Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mau Pakai Produk Skincare? Perhatikan 3 Hal Ini

Nuriel Shiami Indiraphasa oleh Nuriel Shiami Indiraphasa
29 Juli 2020
A A
skincare untuk cowok skincare lokal skincare routine mojok

skincare routine mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Perihal memutuskan untuk terjun ke dunia skincare, saya punya sedikit cerita. Memiliki wajah yang rupawan dari lahir itu rezeki yang wajib disyukuri. Tapi kadang, ada aja orang cakep yang ngerasa insecure sendiri. Misalnya dia nemu atau terganggu dengan tahi lalat di wajah, padahal kecil banget. Padahal nih, jin dan manusia lain pun nggak bisa lihat.

Hal seperti itu buat saya sendiri awalnya bikin eneg. Tapi, kalau dipikir-pikir lagi, kok ya ngefeknya jadi positif gini ke diri sendiri. Karena gara-gara perasaan insecure orang cakep tersebut, saya biasanya mikir “Ya Allah, lu cakep begitu aja ada bae yang dikeluhin. Gimana nasib gua yang buriq bat begini?”

Gara-gara keseringan mikir begitu, bukannya bodo amat, saya justru mempertimbangkan. “Lah, kalo dia bersih begitu aja ada yang dikeluhin, harusnya komuk dekil begini juga kudu rajin gua bersihin.”

Jadi, setelah sambat atas perasaan insecure orang-orang rupawan, timbullah hasrat untuk berbenah diri. Sebelumnya saya mengutuk diri sendiri atas ketidakpiawaian mengurus penampilan. Kini saya berusaha untuk memperbaiki keadaan.

Di zaman yang mana masyarakat sudah tidak bingung untuk berguru kecantikan, saya bersyukur sekali untuk tidak perlu susah-susah dan mahal-mahal ke klinik. Karena perawatan sudah bisa dilakukan sendiri.

Meskipun terdengar mudah, namun sungguh, memutuskan diri untuk terjun ke dunia skincare itu lumayan pelik. Banyak pertimbangan dan analisis yang harus saya lakukan, sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan pada satu atau dua produk kecantikan. Bertahun-tahun saya berkelana mencari skincare yang cocok. Kini saya cukup puas mendapatkan hasil melalui proses yang sungguh-sungguh tidak instan ini.

Sebelum memutuskan untuk membeli, ada beberapa hal dasar yang cukup membantu untuk keberlangsungan perawatmu kelak. Karena kalau salah-salah, bukannya bikin bening, tapi justru bikin pala pusing. Duit melayang, muka malah bobrok. Kan rasanya jadi pengen mentung diri sendiri pake palu Thor.

Bagi kamu di luar sana yang baru akan memutuskan untuk menggunakan skincare, berikut kaidah pokok yang perlu diketahui sebelum membeli.

Baca Juga:

Anak SD Zaman Sekarang Sudah Punya Skincare Routine Lengkap dan Tampilan Layak Selebgram: Padahal Saya Pas Bocah Bangga Punya Kaos Sablon dari Pasar Malam

Kalau Kosmetik Punya Zodiak, Viva Itu Capricorn. Nggak Banyak Gaya, tapi Bisa Diandalkan

Pastikan jenis kulit

Umumnya jenis kulit itu ada empat, yaitu normal, kering, berminyak, dan kombinasi. Nah, sebelum membeli skincare, kamu perlu tahu dulu nih jenis kulit mana yang dimiliki. Karena kalau salah-salah, bisa berefek buruk. Dengan tahu jenis kulit sendiri, nantinya kamu bisa menentukan kandungan apa saja yang boleh dan tidak boleh ada di calon skincare yang akan kamu beli.

Misalnya jenis kulitmu itu berminyak. Untuk jenis kulit ini sendiri, ada beberapa kandungan yang harus dihindari salah satunya adalah mineral oil. Karena eh karena, mineral oil ini dapat menutup pori-pori yang bila dibiarkan, bisa menyebabkan debu terjebak dalam pori-pori. Akibatnya, bisa timbul komedo, bahkan jerawat.

Nah, loh. Mau bikin kulit jadi mulus, atau gradagan, ceu?

Pastikan ada duit

Sebelum beritikad baik untuk menyehatkan kulit, ada benarnya jika kamu memerhatikan anggaran untuk skincare yang harus kamu keluarkan perbulan atau persekian bulan sekali. Skincare itu memang komoditi yang tidak cepat habis, karena pemakaiannya yang tiap hari cuma seuprit-uprit (menurut aturan pakai yang dianjurkan). Meskipun demikian, akan jauh lebih baik jika membeli skincare itu sudah masuk ke dalam plan bulanan. Bukan menjadi hal yang sekelebat terbesit di otak atau bahkan kebetulan.

Jadi, pastikan setelah menganggarkan untuk akomodasi dan transport sehari-hari, jangan lupa juga masukan budget untuk membeli skincare. Supaya bersihnya kulitmu jadi hal yang diusahakan, bukan kebetulan sementara yang kemudian hilang.

Pastikan bisa membelinya kembali

Hal ini yang kerap kali absen di benak para calon pengguna skincare. Biasanya, demi mendulang hasil yang bagus di awal pemakaian, orang-orang bisa rela merogoh kocek yang dalam bahkan dalam banget untuk membeli produk skincare yang dianggap mujarab mustajab. Aamiin.

Hal itu tidaklah salah, namun tidak juga seutuhnya benar. Jadi, begimana ya ngomongnya?

Begini. Selain dapat “membeli”, pastikan juga kamu dapat “membeli lagi”. Karena sesungguhnya koentji keberhasilan dari menggunakan rangkaian skincare itu bukan hanya ada pada komposisi produk itu sendiri, melainkan dengan kontinuitas penggunaannya juga. Tampan dan cantik—percaya atau tidak—itu perkara konsistensi.

Lah, skincare bikin ketergantungan masa? Analoginya gini deh.

Umurmu sudah 27 tahun. Itu bukan umur yang muda. Kalau nikah umur 21 terus punya anak di umur 22, anakmu pasti umurnya sudah 5 tahun. Bentar lagi masuk SD. Umur 27 itu umur di mana asupan kolagen pada tubuh sudah berkurang 1,5% tiap tahunnya. Berkemungkinan sekali kulit untuk tidak elastis alias kenyel terus-terusan.

Kemudian kamu memutuskan untuk membeli suplemen kolagen dengan tujuan supaya kulit tetap kencang seperti badai. Lalu, ketika sudah berhenti mengonsumsi, kamu merasakan loh kok manfaatnya pada tubuh jadi berkurang, atau bahkan dirasa perlahan menghilang. Kemudian kamu menyalahkan suplemen kolagen tersebut dan menuduhnya dapat menyebabkan ketergantungan. Satu yang harus saya katakan di sini: “Tolong jangan jadi manusia yang kurang berterima kasih.”

Suplemen kolagen pada analogi tersebut tidak menyebabkan ketergantungan. Justru, dialah yang membantu untuk menyuplai level kolagen pada tubuh sehingga di umur yang sudah 27 tahun itu, kamu bisa kembali merasakan sensasi tubuh wanita 23 tahun.

Hal ini berlaku juga pada skincare. Jadi, selain dapat membeli, pastikan juga kamu dapat membeli kembali produk tersebut karena ingat, umurmu itu tiap tahunnya bertambah. Bertambahnya umur pun membuat kinerja tubuh kian berkurang. Oleh karena itu, kamu perlu menyokongnya dari luar.

BACA JUGA Cari Jodoh? Orang Sunda aja dan tulisan Nuriel Shiami Indiraphasa lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Juli 2020 oleh

Tags: perawatan diriskincare
Nuriel Shiami Indiraphasa

Nuriel Shiami Indiraphasa

Jangan terlalu ngambis, nanti malah nangis.

ArtikelTerkait

Manfaat Air Mawar, Si All-Rounder Bidang Kecantikan dan Kesehatan Terminal Mojok

Manfaat Tersembunyi Air Mawar, Si All-Rounder Bidang Kecantikan dan Kesehatan

1 April 2022
Mengenal Standar Kecantikan Korea yang Wajib Cantik Tanpa Cela terminal mojok

Mengenal Standar Kecantikan Korea yang Wajib Cantik Tanpa Cela

23 April 2021
Kebiasaan Ngirit Skincare yang Sebaiknya Dihentikan Terminal Mojok

Kebiasaan Ngirit Skincare yang Sebaiknya Dihentikan

9 Agustus 2022
Sebelum Beli Masker Bubuk, Pertimbangkan Dulu Hal Ini Biar Nggak Nyesel terminal mojok

Sebelum Beli Masker Bubuk, Pertimbangkan Dulu Hal Ini Biar Nggak Nyesel

1 September 2021
3 Tips Memanfaatkan Produk Skincare yang Nggak Cocok terminal mojok.co

3 Tips Memanfaatkan Produk Skincare yang Nggak Cocok

28 Mei 2021
Tips Agar Terhindar dari Produk Skincare dan Kosmetik Palsu terminal mojok

Barang Palsu Bikin Was-was, Berikut Tips Agar Terhindar dari Produk Skincare dan Kosmetik Abal-abal

7 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa Mojok.co

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

9 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Ironi WNI Kerja di Arab Saudi: Melihat Teman Senasib yang “Pekok” Nggak Mau Pulang ke Tanah Air dan Nekat Melanggar Visa
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga
  • Gagal Seleksi CPNS Pilih Nikmati Hidup dengan Mancing, Dicap Tak Punya Masa Depan tapi Malah Hidup Tenang
  • KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”
  • Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas
  • Evolusi Kelelawar Malam di Album “Kesurupan”: Menertawakan Hantu, Melawan Dunia Nyata

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.