Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Dosa Kabupaten Gresik: Banjir Kali Lamong yang Tidak Tertangani

Mohammad Maulana Iqbal oleh Mohammad Maulana Iqbal
10 April 2023
A A
Maulana Iqbal Membongkar Sisi Gelap Kabupaten Gresik (Wikimedia Commons)

Maulana Iqbal Membongkar Sisi Gelap Kabupaten Gresik (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Yang fana adalah kebijakan bupati, banjir Kali Lamong abadi. Itulah kalimat yang tepat untuk menegaskan kenyataan yang dialami masyarakat Kecamatan Menganti, Kedamean, Benjeng, Cerme, dan Balongpanggang di Kabupaten Gresik. 

Sedihnya, banjir yang menimpa lima kecamatan ini sudah seperti sedekah bumi saja. Setiap tahun dirayakan. Banjir yang menjadi masalah menahun dan sepertinya makin lestari saja. 

Dari Yai Robbach hingga Gus Yani, tetap saja nihil

Banjir yang berasal dari luapan Kali Lamong ini nyaris membuat masyarakat berpikir bahwa apakah bencana ini takdir Tuhan? Atau malah kutukan dari Sang Pencipta? Sudah tiga bupati menjabat, tapi kebijakannya tak membuahkan hasil. 

Entah, apakah ketiga bupati ini nggak becus atau bagaimana. Satu hal yang pasti, banjir di lima kecamatan di Gresik itu masih tetap berlangsung tiap tahun hingga 2023 ini.

Memberi bantuan sembako, membuka tenda penyelamat, atau menggelar dapur umum adalah solusi semu. Ya cuma sebatas kegiatan seperti itu yang dilakukan Bupati Gresik setiap banjir datang. Ibarat sebuah safety valve atau katup penyelamat, yang sifatnya sementara, untuk meredakan kerugian dan meninabobokan keluh kesah masyarakat.

Tanggul Kali Lamong yang nggak berdaya

Tanggul Kali Lamong sudah dibangun semenjak bupati Yai Robbach. Namun, meskipun tanggul ini terus ditambah jumlahnya, tetap saja benteng air Kali Lamong itu hancur setiap tahunnya. Setidaknya, 55 desa telah tenggelam di era Yai Robbach.

Nggak hanya tanggul, Kali Lamong sudah dikeruk, diperluas, dan diperdalam sejak era Bupati Yai Robbach hingga Bupati Pak Sambari. Tapi apa hasilnya? Debit air tetaplah yang menang, sedangkan kebijakan bupati Gresik yang kalah dan nggak ada apa-apanya. Masih ada 14 desa yang masih tergenang banjir di lima kecamatan di Gresik bagian selatan.

Kolam retensi banjir

Pengerukan dan perbaikan tanggul hingga saat ini masih terus dilakukan. Namun, sedikit berbeda dengan sebelumnya, bupati terbaru Gresik, Gus Yani, rencananya hendak mengadakan proyek pembangunan kolam retensi pasca-banjir menimpa lima kecamatan secara bergantian. Sebagai disclaimer, kolam retensi sendiri semacam waduk penampungan air hujan dengan jangka waktu tertentu yang fungsinya memotong puncak banjir yang terjadi dalam sungai.

Baca Juga:

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

Ya, semoga program ini nggak hanya wacana, melainkan beneran dibangun. Pasalnya, masyarakat Gresik bagian selatan itu bukan lagi hanya lelah dengan banjir, tapi udah menjadikan banjir sebagai sahabat yang tak bisa lepas dari kehidupan mereka.

Plis, jangan nunggu kami tenggelam

Sesuatu yang membuat saya kesal bahkan rakyat yang lainnya juga, selaku masyarakat Gresik bagian selatan, adalah penanganan banjir Kali Lamong itu baru dilakukan ketika masyarakat sudah tenggelam. Ketika banjir sudah memasuki dapur, menenggelamkan bangku sekolah, bahkan paling parah menunggu korban jiwa.

Mohon maaf Pak Bupati Gresik, nyawa, harta benda, bahkan keberlangsungan hidup kami bukanlah sebuah permainan lotre yang nunggu giliran untuk dieksekusi. Banjir Kali Lamong ini sudah bencana tahunan, dan tentu sudah dapat diprediksi setiap tahunnya. Sebagaimana petuah Bung Karno, jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Tapi kenapa kalian turun ke daerah kami menunggu kami diselimuti air banjir?

Selain itu, penanganan ketika banjir Kali Lamong berlangsung itu adalah sesuatu yang sulit, bahkan bisa saja mustahil. Kendaraan berat sulit masuk ke area banjir, para buruh juga banyak yang enggan bekerja di tengah banjir, bahkan bahan-bahan bangunan juga sulit digotong ke area yang rawan.

Penanganan musibah Kali Lamong ini paling tepat dikerjakan ketika musim kemarau, ketika debit air turun banyak. Tapi, kenapa pemangku kebijakan di Kabupaten Gresik malah ngurusi hal lain di waktu itu? Seolah-olah lupa dan abai dengan air banjir yang selalu menemani masyarakat Gresik bagian selatan.

Jangan paksa kami untuk fatum brutum amor fati

Dari bupati satu ke bupati yang lain, Kali Lamong masih lebih ganas ketimbang kebijakan pemerintah daerah. Apakah Gresik ini perlu keajaiban dengan munculnya satria piningit terlebih dahulu untuk mengatasi bencana tahunan ini, karena ketidakbecusan pemda selama bertahun-tahun? Atau karena konspirasi elite global yang mengatakan Pulau Jawa akan tenggelam di masa depan?

Plis, Pak Bupati, Bu Wakil Bupati, DPRD, atau jajaran Forkopimda lainnya di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik, jangan paksa kami untuk menganut paham Nietzschean untuk menerima takdir begitu saja, “fatum brutum amor fati”. Kami berharap bisa menjadi “homo faber fortunae suae”, bahwa manusia adalah pengrajin dari takdirnya sendiri. Tanpa perlu keajaiban, tanpa perlu menunggu satria piningit, apalagi sampai nunggu imam mahdi muncul.

Kami hanya bisa berdoa, semoga para pemangku kebijakan Gresik dapat terbuka matanya, dapat bergerak tangannya, dapat segera mengeksekusi tanpa perlu ditegur oleh alam.

Penulis: Mohammad Maulana Iqbal

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Teruntuk Pimpinan Daerah Gresik, Pelebaran Jalan Daendels Itu untuk Kepentingan Siapa, sih?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 April 2023 oleh

Tags: banjir di gresikGresikjawa timurkabupaten gresikkali lamong
Mohammad Maulana Iqbal

Mohammad Maulana Iqbal

Terkadang sedikit halu.

ArtikelTerkait

Banyuwangi Jawa Timur dan Banyuwangi Magelang: Nama Boleh Sama, tapi Soal Nasib Berbeda Jauh

Banyuwangi Jawa Timur dan Banyuwangi Magelang: Nama Boleh Sama, tapi Soal Nasib Berbeda Jauh

2 Januari 2026
Bandara Dhoho Kediri Bikin Warga Kecewa dan Nggak Percaya karena Jadwal Operasional Molor Terus

Bandara Dhoho Kediri Bikin Warga Kecewa dan Nggak Percaya karena Jadwal Operasional Molor Terus

6 Januari 2024
Membandingkan Kabupaten Ponorogo dan Trenggalek. Mana yang Lebih Maju?

Membandingkan Kabupaten Ponorogo dan Trenggalek, Mana yang Lebih Maju?

15 April 2023
Surabaya di Mata Orang Sidoarjo Nikmat, tapi Bikin Baper (Unsplash)

Bagi Orang Sidoarjo, Surabaya Adalah Kota yang Penuh Kenikmatan, Asal Kamu Betah Panas dan Nggak Baperan

15 Maret 2024
Jember Paling Jago Menjaga Jalan Rusak Tetap Rusak (Wikimedia)

Jember Layak Mendapatkan Penghargaan Sebagai Daerah Terbaik yang Paling Berhasil Menjaga Jalan Rusak Tetap Terpelihara

21 September 2025
Malang Nggak Perlu Perpanjangan Tol, Cukup Sampai Kota Saja (Unsplash)

Malang Nggak Perlu Perpanjangan Tol, Cukup Sampai Kota Saja

30 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Istilah Bahasa Jawa yang Orang Jawa Sendiri Salah Paham (Unsplash)

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

18 Januari 2026
Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

17 Januari 2026
Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda Mojok.co

Kelurahan Batununggal dan Kecamatan Batununggal: Nama Mirip dan Sama-sama di Bandung, tapi Takdirnya Berbeda

15 Januari 2026
Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

16 Januari 2026
4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang Mojok.co

4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang

19 Januari 2026
5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo Mojok.co

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.