Bekerja Menjadi Akademisi di Surabaya Adalah Keputusan Bodoh, Kota Ini Cuma Enak untuk Kuliah

11 Maret 2026
Jalan Raya Prembun-Wadaslintang, Jalur Penghubung Kebumen-Wonosobo yang Keadaannya Menyedihkan dan Gelap Gulita! wonosobo

Wonosobo, Kota Asri yang Jalanannya Ngeri, kalau Nggak Berlubang, ya Remuk!

13 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”
  • Kerja Mentereng di SCBD Jakarta tapi Tiap Hari Menangis di KRL, Kini Temukan Kedamaian Usai Resign dan Kerja Remote di Purwokerto
  • Bawa Pulang Gelar S2 Saat Mudik ke Desa Dicap Gagal, Bikin Tetangga “Kicep” Usai Buatkan Orang Tua Rumah
  • Mahasiswa UGM Belajar Kehidupan dari Kepala Suku di Raja Ampat, Merasa “Kecil” karena Ilmu di Kuliah Sebatas Teori tanpa Aksi Nyata
  • Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”
  • Rangkaian Penderitaan Naik Travel dari Jogja Menuju Surabaya: Disiksa Selama Perjalanan oleh Sopir Amatiran, Nyawa Penumpang Jadi Taruhannya. Sialan!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.